oleh

Libur Natal dan Akhir Tahun : Amankah untuk Berlibur?

Oleh Alya Pramesti dan Fashya Amanda BR, mahasiswa FKM UI

Pada bulan Desember 2019, dunia dikejutkan oleh penemuan kasus pneumonia misterius di Wuhan, Provinsi Hubei, China dengan nama sementara 2019 novel coronavirus (2019-nCoV). Hingga pada tanggal 11 Februari 2020, WHO mengubah nama penyakit ini menjadi Coronavirus Disease (COVID-19) dan ditetapkan sebagai pandemik pada tanggal 12 Maret 2020.

Dalam kurun waktu yang singkat virus ini telah menyebar ke lebih dari 190 negara dan wilayah teritori lainnya.

Di Indonesia, kasus COVID-19 pertama kali ditemukan pada tanggal 2 Maret 2020 dan terus mengalami peningkatan jumlah kasus secara signifikan hingga saat ini. (1) Berdasarkan data Satgas COVID-19, per tanggal 9 Desember 2020, jumlah kasus positif di Indonesia telah mencapai angka 592.900 kasus. (2)

Angka ini telah berhasil menempatkan Indonesia di posisi ke 21 dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia dan berada pada posisi pertama di wilayah Asia Tenggara. (3)(4)

Menurut WHO, virus SARS-CoV-2 dapat menyebar melalui tiga moda transmisi, yaitu transmisi kontak, transmisi udara, dan transmisi fomit. Transmisi kontak terjadi ketika sekresi saluran pernafasan (droplet) keluar pada saat orang yang terinfeksi berbicara, batuk, bersin maupun bernyanyi. Droplet ini berukuran > 5-10 m dan apabila mencapai mulut hidung, mata manusia yang rentan dapat menimbulkan infeksi. (5)

Menurut van Doremalen et al. (2020) virus SARS-CoV-2 dapat bertahan hidup pada aerosol setidaknya hingga 3 jam dan tetap bersifat infeksius. (6) Ketika virus ini mencapai permukaan dan benda, maka terbentuklah sebuah fomit atau permukaan yang terkontaminasi. Berdasarkan hasil deteksi menggunakan RT-PCR, virus ini dapat bertahan hidup selama berjam-jam hingga berhari-hari tergantung jenis permukaan dan kondisi lingkungan yang berada di sekitarnya (seperti suhu dan kelembaban). (5)

Tepat di hari Selasa, 1 Desember 2020, Pemerintah secara resmi memangkas hari libur akhir tahun 2020 sebanyak 3 hari dan dibagi menjadi dua. Libur natal dimulai sejak tanggal 24 hingga 27 Desember, sedangkan libur pengganti Idul Fitri dan libur tahun baru dimulai sejak tanggal 31 Desember hingga 2 Januari 2021. (7)

Meskipun terdapat sedikit perubahan dibandingkan Surat Keputusan Cuti Bersama dan Libur Akhir Tahun sebelumnya, namun IDI memperkirakan bahwa antusiasme masyarakat untuk berpergian ke tempat wisata maupun luar kota masih sangat tinggi. (8)

BACA JUGA:  Kapan Kita Harus Bersabar?

Pada masa pandemi COVID-19 seperti ini, wilayah Indonesia dikategorikan menjadi beberapa zonasi risiko penularan COVID-19. Zonasi tersebut terdiri dari zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah.

Wilayah dengan zona hijau dikatakan sebagai wilayah yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi namun tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan.

