oleh

Akses Pelayanan Kesehatan Digital Permudah Pengguna Dapatkan Layanan

Akhir-akhir ini pembahasan terkait era Revolusi Industri Keempat (Fourth Industrial Revolution) sedang menjadi pembahasan hangat. Hal ini dikarenakan dunia, tidak terkecuali Indonesia, sedang memasuki era tersebut. Revolusi Industri Keempat (Revolusi Industri 4.0) merupakan transisi dunia industri yang ditandai dengan berkembang pesatnya konsep automatisasi juga munculnya berbagai inovasi baru, seperti Internet of Things, Big Data, Artificial Intelligence (AI), rekayasa genetika, serta robot dan mesin pintar.

Sektor kesehatan pun tak luput dari pengaruh Revolusi Industri ini yang harus mempersiapkan ranah inovasi teknologi pelayanan kesehatan. Salah satu inovasi di bidang kesehatan yang telah dilakukan adalah aplikasi Mobile JKN yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan sebagai inovasi pelayanan kepada publik.

Aplikasi Mobile JKN merupakan inovasi yang diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi calon peserta ataupun peserta JKN-KIS dengan cara memanfaatkan teknologi informasi melalui aplikasi yang dapat dengan mudah diunduh melalui Google Playstore ataupun Apps Store.

Menurut Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, aplikasi Mobile JKN dirancang karena melihat tren perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang semakin pesat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengguna smartphone yang ada di Indonesia, tren teknologi yang semakin mengarah pada penggunaan mobile application, serta populasi penduduk Indonesia yang didominasi oleh generasi muda. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, sebanyak 171 juta masyarakat Indonesia atau sekitar 64,8% dari total jumlah penduduk adalah pengguna internet.

Apa saja fitur yang ditawarkan oleh aplikasi Mobile JKN bagi para penggunanya?

Aplikasi Mobile JKN menawarkan berbagai kemudahan kepada para penggunanya melalui bermacam fitur yang tersedia dalam aplikasi. Kemudahan tersebut seperti kemudahan dalam mendaftar dan mengubah data peserta karena peserta dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi menggunakan nomor KTP juga melakukan pindah kelas ataupun pindah Faskes. Selanjutnya, peserta juga memperoleh kemudahan berupa tersedianya informasi terkait data peserta melalui tampilan kartu JKN-KIS dalam bentuk digital pada aplikasi juga informasi terkait pembayaran berikut cara pembayaran dan riwayat pembayaran.

Kemudahan lainnya yang diterima pengguna aplikasi adalah dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan para pengguna aplikasi yang sudah terdaftar menjadi peserta dapat melakukan pendaftaran dan mendapat nomor antrian pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) masing-masing melalui aplikasi. Terakhir, pengguna juga dapat menyampaikan pengaduan dan keluhan, serta permintaan informasi terkait JKN-KIS langsung melalui aplikasi.

Keberadaan aplikasi Mobile JKN ini membantu masyarakat agar tidak perlu repot lagi datang ke kantor cabang BPJS hanya untuk mendapatkan informasi dan mengurus proses administrasi. Selain itu, aplikasi Mobile JKN juga membantu memberikan kepastian pada para peserta melalui fitur untuk mendapatkan nomor antrian yang dapat diakses dan dipantau secara online tanpa harus menunggu lama di fasilitas kesehatan. Sehingga masalah kepadatan antrian di kantor cabang ataupun di fasilitas kesehatan ketika akan berobat pun dapat berkurang dan tentu saja hal ini dapat menghemat waktu dan biaya peserta.

Tidak heran apabila respon sebagian besar pengguna terhadap aplikasi Mobile JKN ini adalah merasa puas dengan kemudahan dan fitur yang mereka terima. Hal ini juga dibuktikan dengan tingkat kepuasan peserta pada tahun 2017 setelah implementasi Mobile JKN tercatat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 79,50% (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, 2018).

Dengan berbagai macam kemudahan yang akan didapatkan peserta melalui aplikasi ini, tidak ada salahnya untuk segera mengunduh aplikasi Mobile JKN pada smartphone Anda. | Elga Hedianty Putri

Komentar

Berita lainnya