Scroll untuk baca artikel
Opini

Metode Dakwah dalam Bimbingan Konseling Islam

×

Metode Dakwah dalam Bimbingan Konseling Islam

Sebarkan artikel ini

DEPOK POS – Metode bimbingan dan konseling dalam dakwah apakah diperlukan? mengingat banyaknya masalah yang terkait dengan keimanan dan pengamalan keagamaan yang tidak bisa diselesaikan dengan metode ceramah ataupun diskusi. Ada sejumlah masalah yang harus diselesaikan secara khusus, secara individual dan dengan tatap muka antara pendakwah dan mitra dakwah. Hal semacam ini membutuhkan pendakwah (konselor) tempat ia mencurahkan perasaannya, dan memperoleh kehangatan persahabatan serta kesejukan nasehat darinya.

Nah temen – temen, di era globalisasi yang dahsyat ini telah memberikan dampak bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah dalam lingkup dakwah Islam. Pada era ini secara sadar maupun tidak umat manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan. Pada satu sisi pilihan tersebut akan membawa hikmah dan manfaat bagi kehidupan dirinya, tetapi di sisi lain akan memberikan mudharat dan kesengsaraan.

Pada masa ini seakan tidak bisa dibendung lajunya permasalahan ummat, karena telah memasuki setiap sudut negara sehingga menjadi problem yang sangat besar pagi para da’i. Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah tantangan dakwah yang semakin berat dan penerapan metode dakwah yang belum tepat, baik yang bersifat internal maupun eksternal.

Dakwah merupakan suatu aktivitas seorang muslim untuk menyebarkan ajaran Islam ke muka bumi yang penyampaiannya diwajibkan kepada setiap muslim, yang mukalaf sesuai dengan kadar kemampuannya. Islam adalah agama dakwah artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah. Implikasi dari pernyataan Islam sebagai agama dakwah menuntut ummatnya agar selalu menyampaikan dakwah, karena kegiatan ini merupakan aktivitas yang tidak pernah usai selama kehidupan dunia masih berlangsung dan akan terus melekat dalam situasi dan kondisi apa pun bentuk dan coraknya.

Seperti Metode al-hikmah, mau’idzah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan dalam bimbingan dan konseling Islam memberikan kontribusi yang erat kaitannya dengan kejiwaan individu untuk merubah diri menjadi manusia yang lebih baik, di mana hal itu tidak dapat terpisahkan dengan masalah-masalah spiritual (keyakinan). Islam memberikan bimbingan kepada individu agar dapat kembali kepada bimbingan Al-Qur’an dan AsSunnah. Ketika individu memiliki sikap tidak yakin terhadap Tuhannya, disinilah pengaruh bimbingan dan konseling Islam dalam memberikan dorongan penyembuhan terhadap jiwa berupa sikap dan cara berfikir lurus dalam menghadapi problem hidup, sehingga Islam sebagai agama yang diyakini oleh umat Islam mampu mengarahkan individu agar dapat mengerti apa arti dari kehidupan dengan penuh keyakinan kepada Dzat yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT.

Oke sampai sini.. dapat disimpulkan bahwa konseling Islam dapat dilakukan dengan berbagai metode. Penggunaan metode tersebut disesuaikan dengan karakteristik konseli, jenis permasalahan yang dihadapi sesuai tingkat kesulitannya, ragam permasalahannya, jangka waktunya ataupun.

Satu lagi nih temen – temen, Dakwah bukan saja harus memberikan wawasan keislaman yang lebih luas (lebih kognitif), dan bukan hanya memberikan hiburan untuk melupakan persoalan dan meredakan tekanan psikologis. Dakwah juga harus membantu orang-orang modern dalam memahami dirinya. Para da’i harus mampu membimbing umat untuk memahami realitas, memaksimalkan potensi yang mereka miliki dan akhirnya mengembangkan kepribadian mereka.

Metode dakwah dan implementasinya dalam bimbingan dan konseling Islam karena keduanya bisa dikatakan saling berkaitan sebagaimana yang sudah dijelaskan diawal.
Bahwasanya esensi dakwah terletak pada usaha pencegahan dan penanganan penyakit-penyakit masyarakat yang bersifat psikis. Sedangkan tujuan bimbingan dan konseling Islami adalah agar individu menjadi muslim yang bahagia dunia dan akhirat. Aamiin..

Oleh : Zahratul Hana