oleh

Protokol Kesehatan pada Jasa Pengiriman Sudah Dipatuhi, Yakin?

Dewasa ini, masyarakat lebih memilih untuk berbelanja online untuk memenuhi kebutuhannya ketimbang harus keluar rumah pada saat pandemi Covid-19. Selain untuk langkah dalam pencegahan penularan Covid-19, hal tersebut juga disebabkan karena pemerintah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga masyarakat lebih memilih untuk tetap berada di rumah. Hal ini menyebabkan penggunaan jasa kurir meningkat dengan signifikan. Walaupun bisnis jasa kurir sedang meningkat, perusahaan penyedia jasa pengiriman tetap tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan. Oleh karena itu, sangat diperlukan SOP yang sesuai dengan protokol kesehatan demi keselamatan kurir dan masyarakat yang menggunakan jasa pengiriman tersebut dari risiko tertular Covid-19.

Tidak hanya membuat krisis pada sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga membuat sektor perekonomian ikut merasakan krisis ekonomi. Berbeda dengan bisnis lainnya, jasa pengiriman logistik justru tumbuh dan meroket ketika masa pandemi berlangsung. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan jasa pengiriman barang semakin tinggi di masa pandemi Covid-19. Beberapa jasa pengiriman yang mengalami kenaikan pelanggan berasal dari pengiriman barang hasil transaksi e-commerce domestik. Penggunaan jasa pengiriman dapat naik dua hingga tiga kali lipat dari jika dibandingkan sebelum terjadinya pandemi. Dari sisi permintaan, masa pandemi Covid-19 membuat pengiriman barang individu meningkat karena dipengaruhi oleh perubahan perilaku membeli secara langsung menjadi secara tidak langsung. Meskipun pengiriman barang luar negeri menurun akibat dibatasinya penerbangan, volume pengiriman barang domestik, antarpulau, dalam kota, antar kota, maupun antar provinsi meningkat. Selain jasa pengiriman barang atau ekspedisi logistik, pengiriman barang konsumsi seperti Gojek, Grabfood, dan jasa antar makanan atau minuman lainnya juga ikut mengalami peningkatan. Masyarakat menggunakan jasa pengiriman tersebut akibat adanya PSBB dan protokol kesehatan yang mengharuskan untuk tetap tinggal di rumah.

BACA JUGA:  Waspadai Dampak Alergi Susu Sapi pada Tumbuh Kembang Aanak

Pada masa pandemi Covid-19 yang menuntut masyarakat untuk tetap berada dirumah saja, menyebabkan penggunaan jasa kurir meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh MarkPlus, Inc. dimana frekuensi penggunaan jasa kurir pada saat pandemi Covid-19 meningkat dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Salah satu contoh dari perusahaan jasa pengiriman yang mengalami peningkatan yaitu JNE. Vice President PT. Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE), Eri Palgunadi mengaku bahwa bisnis miliknya mengalami kenaikan sebesar 10-20% selama pandemi ini. Walaupun JNE kini tengah mengalami kenaikan, perusahaan memastikan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan, oleh karena itu mereka membuat SOP bisnis yang sesuai dengan protokol kesehatan. Selain perusahaan JNE yang mengalami kenaikan pada saat pandemi Covid-19, masih ada beberapa perusahan jasa pengiriman lainnya yang mengaku hal sama. Beberapa perusahaan jasa pengiriman tersebut adalah Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo). Masyarakat juga tentunya menjadi lebih selektif dalam memilih jasa ekspedisi yakni sebesar 72% masyarakat menjadi lebih selektif. Adapun sistem pengiriman yang lebih diminati masyarakat pada saat pandemi Covid-19 adalah sistem pengiriman satu hari sampai atau same-day delivery. Diprediksi kedepannya setelah pandemi Covid-19 peminat sistem pengiriman satu hari meningkat menjadi 67,2% dari 57,4% pada saat pandemi Covid-19 masih terjadi. Sedangkan untuk peminat sistem pengiriman yang reguler atau next-day delivery akan relatif tetap sama antara saat pandemi dan setelah kondisi kembali normal.

