oleh

Waspada Penggunaan Cairan Disinfektan

Oleh Riska Oktaviana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Riska Oktaviana.

COVID-19 merupakan penyakit yang dapat ditularkan secara langsung maupun tidak langsung. Penularan secara langsung terjadi ketika sekresi dari orang terinfeksi mengenai mulut, mata, atau hidung orang yang rentan. Bentuk dari sekresi ini dapat berupa air liur ataupun tetesan pernapasan yang dikeluarkan saat orang terinfeksi batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Selanjutnya, penularan secara tidak langsung terjadi ketika sekresi orang terinfeksi tadi mencemari lingkungan atau benda di sekitarnya. Orang rentan yang menyentuh area terkontaminasi ini dan diikuti dengan kontak ke mulut, hidung, ataupun mata akan ikut tertular oleh virus SARS-CoV-2 yang terdapat pada tetesan tersebut.

Virus SARS-CoV-2 dapat bertahan pada permukaan terkontaminasi dalam periode jam hingga hari, tergantung pada kondisi lingkungan sekitarnya seperti suhu dan kelembaban. Kondisi tersebut menjadikan kegiatan menjaga kebersihan serta mendisinfeksi ruangan menjadi hal penting terutama saat masa pandemi COVID-19. Hal ini merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan penyebaran dari virus SARS-CoV-2. Penerapan cara ini dilakukan pada berbagai tempat mulai dari rumah, tempat kerja, juga berbagai tempat umum dengan memprioritaskan permukaan yang memiliki intensitas sentuhan tinggi, seperti gagang pintu, meja, keran, komputer, dan sebagainya.

Penggunaan disinfektan untuk membunuh organisme harus sesuai dengan petunjuk yang tertera dan disertai dengan kehati-hatian. Hal ini dilakukan sebab beberapa bahan di dalam cairan disinfektan dapat menimbulkan efek pernapasan yang merugikan, seperti asma dengan gejala sulit bernapas, merasa sesak di bagian dada, batuk, dan menghasilkan suara mengi saat mengeluarkan napas. Adapun jenis bahan kimia yang digunakan antara lain pemutih, klorin, asam klorida, fenol, atau senyawa amonium kuarterner.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Selain gangguan pada sistem pernapasan, beberapa bahan lainnya juga dapat menyebabkan dampak kesehatan seperti iritasi mata, iritasi kulit, dan reaksi alergi yang tingkat keparahannya tergantung pada sifat kimia dan konsentrasi dari bahan kimia di dalam disinfektan tersebut. Adapun jenis bahan kimia yang dimaksud antara lain formaldehida, etilen oksida, hidrogen peroksida, dan sebagainya.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari asma yang disebabkan atau diperburuk oleh cairan disinfektan. Pertama, penderita asma diharapkan untuk tidak berada di dalam ruangan yang akan didisinfeksi. Penderita asma juga harus menyiapkan nebulizer sebagai pertolongan pertama saat asma terjadi, juga ponsel untuk menghubungi nomor darurat jika diperlukan. Selanjutnya, mintalah orang tanpa asma untuk mendisinfeksi ruangan dengan dilengkapi penggunaan sarung tangan juga pelindung mata. Jangan mendisinfeksi ruangan yang tertutup, pastikan terdapat ventilasi yang baik atau dapat juga dengan membuka pintu serta jendela.

