Puluhan anak-anak termasuk di antara lebih dari 400 korban yang tewas akibat serangan udara Israel dalam beberapa jam terakhir.
GAZA, PALESTINA – Lembaga kemanusiaan Save the Children mengutuk keras dimulainya kembali perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa masyarakat internasional tidak dapat menutup mata karena anak-anak di Gaza sekali lagi berisiko terbunuh, cacat, mengungsi, kelaparan, dan menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan cuaca.
Rachael Cummings, direktur kemanusiaan Save the Children yang berkantor di Deir el-Balah, Gaza tengah, mengatakan bahwa gagalnya gencatan senjata tidak lebih dari hukuman mati bagi anak-anak Gaza.
Penolakan bantuan yang bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadan juga merupakan “pelanggaran berat terhadap anak-anak”, kata Cummings seperti dilansir Aljazeera.
“Kami menuntut gencatan senjata segera dan definitif serta pembatasan bantuan kemanusiaan segera dicabut,” tambahnya. “Apa pun yang kurang dari itu merupakan kegagalan besar untuk menegakkan hukum humaniter internasional dan melindungi yang paling rentan.”
Puluhan anak-anak termasuk di antara lebih dari 400 korban yang tewas akibat serangan udara Israel dalam beberapa jam terakhir.
Lebih dari 17.800 anak telah terbunuh sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, sementara ribuan lainnya hilang.