BACA JUGA:  Waspadai Dampak Alergi Susu Sapi pada Tumbuh Kembang Aanak

Sebagian besar penyedia jasa pengiriman atau ekspedisi memberlakukan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah Pos Indonesia, adanya prosedur tambahan yang diaplikasikan kepada petugas Pengantar Pos sebelum terjun ke lapangan, seperti melakukan cek suhu tubuh dan diwajibkan menggunakan APD seperti masker dan sarung tangan. Lalu, setiap paket yang akan diantar telah melalui protokol standar penanganan Covid-19. Selain Pos Indonesia, jasa pengiriman JNE dan J&T juga melaksanakan protokol kesehatan tambahan kepada kurir pengantar, dan menambahkan stiker ‘sterilisasi’ sebagai tanda bahwa barang yang diterima telah disemprot disinfektan. Selain itu, J&T menggunakan mesin sortir otomatis di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang guna meminimalisir kontak secara langsung antara pekerja dengan setiap paket yang akan dikirimkan.

Perubahan perilaku masyarakat dalam melakukan pembelian barang menjadi tidak langsung atau memakai jasa pengiriman terjadi akibat adanya kebijakan PSBB dan dalam rangka mencegah penularan virus. Keberlangsungan proses distribusi barang tentunya harus dilakukan dengan menerapkan SOP bisnis yang sesuai dengan protokol kesehatan. Penerapan SOP yang ketat oleh penyedia layanan jasa akan dinilai positif oleh para konsumen. Kemudian protokol kesehatan yang harus diterapkan yaitu berupa penyemprotan desinfektan terhadap barang, cek suhu tubuh kurir, pemakaian APD masker/face shield/sarung tangan pada kurir dan konsumen, dan perilaku physical distancing antara kurir dan konsumen. Kepatuhan dan kewaspadaan akan penyebaran virus harus benar-benar dilakukan oleh kurir maupun konsumen. Dengan itu keamanan penggunaan layanan jasa pengiriman barang dapat dikatakan aman dilakukan.

BACA JUGA:  Waspadai Dampak Alergi Susu Sapi pada Tumbuh Kembang Aanak

Adam Faturrahman S, Ariqa Salsabila, Ela Febriana, Sofiani Yudha Lastyaningsih
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

 

Referensi
Bahtiar, F., 2020. Kebal, Jasa Pengiriman Barang Domestik Berkibar Di Masa Pandemi. [online] SINDOnews.com. Available at: <https://ekbis.sindonews.com/read/190192/34/kebal-jasa-pengiriman-barang-domestik-berkibar-di-masa-pandemi-1602151835> [Accessed 6 December 2020].
Fatiara, N., 2020. Paket Kiriman Disebut Bisa Tularkan Virus Corona, ini Jawaban JNE Soal Keamanan. [online] kumparan.com. Available at: <https://kumparan.com/kumparannews/paket-kiriman-disebut-bisa-tularkan-virus-corona-ini-jawaban-jne-soal-keamanan-1tqbkDisXJE> [Accessed 6 December 2020]
Fitri, A., 2020. Survei: Di Masa Pandemi, 85,2% Masyarakat Gunakan Jasa Kurir Untuk Pengiriman Barang. [online] industri.kontan.co.id. Available at: <https://industri.kontan.co.id/news/survei-di-masa-pandemi-852-masyarakat-gunakan-jasa-kurir-untuk-pengiriman-barang> [Accessed 18 November 2020].
kargo.tech. 2020. Jasa Pengiriman Patuhi Protokol Kesehatan Di Tengah Pandemi Covid-19. [online] Available at: <https://kargo.tech/blog/jasa-pengiriman-patuhi-protokol-kesehatan-di-tengah-pandemi-covid-19/> [Accessed 18 November 2020].
Safitri, T., 2020. Dampak Wabah Virus Corona Terhadap E-Commerce Dan Industri Kurir. [online] supplychainindonesia.com. Available at: <https://supplychainindonesia.com/dampak-wabah-virus-corona-terhadap-e-commerce-dan-industri-kurir/> [Accessed 6 December 2020].
Sutianto, F. D., 2020. Waspada COVID-19, Pos Indonesia Tetapkan Protokol Khusus Pengiriman Barang. [online] kumparan.com. Available at: <https://kumparan.com/kumparanbisnis/waspada-covid-19-pos-indonesia-tetapkan-protokol-khusus-pengiriman-barang-1tAe3IIJ7Zv/full> [Accessed 6 December 2020]
Usman, S., 2020. Perusahaan Ini Terapkan Protokol Kesehatan untuk Pengiriman Barang Belanja Online. [online] merdeka.com. Available at: <https://www.merdeka.com/teknologi/perusahaan-ini-terapkan-protokol-kesehatan-untuk-pengiriman-barang-belanja-online.html?page=1> [Accessed 6 December 2020]

Komentar

Berita lainnya