Scroll untuk baca artikel
Health

Apakah Air Purifier Bisa Menurunkan Risiko Kesehatan? Begini Penjelasannya

×

Apakah Air Purifier Bisa Menurunkan Risiko Kesehatan? Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Apakah Air Purifier Bisa Menurunkan Risiko Kesehatan? Begini Penjelasannya

DEPOKPOS – Jelang penghujung 2023, polusi udara masih menjadi topik perbincangan hangat saat ini, khususnya di Ibukota. Langit abu-abu karena diselimuti asap polusi seolah menjadi pemandangan biasa yang menemani aktivitas warga Ibukota tiap harinya.

Perbincangan polusi udara ini diikuti dengan naiknya informasi masyarakat yang mengalami gejala ISPA, seperti sakit tenggorokan, batuk, dan bersin.

Salah satu kandungan dari polusi udara ini adalah PM2.5. Mengutip laman BMKG, PM2.5 merupakan partikel-partikel kecil di udara yang berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil. PM2.5 dapat terbentuk dari hasil pembakaran, bulu hewan, serat kain, dan lain-lain.

Jika terjadi kontak ke manusia, PM2.5 terbukti dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari infeksi pernapasan, gangguan kardiovaskular, hingga peningkatan risiko stroke.

Untuk mengurangi dampak kesehatan akibat polusi udara, pemerintah telah menyarankan Work From Home bagi pekerja di DKI Jakarta. Namun, pada kenyataannya, polusi udara juga dapat terjadi di dalam ruangan, loh! Contohnya si PM2.5 ini.

Bahkan di suatu studi menyatakan bahwa PM2.5 di dalam ruangan lebih banyak berkontribusi ke kesehatan manusia daripada di luar ruangan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya aktivitas yang dilakukan manusia di dalam ruangan.

Lalu bagaimana mengurangi PM2.5 dalam ruangan?

Berbagai penelitian menunjukkan jumlah PM2.5 dalam ruangan terbukti berkurang dengan penggunaan air purifier. Air purifier adalah perangkat penyaring udara yang bekerja dengan menyedot udara ke dalam alat yang kemudian partikel kotor di udara akan tersaring filter, sehingga udara yang dikeluarkan akan lebih bersih.

Sayangnya, tak semua air purifier terbukti efektif dalam menyaring PM2.5 yang berukuran sangat kecil untuk terfilter dengan baik. Hanya jenis air purifier tertentu dengan filter maksimal yang terbukti efektif mampu menyaring PM2.5. Jenis tersebut adalah air purifier dengan HEPA Filter.

Disebutkan HEPA Filter setidaknya mampu menyaring 99,95% partikel halus di udara. Selain HEPA Filter, air purifier jenis ionizer juga dapat mengurangi jumlah PM2.5 dalam ruangan namun dianggap tidak sebaik HEPA Filter sebab ion yang dikeluarkan dapat menyebabkan efek kurang baik bagi tubuh.

Apakah penggunaan air purifier membantu menurunkan risiko kesehatan?

Mungkin kita bertanya-tanya, dengan berkurangnya jumlah PM2.5 yang tersaring dengan air purifier lantas risiko kesehatan akibat PM2.5 juga ikut menurun? Ternyata benar risiko kesehatan bisa menurun dengan penggunaan air purifier, loh!

Risiko kesehatan apa saja yang sudah terbukti bisa menurun dengan penggunaan air purifier dalam ruangan?

⦁ Gangguan jantung dan pembuluh darah
PM2.5 dapat masuk ke tubuh hingga pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Air purifier dalam ruangan dapat memberi manfaat kardiovaskular bagi orang yang tinggal di polusi tinggi.

⦁ Anemia
Penelitian yang dilakukan di kalangan ibu rumah tangga menunjukkan bahwa risiko anemia bisa diturunkan dengan pemakaian air purifier dalam ruangan.

⦁ Risiko non karsinogenik
Pada studi yang dilakukan di tempat tinggal yang dihuni perokok dan bukan perokok, risiko non karsinogenik akibat polutan dapat diturunkan dengan penggunaan air purifier di dalam ruangan.

⦁ Gangguan fungsi paru-paru
PM2.5 dikenal dengan memberi dampak buruk pada fungsi pernapasan. Dengan penggunaan air purifier terbukti memberikan manfaat pada fungsi pernapasan secara signifikan.

⦁ Berat bayi lahir rendah
Penggunaan air purifier dalam lingkungan berpolusi tinggi bisa meningkatkan rata-rata berat badan bayi lahir hingga 85 gram.

⦁ Kematian dini
Penggunaan air purifier terbukti dapat mengurangi jumlah kematian dini hingga 86%, loh!

Air purifier merupakan alat yang membantu membersihkan udara di ruangan. Meskipun air purifier dapat mengurangi risiko kesehatan, namun yang utama yaitu kita bersama-sama berpartisipasi dalam mengurangi tingkat polusi udara.

Oleh: Dhyneke Pramitha Yuciana, Sabrina Handayani Suciyono Astuti
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia