oleh

Investasi Properti Sekaligus Deposito? Bisa!

Secara sederhana, deposito merupakan produk investasi dari perbankan dengan tingkat pengembalian lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan. Tetapi nasabah tidak bisa mengambil dananya dalam jangka waktu tertentu. Deposito umumnya dipilih sebagai instrumen investasi bagi investor dengan risiko profil tidak tinggi. Kebanyakan deposito, hanya memiliki rate di 6-9% sehingga menjadi sulit untuk mengalahkan inflasi yang terjadi setiap tahun.

Lewat Surat keputusan OJK no. S-12/KR.011/2020 tanggal 7 Januari 2020 Bina Amwalul Hasanah, BPRS yang telah mengelola dana sebesar 70 Miliar, mengeluarkan produk terbarunya, yakni Produk Istishna dengan pengembangan property made by order (berdasarkan pesanan),

Dana investasi ini yang ditujukan khusus untuk investasi pengembangan property made by order tersebut akan dicatat di BPRS Bina Amwalul Hasanah dalam bentuk deposito Mudharabah Muqayyadah.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

“Ishtisna ini secara prinsip syariah, dalam pengembangan properti kita harus memiliki tanahnya dulu. Dan di BPRS memang ada fasilitas yang namanya persediaan, jadi kita bisa membeli lahan untuk dibangun rumah di lahan tersebut dan kemudian diolah dan dijual dalam bentuk KPR,” jelas Direktur BPRS Hasanah Rhadyan Anggra Wisnu (Sabtu, 3/10).

Lebih lanjut, Rhadyan mengatakan Produk Ishtisna ini merupakan inovasi keuangan di deposito, yang mengamankan dana nasabah dengan tetap memegang prinsip keuangan syariah yang tertuju langsung kepada proyek-proyek properti yang sudah dikurasi dan dipilih secara teliti dan dengan kehati-hatian tingkat tinggi dengan nisbah bagi hasil mencapai 13% ekuivalen dengan modal yang disetorkan pertahunnya.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

“Prinsip dasarnya adalah mudharabah muqayyadah, jadi investor memilih sendiri lahannya pada kavling yang sudah disediakan dan menanamkan uangnya dalam bentuk deposito mudharabah muqayyadah. Jadi yang membedakan adalah jika pada deposito biasa bank diberikan kebebasan pengelolaan dananya, sementara pada deposito mudharabah muqayyadah si investor sendiri yang menunjuk dikhususkan pada pembiayaan atau project apa. Kebetulan yang kita tawarkan adalah pembelian lahan properti, seperti yang kita kerjasamakan dengan Harmony Land Group saat ini,” jelas Radhyan.

Pada kesempatan yang sama, CEO Harmony Land Group, Fithor Muhammad, mengatakan resiko kerugian pada deposito sangat rendah karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan deposito sendiri termasuk produk perbankan yang paling aman dengan keuntungan yang lumayan.

BACA JUGA:  Kelebihan Bank Syariah di Tengah Pandemi

“Karena itulah Harmony Land bersinergi dengan BPRS Hasanah membuat satu produk inovasi investasi yang diharapkan bisa menjadi salahsatu produk unggulan dengan resiko yang sangat terjaga karena produk depositonya sudah dikenal aman, ditambah peruntukannya untuk properti, lebih aman lagi,” tegas Fithor.

“Semangat kita ada dua hal, pertama bagaimana kita tetap hidup dengan menjaga aturan agama, kedua bagaimana mengamankan aset ekonomi kita semua dengan cara yang tetap menguntungkan,” pungkas Fithor. []

 

Komentar

Berita lainnya