oleh

Sambut Liburan Akhir Tahun dengan Aman di Tengah Pandemi

Oleh Hasna Irbah Ramadhani & Zuriyatin Auliyarrahman Jauhari, mahasiswa FKM UI

“Libur telah tiba…libur tlah tiba…hore..hore…hore…”

Penggalan lagu dari penyanyi cilik Tasya Kamila dengan judul “Libur Telah Tiba” pastinya sudah tidak asing lagi ditelinga. Lagu ini pasti pernah terlintas di benak kita saat menjelang datangnya musim liburan. Dalam beberapa minggu lagi, tahun 2020 akan berakhir, yang berarti liburan panjang akhir tahun akan segera tiba. Namun, liburan akhir tahun kali ini akan terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan masih terus meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia yang menjadikan liburan akhir tahun kali ini tidak sebebas biasanya.

Libur akhir tahun yang biasanya diisi dengan momen kumpul bersama teman dan sanak saudara tidak bisa lagi dilakukan, karena dapat memperparah penyebaran COVID-19 yang berdampak pada peningkatan jumlah kasus positif di luar kondisi biasanya, seperti yang pernah terjadi pada liburan perayaan hari-hari besar nasional sebelumnya.

Bila dilihat dari pengalaman libur panjang sebelumnya, Satgas COVID-19 mengemukakan bahwa terdapat peningkatan kasus COVID-19 yang begitu tinggi, yaitu sebesar 69 persen hingga 93 persen pasca liburan idul fitri. Hal yang sama juga terjadi pasca liburan HUT RI dimana terjadi peningkatan kasus COVID-19 hingga 118 persen. Pengalaman lalu harus menjadi pembelajaran sebelum menghadapi liburan tahun baru 2021 mendatang, terlebih liburan kali ini akan memiliki durasi yang lebih lama. Menurut Wiku Adisasmito, salah satu juru bicara Satgas COVID-19, libur akhir tahun ini diprediksi dapat berdampak pada terjadinya peningkatan kasus hingga tiga kali lipat dibandingkan libur-libur panjang sebelumnya.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Meski demikian, pemerintah sebenarnya sudah melakukan antisipasi dengan mengeluarkan kebijakan mempersingkat masa libur akhir tahun dari 11 hari menjadi 8 hari guna meminimalisir kejadian lonjakan kasus pada libur akhir tahun mendatang. Namun, upaya ini tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan kebijakan pemerintah tanpa dibarengi dengan kesadaran masyarakat dan sektor lainnya yang turut terlibat. Sehingga perlu adanya strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di akhir tahun.

Stay at home

Mengisi waktu liburan akhir tahun dapat tetap dilakukan meski harus di rumah saja. Banyak aktivitas yang tak kalah menyenangkan dapat dilakukan selama berada di rumah, seperti bercocok tanam, membereskan rumah, memasak, atau bahkan melakukan olahraga indoor. Dengan tetap dirumah saja kita dapat memaksimalkan waktu berkumpul dengan keluarga tercinta tanpa rasa takut terpapar COVID-19.

Terapkan protokol kesehatan

Jika diharuskan keluar rumah, pastikan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan selama berada di tempat umum, yaitu dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan. Pastikan untuk tidak terlalu lama berada di tempat keramaian dan selalu kenakan masker.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Hindari kegiatan kumpul-kumpul

Hindari melakukan kegiatan kumpul-kumpul yang mengundang keramaian. Nongkrong di café merupakan hal yang biasa dilakukan anak muda saat ini, namun di tengah kondisi COVID-19, nongkrong santai di tempat umum tampaknya bukan pilihan yang tepat untuk mengisi waktu liburan akhir tahun kali ini. Berada di keramaian dapat meningkatkan risiko tertular COVID-19, terlebih apabila berada di tempat yang ber-AC dan tertutup. Sehingga, akan lebih baik kita tunda dahulu kegiatan nongkrong bersama teman-teman dan tetap dirumah saja.

Hindari keluar-masuk wilayah zona merah

Masyarakat perlu memperhatikan wilayah mana saja yang termasuk ke dalam zona merah dan berusaha untuk tidak mendatanginya apabila berada di luar kawasan tersebut atau tidak berupaya keluar wilayah bila sedang berada di dalam zona tersebut. Hal ini guna mencegah penyebaran COVID-19 ke wilayah lain terutama penyebaran oleh masyarakat yang terlihat sehat namun sebenarnya sedang terinfeksi.

Disamping itu pemerintah juga perlu bertindak tegas mengenai kebijakan tentang mudik atau pulang kampung pada liburan mendatang. Sebab mudik atau pulang kampung juga sangat berpotensi memicu penyebaran COVID-19 yang berdampak pada peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.

BACA JUGA:  Peran TIK dalam Pembangunan Sebuah Negara

Pembatasan pengunjung di tempat wisata

Tempat wisata yang diizinkan untuk dikunjungi pada libur akhir tahun mendatang sangat dianjurkan untuk membuat kebijakan yang tegas terkait pembatasan jumlah pengunjung harian dan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata. Selain itu tempat wisata juga perlu menyiapkan fasilitas yang mendukung protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan, penanda atau pembatas jarak untuk antrian, serta pengaturan jarak tempat duduk di tempat umum.

Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor lain dalam menerapkan strategi-strategi tersebut guna mencegah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 seperti yang telah diprediksi sebelumnya. Mari lindungi diri kita dengan patuhi anjuran pemerintah dan selalu terapkan protokol kesehatan.

 

Referensi:
Covid19.go.id. 2020. Pemerintah Kaji Libur Panjang Akhir Tahun – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19. [online] Available at: <https://covid19.go.id/p/berita/pemerintah-kaji-libur-panjang-akhir-tahun> [Accessed 19 December 2020].
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2020. Pemerintah Keluarkan SKB 3 Menteri, Hapus Tiga Hari Cuti Bersama 2020- Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. [online] Available at: <https://setkab.go.id/pemerintah-keluarkan-skb-3-menteri-hapus-tiga-hari-cuti-bersama-2020/> [Accessed 19 December 2020].

Komentar