oleh

7 Herbal Penangkal Virus di Masa Pandemi

Oleh Olivia Tisya Anne E. A. S, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Olivia Tisya Anne E. A. S

Kasus COVID-19 sudah menjaring 191 negara dengan jumlah korban yang terus melonjak setiap harinya. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya di tubuh manusia, tetapi berasal dari klaster yang sama dengan virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan virus umum lainnya yang menyebabkan flu.

Semua virus termasuk SARS-CoV-2 hanya dapat hidup dan berkembangbiak di dalam sel-sel hidup, salah satunya adalah tubuh manusia. Proses masuknya virus ke dalam tubuh pun terbilang mudah, yaitu melalui droplet saat bernapas, bersin, batuk, berbicara, kontak fisik bahkan menyentuh barang yang telah terkontaminasi droplet penderita. Maka dari itu, untuk mencegah penularan maupun tertular dari virus ini, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menghimbau setiap orang melakukan 3M, yaitu menggunakan masker harus yang berstandar SNI agar efektif menangkal virus masuk melalui saluran pernapasan, mencuci tangan dengan sabun selama ± 20 detik atau menggunakan handsanitizer setiap habis melakukan aktivitas dan sebelum memegang wajah, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter khususnya ketika berada di tempat dan/atau fasilitas umum. Individu yang terinfeksi akan menunjukkan gejala yang hampir serupa dengan gejala flu, yaitu demam, batuk, dan gangguan saat bernapas. Beberapa orang bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi tetap dapat menjadi sumber penularan penyakit. Pada beberapa kasus, individu terinfeksi dapat terkena pneumonia, kesulitan bernapas bahkan bisa mengakibatkan kematian. Hal tersebut biasanya terjadi pada penderita yang memiliki riwayat penyakit lain.

Sampai saat ini, para ilmuwan masih melalui tahap uji vaksin. Walaupun telah mencapai tahap akhir dan semakin siap untuk digunakan, distribusi vaksin secara serempak sulit dilakukan mengingat jumlah warga negara Indonesia yang begitu banyak. Vaksin dianggap sebagai solusi penanganan paling ampuh karena dapat melatih tubuh manusia dalam mengenali dan melawan virus juga bakteri. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa saat ini terdapat lebih dari seratus kandidat vaksin yang sedang dalam proses pengembangan untuk dipastikan keamanannya.

Belum ada yang dapat menjamin kapan tepatnya vaksin benar-benar aman untuk digunakan dan dapat didistribusikan. Walaupun demikian, bukan berarti pencegahan dan pengobatan COVID-19 saat ini buntu. Masih terdapat alternatif lain berupa pengobatan alamiah melalui tanaman herbal karena kandungannya yang sangat ampuh dalam mengatasi gejala dari penyakit COVID-19. Berikut merupakan manfaat dari kandungan-kandungan ajaib yang terdapat dalam tujuh herbal, yaitu:

BACA JUGA:  Vaksin Covid-19 Sinovac: Apakah Aman?

JAHE

Tanaman ini mengandung gingerol dan minyak asiri yang berfungsi sebagai anti-infalamasi untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Kemudian terdapat asam kaprilik dan limonene untuk mengatasi flu, serta alpha linolenic acid dan pati untuk meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan energi, dan mengobati sakit kepala. Selain itu, jahe juga mengandung zat antiseptik dan antibakteri yang bermanfaat untuk melancarkan saluran di paru-paru karena zat tersebut dapat mengeluarkan racun serta mengatasi radang tenggorokan6.

SERAI

Tanaman ini sudah digunakan untuk keperluan medis selama bertahun-tahun dikarenakan manfaatnya yang terbukti dalam mengatasi batuk, sakit paru-paru, gangguan pembuluh darah, dan pneumonia. Serai mengandung minyak citronella yang bersifat sebagai antioksidan untuk mencegah terjadinya kerusakan sel akibat radikal bebas, antiseptik untuk menghambat dan membunuh virus dalam tubuh, antibakteri dan antifungi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur, serta nervine dan sedative berfungsi sebagai obat penenang7 8.

KUNYIT

Kunyit mengandung zat aktif guanicol yang bermanfaat dalam mengatasi batuk dan demam. Zat tersebut juga memiliki sifat antimikroba yang berfungsi untuk meredakan pilek, rasa nyeri di dada, dan radang hidung. Selain itu, kunyit terbukti memiliki protochatechuic acid dan ukanon jenis A, B, C, D untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta minyak asiri untuk mencegah peradangan pada tubuh9.

GINSENG

Tanaman ini mengandung ginsenosides. Senyawa aktif tersebut memiliki struktur kimia yang serupa dengan struktur hormon manusia, sehingga mampu mengendalikan aktivitas hormon dan menjaga kestabilan kinerja saraf. Selain itu juga bersifat sebagai anti-inflamasi untuk mencegah peradangan dan antioksidan untuk melepas racun akibat radikal bebas. Konsumsi ginseng bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan kognitif serta memperkuat imunitas tubuh10.

