oleh

Kebijakan Moneter Jilid 2 Akan Terjadi Lagi?

Kebijakan moneter bukan lah suatu hal asing lagi yang didengar. Masyarakat awam pun telah sering mendengar dua kata tersebut terlebih lagi Indonesia sendiri pernah mengalami krisis moneter. Namun tidak banyak juga yang memahami atau pun mengetahui penyebab kenapa sampai adanya kebijakan moneter.

Dari buku yang ditulis oleh Perry Warjiyo, Solikin menyebutkan kebijakan moneter merupakan kebijakan otoritas moneter atau bank sentral dalam bentuk pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan.

Setiap negara dan periode kepemerintahan memiliki kondisi perekonomian berbeda beda. Kebijakan moneter yang merupakan salah satu kebijakan ekonomi makro menjadi salah satu pilihan dalam mengatur permasalahan keuangan negara. Kebijkan moneter yang digunakan pada saat perekonomian sedang betumbuh pesat dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang lemah tentu saja berbeda. Menurut Rachmat Rizky Kurniawan SEI, MM, selaku dosen mata kuliah Ekonomi Makro Islam. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang berhubungan dengan uang dan keuangan. Dari sini bisa diketahui bahwa kebijakan ini dikeluarkan untuk mengatur uang atau keuangan sebaik baiknya.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui

Dalam pelaksanaan kebijakan meneter sendiri terdapat dua tipe yaitu, kebijakan moneter ekpansif dan kebijakan moneter kontraktif. Kebijakan moneter ekspansif ini sendiri adalah kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Sedang kebijkan moneter kontraktif adalah kebijakan moneter yang digunakan untuk memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Mengambil contoh krisis moneter yang pernah terjadi d Indonesia pada tahun 1997 yang menyebabkan banyak sekali karyawan karyawan yang di PHK karena perusahaan tidak mampu membayar gaji. Salah satu yang menyebabkan adanya krisis moneter pada masa itu dikarenakan banyak nya utang luar negeri Indonesia. Terlihat disini pemerintah pada saat itu belum rapi dalam mengatur keuangan negara sehingga menimbulkan krisis moneter ini, karena dasar dari kebijakan moneter itu sendiri adalah menjaga dan mencapai stabilitas nilai mata uang.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Melihat utang luar negeri menjadi salah satu penyebabnya, bisa diprediksi kan bahwa Indonesia akan mengalami krisis moneter jilid 2. Mengingat utang luar negeri Indonesia sudah menginjak angka triliunan rupiah.

Dalam hal ini pemerintah harus lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan. Tidak egois untuk memaksakan pembangunan pembangunan infrastruktur yang banyak memerlukan biaya. Memberikan fasilitas atau pun tunjangan besar terhadap pejabat pejabat negeri. Mengutamakan untuk melunasi utang luar negeri negara terlebih dahulu. Apalagi pada situasi pandemi seperti ini banyak pengeluaran pengeluaran yang harus diatur oleh negara. Jika tidak diatur dengan kebijakan yang baik bisa saja Indonesia akan mengalami krisis moneter jilid 2. Dari banyak nya anggaran anggaran kesehatan yang harus di utamakan, berkurang pendapatan negara dari dunia pariwisata ataupun berkurangnya kegiatan ekonomi negara.

BACA JUGA:  Hati-hati Jangan Jongkok di WC Duduk

Tidak tenggelam dalam situasi pandemi, pemerintah juga harus memikirkan kegiatan ekonomi setelah pandemic ini berakhir. Mengoptimalkan kembali kegiatan kegiatan perokonomian negara juga mengatasi banyak nya pengangguran yang semakin bertambah akibat dari pandemi ini. Pemerintah bisa memilih untuk menggunakan kebijakan moneter ekspansif untuk meningkat kan kembali perekonomian negara.

Penyusun: Laili Humaira

Referensi :
Muhammad Rizky kurniawan SEI, MM Dosen Mata Kuliah Ekonomi Makro Islam STEI SEBI
Perry Warjiyo, Solikin Kebijakan moneter di Indonesia.

Komentar

Berita lainnya