Berikut adalah tip dalam memilih cairan disinfektan yang akan digunakan, yaitu pastikan bahan-bahan yang terkandung didalamnya cukup aman bagi penderita asma. Pastikan cairan tersebut mengandung hidrogen peroksida atau etanol, dan tidak mengandung asam peroksi asetat atau asam perasetat. Jangan sembarangan mencampur cairan disinfektan dengan bahan kimia lain dan selalu ikuti petunjuk penggunaannya. Penyimpanan cairan ini juga perlu dilakukan dengan aman dan benar serta memastikan bahwa cairan tersebut jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Prosedur pengaplikasian cairan disinfektan juga harus diperhatikan untuk mengurangi efek berbahaya yang dapat ditimbulkan. Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu penggunaan sarung tangan sekali pakai untuk melindungi bagian tangan, masker untuk mencegah terhirupnya bahan kimia, dan pelindung mata bila diperlukan. Selanjutnya, semua kotoran yang terdapat pada permukaan benda harus dibersihkan terlebih dahulu menggunakan pembersih serbaguna. Kemudian dilanjutkan dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke permukaan benda. Disinfektan harus dapat bertahan di permukaan benda selama 10 menit tanpa mengering untuk membunuh virus SARS-CoV-2, jika disinfektan mengering sebelum itu, maka disinfektan harus disemprotkan kembali. Setelah 10 menit, permukaan bersih dapat diseka menggunakan kain sekali pakai yang kemudian dibuang ke tempat sampah terpisah.

Pembersihan menggunakan cairan disinfektan penting untuk dilakukan guna mengurangi atau bahkan menghentikan penyebaran virus SARS-CoV-2. Dengan pengetahuan mengenai bahan berbahaya di dalam cairan disinfektan dan prosedur pengaplikasian disinfektan yang benar diharapkan dapat mencegah terjadinya asma atau efek kesehatan lainnya.

Referensi:
1. Roy A, Parida SP, Bhatia V. Role of Disinfection and Hand Hygiene: a COVID-19 Perspective. Int J Community Med Public Heal. 2020;7(7):2845.
2. Golodner L, Soule BM. The Role of Time in Disinfecting Surfaces Against Coronavirus and Other Pathogens [Internet]. 2020 [cited 2020 Nov 25]. Available from: https://waterandhealth.org/disinfect/the-role-of-time-in-disinfecting-surfaces-against-coronavirus-and-other-pathogens/
3. Toxic Use Reduction Institute. COVID-19: Safely Clean & Disinfect [Internet]. 2020 [cited 2020 Dec 2]. Available from: https://www.turi.org/Our_Work/Cleaning_Laboratory/COVID-19_Safely_Clean_Disinfect
4. Dumas O, Wiley AS, Quinot C, Varraso R, Zock J-P, Henneberger PK, et al. Occupational exposure to disinfectants and asthma control in US nurses. Eur Respir J [Internet]. 2017 Oct;50(4):1700237. Available from: http://erj.ersjournals.com/lookup/doi/10.1183/13993003.00237-2017
5. Chen T. A Rapid Review of Disinfectant Chemical Exposures and Health Effects During COVID-19 Pandemic Prepared by How are disinfectants registered and regulated in Canada ? 2020;1–12. Available from: https://ncceh.ca/documents/field-inquiry/rapid-review-disinfectant-chemical-exposures-and-health-effects-during
6. California Departement of Public Health. Disinfectants and work-related asthma: information for workers. 2017;(February). Available from: https://ncceh.ca/documents/field-inquiry/rapid-review-disinfectant-chemical-exposures-and-health-effects-during
7. Mayo Clinic. Asthma [Internet]. 2020 [cited 2020 Nov 30]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
8. WHO. Transmission of SARS-CoV-2: implications for infection prevention precautions [Internet]. 2020 [cited 2020 Nov 30]. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/transmission-of-sars-cov-2-implications-for-infection-prevention-precautions
9. CDC. People with Moderate to Severe Asthma. Centers Dis Control Prev [Internet]. 2020;19:2019–21. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/asthma.html
10. Occupational Safety and Health Branch Labour Department. Chemical Safety in the Workplace. Occup Saf Heal Counc [Internet]. 2007;1–34. Available from: www.labour.gov.hk
11. Made Safe. Using Disinfectants Correctly [Internet]. 2020. Available from: https://madesafe.ca/2020/03/26/using-disinfectants-correctly/

Komentar