DEPOKPOS – Kalau kamu kira durian unggul cuma berasal dari luar negeri, siap-siap berubah pikiran! Durian Bawor dari Banyumas, Jawa Tengah, hadir dengan ukuran besar, rasa manis-pahit yang khas, dan daging buah yang legit.
Uniknya, Bawor bukan durian impor yang sengaja dibawa ke Indonesia. Ia lahir dari tangan seorang guru SD bernama Sarno Ahmad Darsono. Berbekal ketekunan, ia menyambung batang durian unggul dengan teknik yang disebut grafting, alias mencangkok dua jenis batang jadi satu tanaman baru. Hasilnya adalah durian dengan kualitas juara yang kini jadi kebanggaan Banyumas.
Kenapa Disebut “Monthong-nya Indonesia”?
Nama Bawor sendiri diambil dari tokoh punakawan dalam budaya Jawa, simbol kekuatan dan keunikan. Dan ternyata, namanya nggak untuk keren-kerenan. Pohon Bawor tergolong genjah, istilah petani untuk tanaman yang cepat berbuah. Begitu produktif, satu pohon bisa menghasilkan 80 hingga 100 buah, dengan bobot rata-rata 3 Kg/buah. Nggak heran kalau durian ini disebut-sebut sebagai penantang serius durian Monthong asal Thailand.
Fondasi Kokoh Sang Raja Buah
Salah satu keunikan Bawor ada di bawah tanah, tepatnya di akarnya. Lewat teknik perbanyakan khusus, beberapa batang bawah disatukan dengan batang utama sehingga satu pohon bisa punya dua, tiga, bahkan lebih dari empat “kaki” alias sistem akar. Semakin banyak kaki, semakin kuat pohon menyerap air dan unsur hara dari tanah. Berkat teknik ini, Bawor bahkan sudah bisa mulai berbuah di usia yang terbilang muda, sekitar tiga tahun.
Tapi jangan salah, kaki ganda bukan jaminan pohon bisa dibiarkan begitu saja. Petani tetap harus memilih bibit yang sehat, menanamnya di lahan dengan drainase baik, dan rutin merawatnya mulai dari pemupukan sampai pengendalian hama.
Bukan Cuma Enak, Tapi Juga Bergizi
Daging buah Bawor tebal, berwarna kuning hingga jingga, dengan biji yang relatif kecil, jadi bagian yang bisa dimakan jauh lebih banyak. Rasanya manis dengan sensasi pahit khas yang bikin nagih. Selain enak, durian ini juga bergizi. Dalam 100 gram daging durian terkandung sekitar 1,47 gram protein, 5,33 gram lemak, 27,09 gram karbohidrat, dan 3,8 gram serat, ditambah vitamin C, vitamin B1, B6, kalium, dan magnesium.
Pasarnya Meluas, Olahannya Beragam
Popularitas Bawor ternyata nggak cuma bertahan di dalam negeri. Durian ini sudah dipasarkan hingga ke Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Potensinya pun nggak berhenti di buah segar saja, banyak olahan kreatif lahir dari Bawor, mulai dari pancake durian, es krim, dodol, selai, sampai makanan beku. Pengembangan produk olahan dapat memperpanjang masa simpan sekaligus meningkatkan nilai jual.
Bukti Buah Lokal Bisa Bersaing
Kisah Bawor membuktikan bahwa inovasi pertanian tidak harus datang dari laboratorium besar. Ia lahir dari kreativitas seorang petani lokal yang percaya bahwa durian Indonesia bisa sejajar dengan varietas dunia. Jadi, lain kali sebelum buru-buru cari Musang King atau Monthong, coba dulu mampir cicipi Bawor. Rasanya nggak kalah legit, dan kamu juga ikut mendukung petani lokal serta pelestarian buah asli Indonesia.
Raja durian ternyata tidak harus jauh-jauh dari luar negeri, ia ada di kebun kita sendiri.
Anggrea Azzahra, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Universitas Singaperbangsa Karawang