Zona kuning merupakan wilayah dengan adanya beberapa kasus penularan lokal dan terdapat strategi pencegahan yaitu tetap menjalankan protokol kesehatan serta mengidentifikasi semua masyarakat yang pernah kontak dengan pasien COVID-19 yang selanjutnya diberikan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Wilayah dengan status zona oranye merupakan wilayah dengan penyebaran kasus COVID-19 yang parah sedangkan zona merah merupakan wilayah dengan penularan COVID-19 yang sudah tidak terkontrol maka dari itu diberlakukan pencegahan yang sangat ketat seperti pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pembatasan semua aktivitas di luar.(9)

Saat ini, rata-rata wilayah di Indonesia memiliki penularan COVID-19 yang cukup parah atau dapat dikatakan sebagai wilayah dengan zona oranye dan zona merah. Hal ini berlaku pula pada wilayah yang termasuk destinasi liburan. Menurut data dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 tahun 2020, beberapa wilayah destinasi liburan berstatus zona oranye atau zona merah seperti Bali dan Malang dengan zona oranye serta Bandung dan Yogyakarta dengan zona merah.(10)

Berlibur ke luar kota dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19 pada individu dan berakibat pula pada peningkatan penularan komunitas di wilayah tersebut ditandai dengan perubahan status zonasi.

Salah satu contoh liburan dapat meningkatkan penularan COVID-19 yaitu sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Kompas bahwa pada libur panjang akhir Oktober 2020 lalu mengakibatkan perubahan zonasi Kota Bandung dari zona oranye menjadi zona merah. Hal ini berarti risiko penularan COVID-19 di Kota Bandung kian meningkat dan tak terkendali akibat banyak wisatawan yang datang ke Bandung sehingga Pemkot Bandung memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).(11)(12)

Alangkah lebih baik jika liburan akhir tahun dihabiskan dengan di rumah saja agar terhindar dari penularan COVID-19 demi kesehatan individu dan orang banyak.

Namun apabila diharuskan untuk pergi ke luar kota, terdapat himbauan dari Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, Msc, Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia, yang perlu dilakukan agar liburan aman dari penularan COVID-19 yaitu:(13)

BACA JUGA:  Inilah Peran Muslimah dalam Dakwah

Mengetahui kondisi destinasi wilayah liburan

Saat berlibur ke luar kota, sebaiknya memilih destinasi wilayah yang memiliki zona hijau karena lebih aman dibandingkan zona kuning, oranye, dan merah. Status zonasi ini dapat diketahui dengan mencari informasi diinternet dan pemerintah setempat. Selain itu, pilih wilayah liburan yang terbuka serta hindari tempat yang tertutup dan memiliki ventilasi udara yang buruk.

Memastikan tubuh dalam keadaan sehat

Penting dalam menjaga tubuh tetap sehat agar terhindar dari berbagai penyakit. Cara menjaga tubuh agar tetap sehat yaitu dengan meningkatkan daya tahan tubuh.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu melalui olahraga minimal 30 menit setiap hari, berjemur dibawah sinar matahari setiap pagi selama 15 menit, cukup istirahat, mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dengan aktif mengkonsumsi vitamin A,C,E, dan Zink, serta hindari mengkonsumsi rokok karena dapat merusak lapisan yang melindungi tubuh dari zat-zat berbahaya.(14)(15)

Selalu mematuhi protokol kesehatan

Penularan COVID-19 dapat dikatakan cepat melalui droplet saat berbicara, batuk, dan bersin. Maka dari itu, perlu melakukan pencegahan agar terhindar dari pajanan virus ini yaitu dengan menjaga jarak minimal satu meter, membersihkan tangan secara teratur menggunakan air mengalir dan sabun ataupun menggunakan hand sanitizer, serta menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut.(16)

WHO menyatakan bahwa masker yang paling efektif dalam menangkal virus adalah masker N95 karena dapat melindungi dari paparan droplet dan cairan berukuran aerosol. Sedangkan masker bedah tiga lapis dinilai tidak cukup efektif karena masker ini hanya dapat menyaring droplet saja dan tidak bisa menangkal partikel yang lebih kecil. Begitu pula dengan masker kain yang hanya baik digunakan untuk orang sehat dengan aktivitas yang tidak berisiko tinggi tertular COVID-19.(17)

 

