Oase

Pahala Investasi dan Dosa Investasi

×

Pahala Investasi dan Dosa Investasi

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Setiap manusia hidup di dunia ini hakikatnya sedang berinvestasi, setidaknya ada dua macam investasi, yakni pahala investasi dan dosa investasi.

Hal tersebut diungkap Aktivis Dakwah, Siti Aisyah dalam Kajian Muslimah Rutin, Pilih Investasi Pahala atau Investasi Dosa?, Sabtu (25/11/2025) di Cipayung Depok.

Adapun dua macam investasi sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Pahala Investasi dan Dosa Investasi karya Dwi Condro Triono yakni: Pertama, pahala investasi adalah amal-amal yang manfaatnya terus berlangsung, walaupun pelakunya telah wafat.

“Contohnya, ilmu yang bermanfaat, seperti mengajar, menulis, atau berdakwah yang ilmunya diamalkan orang lain; sedekah jariyah, seperti membangun masjid, sumur, sekolah, rumah sakit, atau amal lain yang memberi manfaat berkelanjutan dan; doa anak yang saleh seperti mendidik anak agar taat kepada Allah, sehingga kelak mereka mendoakan orang tuanya, ujarnya di hadapan sekitar 17 jemaah.

Kedua, dosa investasi adalah dosa yang terus mengalir akibat kelalaian atau pembiaran, meski pelakunya tidak secara langsung melakukan kemaksiatan.

“Dosa investasi lahir bukan hanya dari tindakan dosa langsung, melainkan juga dari kelalaian, ketidakpedulian, atau tidak menjalankan kewajiban syariat Islam, sehingga dosanya terus tercatat,” terangnya.

Ia pun memberikan contohnya, di antaranya, diam terhadap kemungkaran, seperti melihat kerusakan akhlak, penyimpangan hukum, atau kezaliman, tetapi tidak berusaha mencegahnya; tidak menjalankan kewajiban kolektif umat, seperti meninggalkan penegakan hukum Islam atau tidak peduli terhadap urusan umat; dan mewariskan keburukan seperti menulis, mengajarkan, atau menormalisasi keburukan yang terus diikuti orang lain, walaupun si pelaku sudah meninggal.

“Dalam hal ini, dosa tidak hanya bersifat individual, tapi juga bisa bersifat kolektif, karena kelalaian umat secara bersama dapat menimbulkan beban dosa yang terus mengalir. Seorang Muslim bisa saja rajin ibadah pribadi (salat, puasa, sedekah), tetapi jika ia diam ketika hukum Allah diabaikan, atau tidak peduli dengan kemungkaran yang merajalela, maka ia bisa terjebak dalam dosa investasi. Sebaliknya, seorang Muslim yang berkontribusi bagi perbaikan umat, berdakwah, menyebarkan ilmu, dan membangun amal jariyah, akan mendapatkan pahala investasi yang besar,” bebernya.

Oleh karena itu, menurutnya, yang harus dilakukan seorang Muslim senantiasa meningkatkan kesadaran kolektif (berjemaah). Artinya umat Islam harus sadar bahwa kewajiban tidak berhenti pada ibadah individu, tetapi juga mencakup kewajiban sosial untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Seorang Muslim bisa melakukan perbaikan sesuai kemampuan, baik dengan lisan, tulisan, atau tindakan nyata. Yang lebih penting lagi, prioritaskan menegakkan syariah Islam secara kaffah jangan setengah-setengah, sehingga kemungkaran dapat dicegah.

“Maka, dengan memahami konsep pahala investasi dan dosa investasi ini, semoga kita semua lebih berhati-hati dalam hidup, memperbanyak amal jariyah, serta menjauhi kelalaian yang bisa menjadi beban abadi di akhirat kelak,” pungkasnya []Mega Marlina