Produk Perbankan Syariah Kurang Menarik?

DEPOKPOS – Sistem Perbankan sudah menyatu dalam kehidupan kita sehari-harinya. Perbankan menawarkan pelayanan yang memudahkan masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Perbankan memiliki produk berupa pinjaman uang dengan jaminan atau tidak dengan jaminan. Produk pinjaman ini tentunya mempermudah nasabah memenuhi kebutuhan.

Produk pinjaman pada perbankan umumnya (konvensional) memungut tambahan berupa bunga yang besarannya tergantung pada jumlah pinjaman.

Seiring dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan, masyarakat islam menyadari bahwa tambahan atau bunga yang dimaksud masuk kedalam riba. Dan riba telah dilarang dalam ajaran Agama Islam.

Dari situ muncullah perbankan dengan sistem yang telah disesuaikan dengan syariat-syariat islam. Atau yang biasa kita sebut sebagai Bank Syariah.

Bank Syariah sendiri adalah lembaga keuangan dengan model usaha berupa pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang dengan prinsip dasar syariah, demi menyelamatkan umat Islam dari praktek riba.

Meski sering terjadi perbedaan mengenai hukum bunga bank adalah riba. Namun permasalah riba ini mendorong pertumbuhan perbankan syariah di dunia terutama negara-negara dengan mayoritas penduduk beragama islam, salah satunya Indonesia.

BACA JUGA:  Mengatasi Rasa Malas, Gampang Koq!

Namun dengan begini, kehadiran bank syariah masih kurang menarik minat Masyarakat ketimbang bank umum atau konvensional.

Meskipun jumlah nasabah bank syariah kedapatan naik di tiap tahunnya, hal tersebut masih belum bisa menyaingi jumlah nasabah bank konvensional di Indonesia pada tahun 2020 yaitu sejumlah 76.122.714 rekening.

menurut finansial.bisnis.com, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Mencatat total nasabah hingga periode Mei 2023 terpantau terus mengalami pertumbuhan mencapai 18,7 juta.

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan bahwa bank syariah masih kurang diminati Masyarakat

Apa saja? Yuk lansung kita bahas alasannya

Sistem Perbankan Syariah yang masih asing di telinga Masyarakat

Yang pertama menjadi alasan bahwa bank syariah kurang diminati adalah karna sistemnya yang masih asing ditelinga Masyarakat luas

Dari dulu masyarakat Indonesia jauh lebih mengenal sistem bank yang berbentuk suku bunga ketimbang sistem bank bagi hasil. Inilah salah satu alasan kenapa bank syariah kalah dengan bank konvensional.

Bank syariah sendiri baru berdiri dan beroperasi pada tahun 1992. Yang mana bank konvensional telah sangat lama berdiri dan sudah menjadi bagian dari kehidupan Masyarakat.

BACA JUGA:  Mengapa Semakin Dewasa Semakin Sedikit Memiliki Lingkaran Sosial yang Luas?

Pada bank syariah tidak menggunakan sistem bunga, tapi menggunakan sistem bagi hasil.

Ada juga beberapa sistem lain yang dialikasikan pada bank syariah seperti  Al-Wadiah atau tabungan yang berarti uang nasabah disimpan atau dijaga dan dapat di kembalikan kapanpun sesuai keinginan nasabah dan tidak ada bunganya.

Tentunya bank syariah bakal menjelaskan sistem yang diterapkan sesuai dengan prinsip syariah Islam yaitu bebas riba.

Dari dulu masyarakat Indonesia jauh lebih mengenal sistem bank yang berbentuk suku bunga ketimbang sistem bank bagi hasil. Inilah salah satu alasan kenapa bank syariah kalah dengan bank konvensional.

Sumber daya manusia yang belum memadai

Untuk alasan lain kenapa bank syariah kalah peminat bank konvensional adalah sumber daya manusia kurang memadai.

Para akademisi yang ada di Indonesia kebanyakan memilih ilmu perekonomian konvensional sebagai disipin ilmu yang ditekuni.

Mereka yang mempelajari ilmu ekonomi konvensional beralasan bahwa ilmu ekonomi konvenisional lebih mudah dan dianggap lebih baik ketimbang ilmu ekonomi syariah.

BACA JUGA:  Mendag Percepat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

Maka dari itu pantas saja jika perkembangan bank syariah lambat di Indonesia.

Pelayanan khusus bagi nasabah

Menurut Statistik Perbankan Syariah (SPS) Tingkat pertumbuhan nasabah bank syariah memang lebih unggul pada 3 sampai 5 tahun terakhir

Namun hal ini belum dapat menyaingi jumlah nasabah pada bank konvensional meski persentase pertumbuhannya dapat dibilang tidak stabil.

Ada beberapa alasan yang menjadik bank konvensional lebih bisa menarik nasabah ketimbang bank syariah adalah;

Bank Konvensional mengadakan undian untuk nasabah-nya dengan nilai fantastis setiap tahunnya. Ini salah satu senjata bagi bank konvensional untuk memikat nasabah-nya.