Referensi:
Susilo A, Rumende CM, Pitoyo CW, Santoso WD, Yulianti M, Herikurniawan H, et al. Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia. 2020 Apr 1;7(1):45. [Internet]. [cited 2020 Nov 25]. Available from: https://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/2469/mod_resource/content/3/415-1924-1-PB.pdf.pdf
Data Sebaran [Internet]. Satgas Penanganan COVID-19. 2020 [cited 2020 Dec 12]. Available from: https://covid19.go.id/
Situation by Country, Territory & Area [Internet]. WHO. 2020 [cited 2020 Nov 25]. Available from: https://covid19.who.int/table
Southeast Asia Covid-19 Tracker | Center for Strategic and International Studies [Internet]. Center for Strategic & International Studies. 2020 [cited 2020 Nov 25]. Available from: https://www.csis.org/programs/southeast-asia-program/southeast-asia-covid-19-tracker-0
Transmisi SARS-CoV-2: Implikasi terhadap Kewaspadaan Pencegahan Infeksi [Internet]. 2020 [cited 2020 Dec 12]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/transmisi-sars-cov-2—implikasi-untuk-terhadap-kewaspadaan-pencegahan-infeksi—pernyataan-keilmuan.pdf?sfvrsn=1534d7df_4
van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine [Internet]. 2020 Apr 16 [cited 2020 Nov 25];382(16):1564–7. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmc2004973
Pemerintah Tetapkan Libur Akhir Tahun 2020 Dikurangi Tiga Hari [Internet]. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 2020 [cited 2020 Dec 12]. Available from: https://www.kominfo.go.id/content/detail/31161/pemerintah-tetapkan-libur-akhir-tahun-2020-dikurangi-tiga-hari/0/berita
Sulistyawati L. IDI Tetap Khawatir Libur Akhir Tahun Tambah Kasus Covid-19. Republika [Internet]. 2020 Dec 3 [cited 2020 Dec 12]; Available from: https://republika.co.id/berita/nasional/umum/qkpnxu423/idi-tetap-khawatir-libur-akhir-tahun-tambah-kasus-covid19
Mengenal Istilah Zona Hijau, Kuning, Orange, dan Merah dalam Penanganan Covid-19 [Internet]. Pemerintah Kabupaten Bengkalis. 2020 [cited 2020 Dec 8]. Available from: https://www.bengkaliskab.go.id/view/news/mengenal-istilah-zona-hijau-kuning-orange-dan-merah-dalam-penanganan-covid-19
Peta Risiko | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. Satuan Tugas Penanganan COVID-19. 2020 [cited 2020 Dec 8]. Available from: https://covid19.go.id/peta-risiko
Ramadhani D. 6 Daerah di Jabar Zona Merah, Ridwan Kamil Imbau Warga Tak Liburan. 2020 Dec 3 [cited 2020 Dec 8]; Available from: https://bandung.kompas.com/read/2020/12/03/10501071/6-daerah-di-jabar-zona-merah-ridwan-kamil-imbau-warga-tak-liburan
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu Halaman all – Kompas.com. Kompas.com [Internet]. 2020 Dec 3 [cited 2020 Dec 8]; Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/12/03/06000081/5-daerah-yang-kini-masuk-zona-merah-bandung-hingga-kota-batu?page=all
Tips Liburan Aman dari Penularan COVID-19 – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 2020 Dec 8]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/tips-liburan-aman-dari-penularan-covid-19
Panduan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi COVID-19 [Internet]. Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 2020 Dec 8]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Materi Edukasi/final-panduan-gizi-seimbang-pada-masa-covid-19-1.pdf
Ika. Jurus Tingkatkan Imunitas Tubuh Saat Pandemi Covid-19 [Internet]. 2020 Apr [cited 2020 Dec 8]. Available from: https://ugm.ac.id/id/newsPdf/19310-jurus-tingkatkan-imunitas-tubuh-saat-pandemi-covid-19
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat Di Tempat Dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus DIsease 2019 (COVID-19).
Standar Alat Pelindung Diri (APD) untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia [Internet]. 2020 Apr [cited 2020 Dec 9]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Protokol/standar-apd-untuk-penanganan-covid-19-di-indonesia-revisi-2.pdf

Komentar

Berita lainnya