DEPOK – Mubalighah Kota Depok Asih Sakinah menegaskan, kekerasan seksual, kejahatan seksual yang kian merebak hari ini diakibatkan dari penerapan sistem kehidupan yang rusak (sekuler).
“Kita mengalami darurat kekerasan seksual dikarenakan pelaksanaan sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan,” ungkapnya dalam Forum, Kajian Keluarga Sakinah: Kekerasan Seksual Merebak Wujud Pergaulan Rusak, (19/07/2026) di Depok.
Karena menurutnya, sudah sangat banyak kasus kejahatan seksual. “Susah ada terjadi kasusnya pada tetangga kita, masyarakat kita, bahkan di Depok juga banyak kasusnya, baik yang terungkap ataupun yang tidak. Ini sebagai gambaran sudah sangat darurat, sudah sangat mendesak, harus secepatnya dicari solusinya,” tegasnya di hadapan puluhan peserta.
Menurutnya, dalam sistem sekuler ini kasus kekerasan seksual terus melonjak sekalipun sudah ada upaya-upaya. “Beberapa undang-undang diluncurkan, ada undang-undangnya TPKS, Tindak Pidana Kekerasan Seksual tahun 2012, ada undang-undangnya perlindungan anak juga pendidikan, begitu juga upaya berbagai regulasi yang diluncurkan. Ternyata semuanya itu hanya bersifat kuratif, baru turun tangan misalnya aparat ketika viral, ketika sudah terjadi kasusnya dan nanti terulang lagi. Artinya tidak ada upaya preventif atau pencegahan, bentengnya itu tidak ada,” bebernya.
Negara, sebutnya, hanya sebagai penonton, tidak ada kontrol pengawasan, Sehingga yang muncul adalah kebebasan. Semuanya ini akibat dari penerapan sistem kehidupan sekuler, tak jarang kita dengar, tidak usah fanatik, tidak usah bawa-bawa agama, inikan di kantor, inikan di kehidupan yang heterogen, beragam. Di sini semua agama ada, tidak usah bawa-bawa Islam deh. Dianggapnya bisa baik, bisa bener tanpa agama,” katanya.
Ia pun menegaskan, penerapan sistem sekuler membuat kita tidak aman, nyaman, tentram, sentosa, selamat, sejahtera. Padahal, kita menginginkan itu, karena keamanan dan perlindungan diri bagian dari kebutuhan yang asasi, kebutuhan pokok.
Dalam kehidupan sekuler, sebutnya, akhirnya kehidupannya jadi rusak. “Orang yang bener pun menjadi rusak, karena ideologi sekuler kapitalis itu adalah ideologi atau pandangan hidup yang rusak dan merusak. Jadi yang kita ubah adalah sistem kehidupan,” pungkasnya.[] Sari Liswantini
