oleh

Berkembangnya Budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Saat Pandemi COVID-19

Oleh : Hasni Rahmiati dan Siti Zahrotun Ngaliyah, Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Selalu ada hikmah atau pelajaran yang dapat diperoleh dari setiap peristiwa yang terjadi. Diantara banyaknya peristiwa yang terjadi, terdapat beberapa peristiwa yang sebelumnya tidak pernah kita duga. Siapa yang mengira bahwa tahun 2020 ini seluruh dunia digemparkan dengan adanya pandemi COVID-19. COVID-19 virus yang menyerang sistem respirasi manusia dan menyebar dengan mudah melalui cairan membuat semua orang waspada dan mulai meningkatkan kepeduliannya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan lebih dari sebelumnya. Kondisi pandemi ini menyadarkan kita bahwa ada banyak hal yang harus dibenahi yaitu soal kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan tangan.

Budaya cuci tangan merupakan salah satu budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu, sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengetahui dan memerapkan budaya cuci tangan bahkan jauh sebelum keberadaan hand sanitizer muncul di pasaran. Hal berupa kebiasaan cuci tangan ini sebenarnya sudah diterapkan dan menjadi kebiasaan masyarakat di desa dengan menyiapkan gentong (wadah air) berisikan air bersih yang diletakkan di halaman rumah yang berfungsi untuk mencuci tangan ketika akan memasuki rumah. Seiring berjalannya waktu banyak masyarakat yang mulai meninggalkan kebiasaan ini sehingga lupa dan menganggap cuci tangan bukanlah hal yang krusial.

Namun, sejak adanya pandemi COVID-19, kini di setiap rumah, tempat makan, instansi pendidikan, sampai pada tempat-tempat umum seperti: pasar, stasiun, bahkan tempat cukur sudah menyediakan tempat untuk mencuci tangan dengan pemberian fasilitas air mengalir dan sabun secara gratis. Meskipun pandemi membawa banyak dampak naegatif, ada juga hal positif yang bisa kita pelajari selama pandemi berlangsung. Hal tersebut adalah kembalinya kesadaran masyarakat akan pentingnya cuci tangan sebagai salah satu upaya preventif untuk menghilangkan virus dan bakteri yang juga terbukti efektif dalam memutus rantai penularan COVID-19.

Dalam kondisi pandemi yang tidak kunjung membaik, seluruh masyarakat terus memfokuskan pandangan pada informasi seputar COVID-19, baik sekadar mencari tahu apa itu COVID-19, langkah pencegahan penyakit, informasi pengobatan, dan informasi lain yang dinilai dapat membantu masyarakat menghadapi situasi pandemi.

BACA JUGA:  Miliki Pikiran Positif selama Pandemi dengan Memperbaiki Kecerdasan Emosi

Hal termudah bagi masyarakat untuk menjaga diri adalah dengan mencari informasi dan mempelajari cara untuk mencuci tangan yang baik dan benar. Sebab, salah satu contoh dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kegiatan cuci tangan dengan benar sesuai anjuran WHO. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2018) yang dilakukan Kemenkes dan Balitbangkes pada tahun 2018, perilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia pada individu dengan usia diatas 10 tahun memiliki persentase sebesar 49,8%. Masih ada 50,2% dari populasi masyarakat di Indonesia yang belum menerapkan perilaku cuci tangan dengan benar. Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa budaya PHBS di Indonesia masih kurang. Penyebaran informasi untuk menyebarkan pengetahuan terkait hal tersebut menjadi faktor yang sangat penting dalam menerapkan PHBS. Dengan pengetahuan yang baik, maka Perilaku Hidup Bersih dan Sehat tersebut juga akan baik sehingga akan berdampak terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Kasus COVID-19 di Indonesia masih belum usai dan terus mengalami peningkatan, dari awal kasus yang hanya 2 terkonfirmasi positif sampai pada 650.197 kasus terkonfirmasi positif, dengan 531.995 yang sudah terkonfirmasi sembuh. Ketercapaian banyaknya pasien yang sembuh tersebut tidak terlepas dari adanya kebijakan baru dan protokol kesehatan terkait COVID-19 yang dibuat oleh pemerintah untuk menekan angka peningkatan kasus COVID-19 tersebut. Artinya, dengan adanya protokol kesehatan terkait COVID-19 tersebut, pemerintah telah berusaha menyebarluaskan pengetahuan terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan masyarakat di masa ini, sedangkan munculnya kebijakan-kebijakan baru secara masif untuk mengurangi kerumunan, yang berarti pemerintah telah berusaha melakukan preventif untuk menekan peningkatan kasus COVID-19 ini.

