Scroll untuk baca artikel
Oase

Keajaiban Al-Qur’an Wajib Diyakini Setiap Mukmin

×

Keajaiban Al-Qur’an Wajib Diyakini Setiap Mukmin

Sebarkan artikel ini
Keajaiban Al-Qur’an Wajib Diyakini Setiap Mukmin

DEPOK – Al-Qur’an sebagai kalamullah mempunyai banyak keajaiban yang wajib diyakini oleh setiap Mukmin.

“Keajaiban Al-Qur’an wajib diyakini setiap Mukmin,” ungkap Aktivis Muslimah Ustadzah Mega Marlina dalam Kajian Muslimah Shalihah, Mengokohkan Pondasi Keimanan, Sabtu (18/07/2026) di Cipayung, Depok.

Menurut Mega, ada satu hal yang hingga hari ini tidak bisa dilakukan manusia. “Selama lebih dari 14 abad, tidak ada satu manusia pun yang berhasil membuat yang semisal dengannya. Padahal bahannya sangat sederhana, bukan emas, bukan uranium, bukan teknologi nano, hanya huruf-huruf Arab, kata-kata Arab, kalimat-kalimat Arab, disusun menjadi sebuah kitab dan namanya Al-Qur’an,” bebernya di hadapan 16 jemaah.

Ia pun menanyakan, kalau Al-Qur’an isinya benar, bahasanya tak tertandingi, berita masa lalunya benar, berita masa depannya benar, menjelaskan alam dengan tepat, dan tidak pernah salah, Maka ada dua kemungkinan asal Al-Qur’an, ditulis manusia atau diturunkan Pencipta manusia?

“Mari kita uji,”sebutnya.

Sebagai bukti, ia mengutip tantangan Allah dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 23 agar siapa pun yang meragukan Al-Qur’an membuat satu surah yang semisal dengannya.

Mega juga menjelaskan, kemukjizatan bahasa Al-Qur’an melalui surah al-‘Alaq ayat 2, “Khalaqal insaana min ‘alaq” (Dia menciptakan manusia dari ‘alaq). Menurutnya, ayat yang hanya terdiri atas tiga kata itu mengandung makna yang sangat luas. Kata khalaqa menunjukkan perbuatan menciptakan, al-insaan merujuk kepada manusia secara umum, sedangkan min ‘alaq menjelaskan asal penciptaan manusia.

Ia menegaskan, dalam ilmu balaghah, susunan ayat yang singkat tetapi sarat makna tersebut dikenal sebagai ijaz ma’al i’jaz. “Inilah salah satu bentuk kemukjizatan Al-Qur’an yang diakui para ahli sastra Arab karena tidak mampu ditandingi oleh manusia,” ujarnya.

Contoh lain dipaparkan melalui surah an-Naml ayat 18 tentang semut. Menurutnya, susunan bahasa Arab dalam ayat tersebut menunjukkan semut yang memberikan peringatan kepada koloninya adalah seekor semut betina. Lanjutnya, temuan zoologi modern menunjukkan bahwa koloni semut memang dipimpin oleh ratu semut yang berjenis kelamin betina.

Ia juga menjelaskan bahwa pilihan kata udkhuluu masaakinakum menggambarkan tempat tinggal semut sebagai tempat perlindungan, sedangkan kata yahthimannakum menggambarkan tubuh semut yang akan remuk apabila terinjak. Seluruh informasi tersebut dirangkum Al-Qur’an dalam satu kalimat yang singkat namun kaya makna.

Kemukjizatan Al-Qur’an juga dijelaskan melalui surah Yasin ayat 40 yang menyatakan bahwa setiap benda langit beredar pada orbitnya masing-masing. Menurutnya, penggunaan kata yasbahuun menggambarkan benda-benda langit bergerak bebas sebagaimana perenang bergerak di dalam air. Penjelasan tersebut dinilai selaras dengan temuan astronomi modern mengenai peredaran bumi, bulan, matahari, hingga galaksi.

Mega juga mengutip surah az-Zumar ayat 62 yang menegaskan Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu, serta al-Ahzab ayat 40 yang menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah sekaligus penutup para nabi.

“Kesimpulannya yakin Al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad SAW ataupun hasil pemikiran manusia, tapi berasal dari Pencipta manusia, Allah SWT,” pungkasnya.[Siti Aisyah]