Opini  

Bahaya Mengintai bagi Kaum LGBT

 

Oleh: Siti Aisyah S.Sos., Aktivis Muslimah

Sungguh miris, fenomena kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) ini kian hari semakin meresahkan. Keberadaannya pun semakin massif seakan dilindungi bahkan biasa di mata dunia. Keinginan untuk diakui pun semakin lama semakin besar, sehingga dengan bangganya mereka menunjukkan eksistensinya baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan mereka pun sangat berani mengampanyekan eksistensinya dalam kehidupan ini.

Keberanian kaum LGBT menunjukkan eksistensinya itu karena ada dukungan dari beberapa negara di dunia. Sekitar 32 negara telah mendukung legalisasi LGBT dan 22 di antaranya membuat perlindungan hukum atas legalnya pernikahan sesama jenis. Tak hanya itu, sebagaimana yang diberitakan Brillio.net, lebih dari 200 perusahaan raksasa juga mendukungnya, baik melalui pernyataan resmi di websitenya, juga melalui kucuran dana. Dukungan resmi bagi kaum Sodom ini pun datang dari PBB melalui United Nations Development Programme (UNDP).

BACA JUGA:  Stop Menormalkan Dinasti Politik!

Bahkan beberapa negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim, seperti Indonesia walaupun tidak secara terang-terangan memberikan dukungan tapi dalam sosial media, seperti Facebook mem-banned akun manapun yang membahas LGBT. Yang pasti pembelaan terhadap kaum terlaknat ini sangat kentara di depan mata.

Padahal, jelas sekali perilaku menyimpang tersebut dalam Islam merupakan dosa besar dan hukumnya haram, karena menyalahi aturan dari Allah SWT. Ditambah bahaya dari perilaku menyimpang tersebut sungguh luar biasa dan akan dirasakan ketika masih di dunia. Bahkan, secara medis banyak sekali penyakit yang mematikan muncul akibat perilaku laknat tersebut. Ngeri tentunya.

Salah satu penyakit yang mematikan di tengah-tengah mewabahnya kaum LGBT itu adalah Sarkoma Kaposi. Sarkoma Kaposi adalah kanker yang berasal dari pembuluh darah, ditandai dengan munculnya bercak dan benjolan kecil berwarna merah atau keunguan di kulit (seperti kulit yang memar). Penyakit ini muncul akibat infeksi virus human herpesvirus 8 (HHV8). Virus ini menyerang sel-sel yang melapisi saluran dan kelenjar getah bening atau pembuluh darah.

BACA JUGA:  Stop Menormalkan Dinasti Politik!

Penyakit yang muncul pertama kali di kalangan gay di Amerika Serikat ini sudah merambah hadir di Indonesia. Sebagaimana yang disampaikan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Dewi Inong melalui RMOL 1, Febuari 2018 menyebutkan bahwa penyakit ini telah merambah hingga ke Indonesia. Jika dahulu penyakit tersebut ditemukan pada pasien-pasien yang telah terinfeksi HIV/AIDS namun kini virus tersebut telah bermutasi dan hidup di dalam tubuh para pelaku LGBT. Monster ini terbentuk dari hasil pertemuan antara HIV, sistem imun yang melemah, dan virus herpes manusia (HHV‐8).

Menurutnya, penyakit ini pun lebih sering ditemukan pada penderita yang tingginya aktivitas seksualnya. Pertama kali ditemukan di Indonesia tepatnya di Serang. Dengan pengidap seorang anak laki-laki yang orientasi seksualnya adalah LSL (Lelaki seks dengan Lelaki). Uniknya tidak ditemukan virus HIV pada tubuh orang tersebut, hingga ia meninggal dunia.

BACA JUGA:  Stop Menormalkan Dinasti Politik!

Sungguh sangat mengerikan bahaya yang ditimbulkan dari perilaku bejat kaum LGBT ini. Sudahlah dosa besar, ditambah penyakit yang ditimbulkan dapat mematikan. Yang pasti hidup di dunia berlimang dosa dan sengsara di akhirat juga akan mendapat siksa api neraka. Naudzubillahi mindzalik, semoga kita terhindar dari itu semua.

Oleh karenanya, seharusnya ini menjadi bahan perenungan khususnya bagi penguasa karena bahaya besar akan menghadang dan mengintai negeri ini. Jika kaum laknat ini diberi tempat dan dibuatkan payung hukumnya agar bisa eksis, maka akan ada banyak sekali penderita yang mengidap penyakit yang mematikan ini. Bahkan bisa saja menyebar di tengah-tengah lingkungan kita, dan bisa juga menyerang sanak famili kita.[]