Scroll untuk baca artikel
Artikel

Lebih dari Sekadar Pusat Perbelanjaan

×

Lebih dari Sekadar Pusat Perbelanjaan

Sebarkan artikel ini

Oleh Tyas Afrianti Safitri, mahasiswa Universitas Pamulang

Lebih dari Sekadar Pusat Perbelanjaan

DEPOKPOS – Pembangunan sebuah kota tidak hanya terlihat dari semakin banyaknya gedung yang berdiri, tetapi juga dari bagaimana pembangunan tersebut dapat menciptakan aktivitas baru bagi masyarakat. Hal inilah yang menarik untuk dilihat dari pembangunan Summarecon Mall Makassar.

Setelah menyelesaikan seluruh pekerjaan fondasi, proyek ini bersiap memasuki tahap konstruksi utama yang ditandai dengan pemasangan tower crane pada pertengahan 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu Summarecon Mutiara Makassar.

Menurut pandangan saya, pembangunan mal ini menarik bukan hanya karena menghadirkan pusat perbelanjaan baru, tetapi karena berada dalam sebuah kawasan yang dikembangkan dengan berbagai fungsi.

Summarecon Mutiara Makassar tidak hanya diarahkan sebagai kawasan hunian, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, olahraga, gaya hidup, kuliner, serta berbagai kegiatan berskala nasional. Kawasan tersebut juga didukung akses tol yang terhubung dengan pusat kota dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kondisi ini dapat membuka lebih banyak aktivitas dan pergerakan masyarakat di kawasan tersebut.

Summarecon Mall Makassar sendiri dibangun di atas lahan seluas 10,6 hektare. Mal ini dirancang dengan konsep family mall, neighbourhood mall, dan one-stop shopping destination, dengan area dalam dan luar ruangan yang terintegrasi dengan fasilitas seperti perkantoran, taman, dan area parkir.

Dengan konsep tersebut, keberadaan mal tidak hanya berkaitan dengan kegiatan berbelanja, tetapi juga dapat menjadi tempat masyarakat melakukan berbagai aktivitas dalam satu kawasan.

Jika melihat pembangunan tersebut dari sisi ekonomi, terdapat peluang munculnya kegiatan usaha dan pekerjaan baru. Kehadiran pusat aktivitas dalam sebuah kawasan dapat mendorong kebutuhan terhadap tenaga kerja, jasa transportasi, kuliner, perdagangan, serta berbagai usaha lainnya.

Masyarakat di sekitar kawasan juga berpotensi memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi yang berkembang seiring dengan berjalannya kawasan tersebut.

Hal ini dapat dikaitkan dengan pemikiran ekonom François Perroux mengenai growth pole atau kutub pertumbuhan. Sederhananya, konsep ini melihat bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berkembang dari suatu pusat aktivitas yang kemudian memberikan pengaruh kepada kegiatan ekonomi di sekitarnya.

Dalam konteks Summarecon Mutiara Makassar, pembangunan pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas pendukung dapat menjadi salah satu pusat aktivitas yang berpotensi menggerakkan kegiatan ekonomi di kawasan sekitarnya.

Namun, pembangunan fisik saja belum cukup untuk memastikan munculnya dampak ekonomi yang besar. Manfaatnya tetap bergantung pada bagaimana kawasan tersebut dikelola dan sejauh mana masyarakat serta pelaku usaha di sekitarnya dapat ikut mengambil bagian.

Karena itu, keberhasilan pembangunan seharusnya tidak hanya dilihat dari berdirinya gedung atau ramainya pengunjung, tetapi juga dari munculnya peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan hubungan ekonomi dengan masyarakat sekitar.

Pada akhirnya, pembangunan Summarecon Mall Makassar dapat dilihat sebagai bagian dari perubahan kawasan yang lebih luas. Proyek ini memang masih dalam tahap pembangunan sehingga dampak ekonominya belum dapat dinilai secara penuh.

Namun, dengan konsep kawasan terpadu dan berbagai fasilitas yang dikembangkan secara bersamaan, terdapat potensi terciptanya pusat aktivitas baru di Kota Makassar.

Jika pengembangannya berjalan dengan baik dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut berkembang, pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas, bukan hanya menghadirkan sebuah pusat perbelanjaan baru.