oleh

Begini Kata Mahasiswa Tentang Rencana Pembukaan Kelas Offline Januari 2021

Oleh Fakhriyah Nur Hasna, Mahasiswa Digital Public Relations, Telkom University.

Menilai kebijakan Pemerintah mengenai pembukaan kembali kelas offline pada Januari 2021, bukanlah kebijakan yang tepat. Pasalnya, angka penyebaran Covid-19 tak kunjung menurun bahkan cenderung meningkat. Selaku mahasiswa, saya menilai bahwa keputusan Pemerintah mengenai hal ini dirasa kurang bijak karena justru akan menimbulkan klaster baru bagi penderita Covid-19.

Di satu sisi, mahasiswa merasa tidak nyaman apabila harus terus-menerus “dikurung” belajar dari rumah. Beberapa mahasiswa merasa bahwa kelas online yang selama ini dijalankan berdampak pada Kesehatan mereka.

BACA JUGA:  Penggunaan Aplikasi Daring bagi Pelaku UMKM Sebagai Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

“Setuju aja, karena saya tidak kuat lama-lama lihat laptop jadi sering ngedrop,” ujar Aisyah Azziziah selaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung.

Namun di sisi lain mereka juga memiliki kekhawatiran cukup tinggi bila perkuliahan offline diselenggarakan dalam keadaan beberapa wilayah kampus sekarang berstatus zona merah.

Berdasarkan hasil statistik Perkembangan Kasus Positif Per-Hari dari website covid19.go.id per-tanggal 14 Desember 2020 angka penyebaran Covid-19 di Indonesia mencapai 5.489 kasus. Artinya angka penyebaran tersebut semakin meningkat sejak diberlakukan WFH di Indonesia.

BACA JUGA:  Peran Orang tua dalam Membangun Generasi Islami

“Kurang setuju, karena jumlah pasien Covid-19 masih mengalami peningkatan,” ungkap Safana Aura selaku mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Bandung.

Selaku mahasiswa saya akui bahwa memang tidak mudah menerima materi pembelajaran yang disampaikan secara daring. Terdapat berbagai kendala yang kami hadapi, mulai dari gangguan sinyal hingga terganggunya konsentrasi. Namun melihat peluang penyebaran Covid-19 akan semakin tinggi dengan berkumpulnya ratusan hingga ribuan mahasiswa dalam satu kampus, saya pun tidak mau ambil risiko.

BACA JUGA:  Agar Anak Terhindar Pergaulan Bebas

Nampaknya pemerintah perlu melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan ini, mulai dari persiapan yang matang hingga mempertimbangkan risiko penyebaran di kemudian hari. Bagaimana pun, akan sulit mengontrol para mahasiswa maupun pelajar untuk tertib mematuhi protokol kesehatan bila berada di keramaian.

Komentar

Berita lainnya