KETUMBAR

Tanaman ini berfungsi mulai dari daun (daun seledri), batang, hingga bijinya yang dikenal dengan nama ketumbar. Daun seledri memiliki kandungan yang bersifat antispasmodik dan dispeptik untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada perut. Selain itu, daun seledri juga bermanfaat dalam mengatasi batuk, sakit dada, dan keluhan pada kandung kemih.
Sedangkan biji ketumbar memiliki kandungan Petroselinic Acid yang kaya akan asam lemak dan linalool yang kaya akan minyak esensial. Kedua kandungan ini berfungsi untuk mengatasi peradangan, gangguan pencernaan, batuk, bronchitis, demam, serta mampu mendetoksifikasi tubuh dari racun11.

BACA JUGA:  Mengelola Stres Saat Pendidikan Jarak Jauh 

JINTAN HITAM

Biji jintan hitam merupakan herbal yang kaya akan lemak, protein, mineral, dan karbohidrat. Salah satu kandungan senyawa aktif dalam jintan hitam adalah minyak asiri berfungsi sebagai anti-inflamasi dan saponin sebagai antimikroba. Herbal ini, mengandung Thymoquinone dan Thymohydroquinone yang sangat kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Maka dari itu, penggunaan biji jintan hitam memiliki manfaat dalam mengatasi radang selaput lendir, keracunan, dan meningkatkan imunitas tubuh12 13 14.

DAUN ROSEMARY

Daun rosemary terkenal sebagai rempah yang kaya akan antioksidan karena mengandung asam kafeik, asam rosmarinat, dan asam klorogenik. Selain itu, kandungannya juga memiliki fungsi sebagai antidiabetik untuk mengatasi diabetes, antimikroba untuk menghentikan pertumbuhan virus/bakteri, antidepresan untuk mengatasi stres, dan anti-inflamasi untuk mencegah peradangan15 16.
Tanaman-tanaman herbal di atas memang belum terbukti dapat mengobati COVID-19. Namun, kandungan-kandungannya memiliki peran penting dalam membantu upaya pencegahan diri dari infeksi virus dan mengatasi gejala yang timbul pada penyakit COVID-19. Indonesia sebagai negara yang tidak perlu diragukan lagi kekayaan rempah-rempahnya, seharusnya dapat kita manfaatkan untuk memaksimalisasi performa diri serta meningkatkan kualitas kesehatan. Penggunaannya yang murah, mudah didapatkan, serta berisiko sangat kecil menimbulkan efek samping seharusnya cukup untuk meyakini kita bahwa penggunaan herbal ini merupakan salah satu solusi terbaik yang telah disediakan alam untuk manusia.

 

REFERENSI:

1. COVID-19 Map – Johns Hopkins Coronavirus Resource Center. https://coronavirus.jhu.edu/map.html.
2. Novel Coronavirus (COVID-19): What you should know – UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/coronavirus/FAQ#whatiscoronavirus.
3. Transmission of COVID-19. https://www.ecdc.europa.eu/en/covid-19/latest-evidence/transmission.
4. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S. C. & Di Napoli, R. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). StatPearls (StatPearls Publishing, 2020).
5. The push for a COVID-19 vaccine. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines.
6. Jauhary, H. Seri Apotik Dapur: DENGAN KHASIAT TERSEMBUNYI DARI JAHE. (Rapha Publishing, 2020).
7. Tim Penerbit KBM, I. ENSIKLOPEDI SERAI Deskripsi, Filosofi, Manfaat Budidaya, dan Peluang Bisnisnya. (Penerbit KBM Indonesia, 2020).
8. Naik, M. I., Fomda, B. A. & Bhat, J. A. Antibacterial activity of lemongrass (Cymbopogon citratus) oil against some selected pathogenic bacterias Asian Pacific Journal of Tropical Medicine Antibacterial activity Lemongrass oil Bacteria. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine www.elsevier.com/locate/apjtm (2010) doi:10.1016/S1995-7645(10)60129-0.
9. Said, A. Khasiat dan Manfaat Kunyit. (PT. SINAR WADJA LESTARI, 2007).
10. Kiefer, D. & Pantuso, T. Panax ginseng – ProQuest. Am. Fam. Physician 68, (2003).
11. Sahib, N. G. et al. Coriander (Coriandrum Sativum L.): A Potential Source of High-Value Components for Functional Foods and Nutraceuticals-A Review. Phyotherapy Res. 27, (2012).
12. Siahaan, M. A. & Sianipar, R. H. PEMERIKSAAN SENYAWA ALKALOID PADA BEBERAPA TANAMAN FAMILIA SOLANACEAE SERTA IDENTIFIKASINYA DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT). J. FARMANESIA 4, 1–11 (2017).
13. Iqbal, M. J., Butt, M. S., Nasir Qayyum, M. M. & Rasul Suleria, H. A. Anti-hypercholesterolemic and anti-hyperglycaemic effects of conventional and supercritical extracts of black cumin (Nigella sativa). Asian Pac. J. Trop. Biomed. 7, 1014–1022 (2017).
14. Utami, P. & Puspaningtyas, D. E. The Miracle of Herbs. (PT AgroMedia Pustaka, 2013).
15. Sueishi, Y., Sue, M. & Masamoto, H. Seasonal variations of oxygen radical scavenging ability in rosemary leaf extract. Food Chem. 245, 270–274 (2018).
16. Gazwi, H. S. S., Mahmoud, M. E. & Hamed, M. M. Antimicrobial activity of rosemary leaf extracts and efficacy of ethanol extract against testicular damage caused by 50-Hz electromagnetic field in albino rats. Environ. Sci. Pollut. Res. 27, 15798–15805 (2020).

Komentar

Berita lainnya