oleh

Pasar Kemiri di Malam Hari

Pasar Kemiri di malam hari (foto: Fidya Dwi Utami)
Pasar Kemiri di malam hari (foto: Fidya Dwi Utami)

DEPOK – Jalan Margonda yang dipenuhi ruko, perkantoran, hotel dan apartemen, yang hampir semua aktivitas ekonomi berada di sana, mungkin juga beberapa orang tidak menyadari keberadaan pasar.

Seperti yang kita ketahui tentang pasar tradisional, Pasar Kemiri Muka juga seperti itu, becek, kotor dan tidak terawat. Tetapi, itu dulu sebelum Pemkot Depok mengubahnya. Dari akses masuk yang di berikan hingga jalan yang tadinya becek dan terbuat dari tanah, sekarang sudah di perbaiki menjadi lebih layak. Pasar Kemiri Muka dapat diakses dari D’mall atau Jl. Kedondong, Margonda, Depok.

Pada siang hari pasar ini terlihat sepi hanya sedikit yang berdagang, hanya pedagang sembako dan beberapa tukang sayur yang mungkin belum habis pada dini hari. Tetapi, pada dini hari sekitar jam satu malam hingga menjelang subuh, pasar berubah menjadi mempunyai kehidupan.

Sekitar jam 10 hingga jam 12 malam agen-agen mengantarkan barang dagangan ke penjual menggunakan mobil pick-up, barang dagangan yang berasal dari pasar induk terdekat. Sebelum ke pedagang barang-barang tersebut harus di periksa oleh agen, tetapi tidak semua barang berasal dari agen. Hanya toko-toko kecil yang mengambl barang dagangannya di agen. Salah satunya Suyatno (52), yang berdagang bumbu dapur, mengambil semua barang dagangannya dari agen. Suyatno berdagang di Pasar Kemiri Muka dari tahun 2008, saat paar pertama kali didirikan.

BACA JUGA:  Istilah-Istilah Pinjaman Online yang Wajib Diketahui

Saat barang dagangan datang, Suyatno langsung membereskan dan mengemas barang dangangannya. Selagi sibuk, ia melakukan interaksi antar pedagang lain untuk menghilangkan rasa kantuk yang dirasa. Bukan hal yang mudah melawan rasa kantuk, apalagi sore hari habis turun hujan yang membuat udara menjadi dingin pada malam hari. Berbincanglah cara paling ampuh untuk menghilangkan rasa kantuk.. Menurutnya, Berbincang bersama istri dan pedagang lainnya membuat ia menjadi lebih semangat.

BACA JUGA:  Pegawai Terpapar Covid-19, Kantor Kelurahan Bojongsari Ditutup Sementara

Berkeliling pasar pada malam hari memang mempunyai rasa yang berbeda, melihat para pedagang mengemas barang, berbincang atau sekedar ngopi bareng, hingga ada yang tertidur disamping barang dagangannya. Ada sedikit rasa takut saat melewati lorong-lorong di Pasar Kemiri Muka, tetapi sesaat hilang melihat para pedagang yang serius memilah barang dagangannya, tukang daging yang memotong daging dengan hentakkan yang seirama, dan juga para pedagang ayam. Berbeda dengan siang hari para pedagang sedikit lebih santai dan mungkin bisa di bilang lebih malas.

Malam hari juga Pasar Kemiri Muka lebih banyak pembeli, karena barang dagangannya lebih segar. Pembeli, didominasi pedagang sayur dan restoran-restoran di sekitar Pasar Kemiri Muka juga pelanggan tetap, Ibu rumah tangga. Karena, Pasar Kemiri Muka juga dekat dengan pemukiman warga.

BACA JUGA:  Perketat Protokol Kesehatan, Depok Terbitkan Dua Perwal

Ramainya pembeli khususnya saat dini hari dan kurangnya lahan membuat para pedagang berinisiatif mencari dan mendirikan lahan tambahan untuk menjajakan barang dagangannya, bahkan sampai ke bahu rel kereta hingga trotoar jalan yang harusnya menjadi fasilitas umum pejalan kaki. Tetapi, itu dulu sebelum PT. KAI mengubahnya, bahu rel kereta sekarang dipagar dan pasar menjadi terlihat lebih rapi, jika dilihat dari fly over Jl. Arief Rahman Hakim.

Jumiati (40) yang berdagang makanan seperti tahu, nugget, sosis, bakso dan sembako, bercerita jika saat pertama kalinya berjualan di Pasar Kemiri Muka jalanannya becek, tidak terawat. Sebelumnya Jumiati bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, saat anak pertamanya kelas 2 SMA, ia berdagang mengikuti suaminya yang berdagang sama seperti yang ia dagangkan, tetapi berbeda tempat dengan suaminya. Biasanya ia berdagang dari menjelang subuh hingga siang hari jam 12.

Fidya Dwi Utami

Komentar

Berita lainnya