oleh

Analisis Dampak Sukuk pada Perekonomian Nasional di Tengah Wabah Covid 19

Seiring berjalanya waktu, sukuk di Indonesia telah mengalami peningkatan seperti dengan data yang terlihat di statistik OJK. Penerbitan SBSN atau sukuk ini bertujuan untuk menutup defisit anggaran Negara.

Perkembangan Sukuk Korporasi tahun 2015-2020

Sumber: Statistik Sukuk Maret 2020, diakses melalui ojk.go.id

Dapat dilihat dari tabel statistik tersebut bahwa dari tahun 2015 sampai maret 2020 outstanding sukuk terus mengalami peningkatan.Peningkatan outstanding terbanyak terjadi pada tahun 2018 yaitu dari 53 sukuk outstanding menjadi 79 sukuk outstanding atau terjadi peningkatan sebesar 20 jumlah sukuk outstanding. Sementara itu peningkatan terendah terjadi pada bulan maret 2020 yaitu jumlah outstanding pada 2019 sebesar 143 sementara di maret 2020 hanya terjadi peningkatan 3 poin menjadi sebesar 146 outstanding sukuk yang beredar. Outstanding sukuk yang beredar ini meliputi sukuk ijarah, mudharabah, dan wakalah.

⦁ Dampak Covid 19 Bagi Perekonomian Nasional

Sejak Desember 2019, perekonomian didunia telah digemparkan oleh wabah covid 19 yang berasal dari wuhan, Cina. Mengingat Cina adalah pemenang dari perang dagang yang terjadi antara Cina dan Amerika dan sempat memanas beberapa bulan sebelumnya tentu wabah ini seolah menjadi boomerang sendiri bagi Cina. Perang dagang tersebut telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian didunia ditambah dengan serangan wabah covid ini seakan menjadi serangan yang bertubi-tubi bagi perekonomian di dunia, termasuk Indonesia.

Selama lima tahun terakhir, Tiongkok telah menjadi mitra dagang Indonesia. Hal ini tentu mempengaruhi Indonesia ketika perekonomian di China lumpuh. Terlebih lagi penyebaran virus covid-19 yang sangat cepat ke Negara-negara lainya termasuk Indonesia juga memperparah keadaan ekonomi. Pasalnya pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang digunakan untuk memutus rantai penyebaran virus seperti pembatasan social dan penutupan sejumlah perusahaan yang membuat masyarakat membatasi tingkat konsumsinya karena minimnya pemasukan atau bahkan sama sekali tidak ada pemasukan sementara kebutuhan sehari-hari terus berjalan. Sejumlah kebijakan dikeluarkan untuk meringankan beban rakyat termasuk pemberian subsidi listrik dan pemberian bantuan tunai setiap bulanya. Hal ini membuat anggaran Negara yang terus berkurang sementara tidak ada pemasukan yang membuat Negara melakukan hutang dalam jumlah besar termasuk meluncurkan global kupon bon guna menyetabilakan keadaan perekonomian di Indonesia.

⦁ Dampak Sukuk Bagi Perekonomian Saat Terjadi Pandemi Covid 19

Pada tanggal 24 maret 2020 pemerintah menawarkan utang berupa lelang SBSN atau sukuk. Dari lelang tersebut pemerintah mendapatkan dana sebesar 6,6 triliun. Hal tersebut masih kurang dari target yang ditetapkan namun angka ini cukup tinggi mengingat kelesuan ekonomi yang terjadi saat ini. Dana yang terkumpul dari lelang itu akandigunakan pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan APBN. Sukuk memberikan sarana bagi masyarakat untuk menginvestasikan dananya sehingga bermanfaat bagi negara dan bermanfaat bagi kemakmuran masyarakat. Sukuk bisa dimanfaatkan oleh Lembaga Keuangan Syariah untuk sarana pemenuhan likuiditas saat berkelebihan dana, mengingat pembiayaan kepada masyarakat tersendat akibat roda perekonomian terhambat oleh akibat virus. Hal ini menjadikan Lembaga keuangan syariah berpotensi memiliki kelebihan dana akibat serapan pembiayaan yang terbatas. Pada situasi kurs rupiah yang melemah akibat wabah, maka sukuk memberikan dorongan untuk menguatkan industri keuangan. APBN yang terpenuhi dari sumber dana sukuk, dengan mudah kemudian disalurkan ke dunia usaha melalui kredit khusus yang dibuat semurah mungkin. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak PHK yang banyak terjadi akibat perusahaan kekurangan cashflow dan likuiditas keuangan.Dari pemaparan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sukuk cukup memberi dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pergerakan ekonomi masyarakat yang sempat stagnan akibat covid 19.

Jadi, sukuk memberikan dampak bagi pertumbuhan perekonomian nasional. Sukuk menjadi salah satu bentuk investasi yang memiliki resiko kecil sehingga cukup diminati oleh sebagian besar badan usaha. Hal ini tepat dilakukan pada saat Wabah covid 19 terjadi dan memiliki efek pada tersendatnya pertumbuhan perekonomian nasional. Pertumbuhan ekonomi melambat 2,97% akibat diberlakukannya beberapa kebijakan untuk mencegah penularan covid 19. Perekonomian sebelum terjadi pandemi covid 19 cukup stabil dan mengalami penurunan ketika pandemi covid 19 mulai muncul. Hal tersebut terjadi karena diberlakukanya segala kebijakan untuk mencegah penyebaran covid 19, termasuk kebijakan lockdown. Sukuk menjadi sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pembangunan, sehingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat dalam jangka panjangnya. Sukuk memberikan kemanfaatan bagi likuiditas lembaga keuangan syariah akibat dampak covid 19, dan juga sarana investasi bagi masyarakat.

Penyusun: Asep Supriatna

Daftar Referensi
Heyka, Mohamad.Tuntunan dan Aplikasi Investasi Syariah. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2012.
http://www.ojk.go.id/statistik-sukuk-mei-2020. diakses pada tanggal 5 mei 2020.
http://www.kemenkeu.go.id/. Diakses pada tanggal 5 mei 2020.
Hulwati. “Investasi Sukuk: Persprektif Ekonomi Syariah” dalam JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Bonjol) Vol. II No. 1. 2017.
Ilyas, R.“Konsep Pembiayaan Dalam Bank Syariah.” dalam Jurnal Penelitian.
Vol 9 , No 1. Februari 2015.
Mervyn K. Lewis dan Latifa M. Algaoud.Perbankan Syariah : Prinsip,Praktik dan Prospek. Jakarta: PT.Serambi Ilmu Semesta, 2007.
Novinawati. “Akad Dan Produk Perbankan Syariah” dalam Fitrah: Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Padangsidimpuan, vol. 8 no. 2, 2014.
Nazaruddin abdul wahib. Sukuk memahami & membedah obligasi pada perbankan syariah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2010.
Syukra, Ridho. (2020, 1 Mei). “ pasca covid-19, Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Langsung Pulih”. Diakses pada tanggal 05 Mei 2020 dalam https://investor.id/business/pasca-covid19-laju-pertumbuhan- ekonomi-indonesia-tak-langsung-100-pulih
Susilo, Edi. Analisis Pembiayaan Dan Risiko Perbankan Syariah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.
Susila, Jaka.“Fiduciary Dalam Produk-Produk Perbankan Syariah” dalam Jurnal al-ahkam:jurnal ilmu syariah dan hukum IAIN Surakarta, vol. 1 no. 2, 2016.

Komentar

Berita lainnya