Opini

Gen Z dan Gelombang Perubahan yang Nyata

×

Gen Z dan Gelombang Perubahan yang Nyata

Sebarkan artikel ini

Oleh: Huda Reema Naayla, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Euforia Gen Z sebagai dewasa muda hari ini memang tidak bisa dibendung. Arus informasi silih berganti di sosial media membuat Gen Z aktif menyuarakan, mengkritisi bahkan ikut memberikan solusi agar kehidupan berjalan sebagaimana seharusnya. Ide yang hadir dari Gen Z ini juga membuat banyak generasi sebelumnya menganggap Gen Z adalah generasi yang tidak ingin susah, ingin serba cepat, instan bahkan tidak mau merasakan kepusingan seperti generasi lainnya.

Memang tidak bisa dipungkiri Gen Z memiliki karakteristik yang unik. Generasi ini hadir bersamaan dengan tumbuh kembang arus digitalisasi dan informasi yang sangat cepat. Bila generasi sebelumnya mendapatkan informasi dari siaran televisi maka Gen Z bisa diibaratkan mendapatkan informasi langsung dari intel terpercaya.

Hal tersebut tentunya berdampak juga dengan pemerintah yang mengeluarkan kebijakan cenderung menyengsarakan bahkan menguntungkan sebagian besar korporat. Gen Z memandang memang ada yang salah dengan sistem ini. Tidak sedikit Gen Z yang melakukan parodi bila menjadi pejabat di negeri ini atau melakukan role play dengan profesi lainnya. Artinya memang Gen Z menginginkan perubahan besar yang terjadi agar tidak menghasilkan kerancuan dalam hidup.

Gelombang perubahan yang nyata ini tidak hanya terjadi di negeri ini saja. Gen Z yang berada di wilayah lainnya pun turut merasakan ada yang tidak beres dengan sistem ini. Sistem yang didominasi oleh oligarki dan pemilik modal ini membuat Gen Z muak dalam menjalankan kehidupan. Bahkan tidak sedikit Gen Z yang merasakan kemiskinan struktural memang terjadi dan sengaja diadakan. Sulitnya mendapatkan akses pendidikan dengan biaya yang terjangkau, kesehatan bahkan kepemilikan rumah membuat Gen Z ingin hadirnya perubahan secara nyata dan menyeluruh.

Sebenarnya untuk mencapai perubahan secara nyata, diperlukan perubahan dari segi pemikiran agar Gen Z maupun generasi ke depannya tidak terjebak lagi dengan janji manis perubahan. Bila semula Gen Z hanya diajak untuk berpikir secara kritis maka sudah seharusnya Gen Z berpikir secara cemerlang.

Pemikiran secara cemerlang ini didapatkan saat Gen Z memahami bahwa arah pandang kehidupan bukan hanya sekadar saat masih hidup saja melainkan kehidupan sebelum dan sesudah kematian. Di sisi lain arah pandang ini tidak lepas dari pengaruh memahami agama dalam hal ini Islam secara menyeluruh.

Perlu diingat, untuk bisa merubah sesuatu harus dimulai dari akarnya. Sebagaimana Rasulullah SAW mengubah pola pikir para sahabat di tengah tengah pemikiran rusak yang sudah hadir sebelumnya dan menjadi tabiat di kalangan generasi sebelumnya.[]