Oleh: Tazkia Azzahra
Di Gaza, Setidaknya 20 orang, termasuk lima jurnalis yang bekerja di media internasional, tewas terbunuh dalam serangan ganda Zionis Yahudi di Rumah Sakit Nasser yang berlokasi di Khan Younis, Gaza bagian selatan, pada Senin (25-8-2025).
Selain jurnalis yang syahid, Kelaparan di Gaza juga telah membukakan semua kebohongan yang telah dirancang Zionis yang mengatakan tidak ada kelaparan di Gaza. Gambar anak-anak yang kekurangan gizi yang beredar di media sosial. Beredar juga video warga Gaza yang mencari makanan di pusat-pusat bantuan yang dikelola oleh AS dan Zionis, tetapi bukan makanan yang mereka dapatkan, mereka justru kehilangan nyawa karena ditembak tentara Israel
Di tengah gemuruh dunia yang konon menjunjung tinggi hak asasi manusia, di sudut kecil bernama Gaza, derita mereka seolah tidak menemukan tempat di hati masyarakat dunia. .Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang sejatinya menjadi wadah persatuan negeri-negeri muslim justru akan tidak berdaya, Liga Arab pun tidak bergigi. Semua ini tentu bukan karena OKI atau negara-negara Arab tidak mampu melawan Zionis, tetapi lebih disebabkan oleh paham nasionalisme.
Maka dari itu ,urgensasi mengembalikan Khilafah yang akan menegakkan syariat secara kafah tidak bisa lagi ditunda-tunda. Menegakkan kembali Islam hukumnya wajib. Ini sesuai dengan kaidah syariat mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjib (suatu perkara yang tidak sempurna pelaksanaan sebuah kewajiban kecuali dengannya, sesuatu tersebut wajib adanya).dan Islam akan menghapus penjajahan Zionis Yahudi atas Gaza dan membebaskannya dengan mengirimkan pasukan dan logistik. Islam akan menjaga nyawa setiap muslim maupun nonmuslim yang menjadi warga negaranya.