Oleh: Meysa
Pembantaian yang dilakukan Yahudi di Gaza makin meningkat, serta tidak adanya makanan, obat-obatan, air, untuk anak-anak, perempuan, dan laki-laki, Al-Azhar mengeluarkan pernyataan yang mengutuk “kejahatan kelaparan” yang dilakukan oleh entitas kriminal Yahudi.
Pernyataan itu sarat dengan ungkapan kemanusiaan, memohon kepada orang-orang yang memiliki hati nurani yang hidup, komunitas internasional, dan kekuatan-kekuatan yang berpengaruh, agar dapat memberikan bantuan.
Juru bicara kelompok dakwah ideologis internasional wilayah Mesir menyayangkan, platform sepenting Al-Azhar justru tidak menyerukan apa yang diwajibkan oleh syariat. Permasalahannya adalah bahwa kewajiban Islam, yang harusnya dikeluarkan dari platform sepenting Al-Azhar Al-Sharif, adalah seruan bagi tentara untuk bergerak, menyingkirkan rezim yang menjaga entitas Yahudi
Para ulama yang saleh tidak cukup hanya dengan menggambarkan tragedi, tetapi mereka menyatakan kebenaran, menyebut kejahatan dengan namanya, mengungkap para konspirator dan menyerukan perubahan keburukan.
Juru bicara dakwah ideologis menegaskan, rezim Mesir adalah mitra penuh dalam kejahatan mesirlah yang mencegah konvoi solidaritas melintasi Mesir, menutup perlintasan Rafah, sehingga memperburuk situasi Gaza dari segala arah. Siapa pun yang tetap diam tentang hal ini adalah penyembunyi kebenaran dan sekutu dalam kejahatan,.
Surah An-Nisa ayat 75, ”Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!
Wallahu a’lam bisshawwab