Munculnya kebijakan-kebijakan baru dan protokol kesehatan akibat COVID-19 tersebut dapat berjalan dengan baik dengan adanya partisipasi masyarakat, sehingga efektivitas dari kebijakan dan protokol kesehatan terkait COVID-19 yang dibuat oleh pemerintah untuk menekan kasus COVID-19 di Indonesia tersebut sangat bergantung kepada perilaku masyarakat di Indonesia.

BACA JUGA:  Mengenal Fungsi Dasar Keluarga

Perilaku seseorang baik secara sadar maupun tidak sadar adalah hal yang wajar ada pada tiap individu. Perilaku yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan seseorang. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah salah satu contoh aplikasi dari perilaku kesehatan yang dapat menjaga kesehatan seseorang. Sudah seharusnya upaya PHBS ini melekat pada gaya hidup kita, gaya hidup yang sehat sangat berpengaruh pada penurunan risiko kematian. Upaya PHBS lainnya selain kegiatan cuci tangan adalah melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan kapasitas istirahat yang cukup.

Tidur yang tidak berkualitas akan berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental serta dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang lemah dapat membuat tubuh kita mudah terinfeksi virus dan bakteri dan membuat tubuh kesulitan dalam melawan infeksi. Masalah lain yang menjadi perhatian dalam situasi pandemi ini adalah meningkatnya angka stress akibat kejenuhan karena pandemi memaksa kita semua untuk beraktivitas di dalam rumah. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi kondisi stress yang lebih parah yaitu dengan mematikan perangkat elektronik seperti handphone dan hal lainnya yang sekiranya dapat menyebabkan kecemasan dan memengaruhi kesehatan mental. Gaya hidup sehat lainnya yaitu dengan tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang.

Meskipun pandemi membuat kita semua melalui waktu yang sulut, pandemi bukanlah akhir dari segalanya, bukan juga menjadi sebuah hambatan untuk menjadi produktif dalam beraktivitas ataupun menghambat diri kita untuk beralih ke bergaya hidup yang lebih sehat. Justru dengan adanya pandemi merupakan kesempatan kita untuk meningkatkan kesadaran mengenai budaya hidup bersih dan sehat. Kebersihan selalu membawa kesehatan dan seseorang dengan kondisi tubuh yang sehat adalah mereka yang mampu menjaga gaya hidup yang baik.

BACA JUGA:  Haruskah Perempuan Berperan?

 

Referensi
Adliyani, Zaraz O N. Pengaruh Perilaku Individu terhadap Hidup Sehat Volume 4 Nomor 7. Lampung: Universitas Lampung. 2015.
Velavan TP, Meyer CG. The COVID-19 epidemic. Tropical Medicine and International Health. 2020.
Sohrabi C, Alsafi Z, O’Neill N, Khan M, Kerwan A, Al-Jabir A, et al. World Health Organization declares global emergency: A review of the 2019 novel coronavirus (COVID-19). International Journal of Surgery. 2020.
Hageman JR. The Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Pediatr Ann. 2020;
Heymann DL, Shindo N. COVID-19: what is next for public health? The Lancet. 2020.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Hasil Utama Riskesdas 2018. [online] Available at: https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf. Accessed on: December 15, 2020.
Kementerian Kesehatan RI. 2016. PHBS. [online] Available at: http://promkes.kemkes.go.id/phbs. Accessed on: December 15, 2020.
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. [online] Available at: http://promkes.kemkes.go.id/pub/files/files13583Pedoman_umum_PHBS.pdf. Accessed on: December 15, 2020.
WHO. 2020. Coronavirus. Available at: https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1. Accessed on December 15, 2020.
Abbas, A. M., & Kamel, M. M. (2020). Dietary habits in adults during quarantine in the context of COVID-19 pandemic. Obesity medicine, 19, 100254. https://doi.org/10.1016/j.obmed.2020.100254
Fazel-Tabar Malekshah, A., Zaroudi, M., Etemadi, A., Islami, F., Sepanlou, S., Sharafkhah, M., Keshtkar, A. A., Khademi, H., Poustchi, H., Hekmatdoost, A., Pourshams, A., Feiz Sani, A., Jafari, E., Kamangar, F., Dawsey, S. M., Abnet, C. C., Pharoah, P. D., Berennan, P. J., Boffetta, P., Esmaillzadeh, A., … Malekzadeh, R. (2016). The Combined Effects of Healthy Lifestyle Behaviors on All-Cause Mortality: The Golestan Cohort Study. Archives of Iranian medicine, 19(11), 752–761.
Mahendra, G., 2020. Budaya Tempat Cuci Tangan Padasan Di Depan Rumah – Google Search. [online] Google.com. Available at: <https://era.id/sejarah/40742/sejarah-cuci-tangan-di-indonesia-yang-telah-eksis-di-rumah-moyang-kita-zaman-dahulu> [Accessed 15 December 2020].

Komentar

Berita lainnya