oleh

Kekhawatiran Orang Tua dan Para Pelajar Terkait Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi

Setelah sekian lama sekolah tatap muka dialihkan secara online atau daring karena adanya pandemi Covid-19, kini pemerintah telah mengizinkan pihak terkait untuk membuka sekolah tatap muka kembali. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Nadiem Makariem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui akun Youtube Kemendikbud RI pada Jumat (20/11).

Perizinan untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka kembali membuat kekhawatiran tersendiri bagi orang tua siswa dan siswa-siswi itu sendiri. Bagaimana tidak, pandemi Covid-19 hingga kini terus meningkat. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang melibatkan orang banyak justru memberikan peluang lebih besar untuk terpapar.

BACA JUGA:  Pembukaan Sekolah Kembali di Masa Pandemi

“Saya sendiri tidak setuju dengan diadakannya sekolah tatap muka pada tahun 2021, soalnya saya takut da khawatir sama anak saya. sekolah kan tempat umum trus penyebaran virusnya bisa jadi lebih cepat menyebar juga, kecuali di daerah sukabumi memang sudah aman dan virus corona juga sudah tidak ada ,” ujar Irma Rasvita selaku orang tua siswi dari salah satu sekolah di SMAN Sukabumi.
Tak dapat dipungkiri bahwa proses belajar secara tatap muka lebih digemari dan dinantikan oleh banyak pelajar, mengingat proses belajar secara tatap muka dinilai lebih interaktif. “Saya setuju jika sekolah tatap muka diadakan soalnya kalo sekolah tatap muka lebih mudah dimengerti trus juga kalo tidak paham sama pelajaran tersebut saya bisa bertanya sama gurunya. Tapi sebenernya saya juga takut dengan sekolah tatap muka soalnya virus corona masih ada dan banyak yang terkena virus itu,” ujar Pinkan Maulida salah satu siswi dari SMPN yang ada di Sukabumi.

BACA JUGA:  Perlukah Pembelajaran Tatap Muka Dilaksanakan di Masa Pandemi?

Namun dengan adanya peluang risiko yang cukup tinggi dari virus Covid-19 membuat saya selaku mahasiswa pun setuju bila pembelajaran tatap muka ditunda. Meskipun pembelajaran online menimbulkan pengalaman kurang menyenenagkan bagi beberapa pelajar, namun untuk saat ini, kesehatan dan keselamatan semua pihak termasuk pelajar adalah nomor satu.

Penulis: Zhazha – Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

Komentar

Berita lainnya