JAKARTA – Kedutaan Besar Negara Qatar di Republik Indonesia memperingati Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan pada hari ini, 9 September 2026.
Peringatan ini menegaskan kembali komitmen Negara Qatar untuk mendukung upaya internasional dalam melindungi siswa, guru, sekolah, universitas, dan ruang belajar, serta memastikan keberlangsungan pendidikan di masa perang, konflik, dan krisis.
Dalam kesempatan ini, Kedutaan Besar bergabung dengan kampanye global #UniteToProtect, dengan menekankan bahwa pendidikan harus tetap dapat diakses dan aman bahkan di lingkungan yang paling rentan dan tidak aman.
Hari Internasional untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipelopori oleh Negara Qatar dan Sheikh Moza bint Nasser, etua Yayasan *Education Above All*, serta didukung oleh 62 negara.
Penetapan ini menjadikan tanggal 9 September sebagai peringatan internasional tahunan untuk menyoroti kebutuhan mendesak akan perlindungan pendidikan di zona konflik dan mengatasi hambatan terhadap keberlangsungannya.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Ketangguhan Manusia: Bisakah Pendidikan Bertahan dari Serangan?”, yang mencerminkan pergeseran fokus dari sekadar pencegahan serangan menuju penguatan kemampuan sistem pendidikan untuk bertahan, beradaptasi, pulih, dan memastikan keberlangsungan pembelajaran selama dan setelah konflik.
Hal ini menuntut kesiapsiagaan proaktif, termasuk sistem peringatan dini, infrastruktur pendidikan alternatif, solusi pendidikan jarak jauh, serta rencana kontingensi dan keberlangsungan pembelajaran.
Peringatan ini juga menyoroti peran penting siswa, guru, keluarga, dan masyarakat setempat dalam mengembangkan solusi inovatif untuk mempertahankan pendidikan di tengah konflik, pengungsian, dan serangan terhadap sekolah.
Selain itu, ditekankan pula pentingnya teknologi, platform pembelajaran digital, dan pendidikan jarak jauh ketika ruang belajar hancur, diduduki, atau tidak dapat diakses. Pada saat yang sama, penguatan ketangguhan pendidikan harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, upaya penegakan keadilan, dan akuntabilitas bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pendidikan.
Negara Qatar terus mendukung upaya internasional untuk melindungi hak atas pendidikan dan memperkuat ketangguhan sistem pendidikan melalui berbagai inisiatif dan kemitraan internasional.
Hal ini terutama diwujudkan melalui upaya Yayasan *Education Above All*, yang bekerja menyediakan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dan kaum muda kurang mampu yang terdampak krisis dan konflik di seluruh dunia.
Dalam konteks ini, Kedutaan Besar Negara Qatar di Indonesia menegaskan kembali dukungannya terhadap kampanye global #UniteToProtect serta kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi pendidikan dan memperkuat aksi kolektif guna menjamin keberlangsungan pembelajaran di lingkungan yang terdampak krisis dan konflik.
Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Negara Qatar, menegaskan bahwa: “Pendidikan bukan sekadar hak asasi manusia; pendidikan merupakan pilar fundamental bagi kemajuan masyarakat dan upaya mengatasi kesulitan. Kami tetap berkomitmen untuk mendukung dan melindungi hak anak-anak serta kaum muda dalam memperoleh pendidikan yang berkualitas dan aman, apa pun tantangan dan risikonya.” Pesan ini disampaikan dalam pidato sambutan dan pengantar pada acara peluncuran inisiatif Qatar dan dukungan terhadap resolusi PBB mengenai perlindungan pendidikan, pada tanggal 9 September 2020 di Doha.
Pada kesempatan ini, Kedutaan Besar Negara Qatar di Indonesia menyerukan kepada pemerintah, organisasi internasional dan kemanusiaan, mitra pembangunan, masyarakat sipil, kaum muda, pendidik, dan masyarakat setempat untuk menyatukan upaya dalam melindungi pendidikan dari serangan, mendukung siswa dan guru yang terdampak, memperkuat ketahanan sistem pendidikan serta keberlangsungan pembelajaran, dan menegakkan akuntabilitas atas pelanggaran yang terjadi.
Pada tanggal 9 September ini, mari kita #UniteToProtect (bersatu untuk melindungi) pendidikan.
Education Above All Foundation didirikan pada tahun 2012 melalui upaya Yang Mulia Sheikha Moza bint Nasser dan bergiat menyediakan kesempatan pendidikan bagi anak-anak serta kaum muda kurang mampu yang terdampak krisis dan konflik di seluruh dunia. Upaya diplomatik dan kemitraan internasional Qatar turut berkontribusi dalam penetapan tanggal 9 September sebagai Hari Internasional PBB untuk Melindungi Pendidikan dari Serangan yang diperingati setiap tahun.
