DEPOKPOS – Penelitian yang dilakukan oleh Aldino (2015:31) mengidentifikasi bakteri di Sungai Batanghari, Kecamatan Penyengat Orak, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi mengidentifikasi bakteri seperti Actinobacteria, Clostridium sp., Bacillus sp., Streptococcus sp genus Trichophyton, dan spp. Satu isolat diperoleh. jamur kulit. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Mogea (2010:48) dengan judul “Bakteri Coliform, Aspek Pencemaran Laut dan Identifikasi Spesies di Perairan Teluk Doreri Manokwari”. Diperoleh dua isolat yaitu E.coli dan E.coli. Penelitian selanjutnya dilakukan Munir, dkk. (2004:71) dengan judul “ Isolasi dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Koprostanol dari Lingkungan Sungai, Muara dan Banjir Perairan Kanal Semarang Timur pada Musim Timur.” merupakan kombinasi tiga isolat bakteri murni yaitu Branhamella, Bacillus, dan Achromobacter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bakteri yang terdapat pada sungai Batang Bungo di Desa Tanjung Gedang Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.
Metode penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplorasi deskriptif untuk mengidentifikasi bakteri yang ada di lingkungan Sungai Batang Bungo, Kawasan Tanjung Gedan, Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pengumpulan bakteri, isolasi bakteri, pemurnian bakteri, dan identifikasi bakteri.
1. Sterilisasi Instrumen dan Bahan Instrumen dan bahan berupa media bakteri yang digunakan dalam penelitian ini disterilisasi terlebih dahulu menggunakan autoklaf pada suhu 121°C dan tekanan uap 15 menit. tidak diinginkan untuk menghindari kontaminasi dengan mikroorganisme lain.
2. Pengambilan sampel air sungai
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampling yang ditargetkan. Prosedur ini dilakukan ketika pengambilan sampel dimulai pada tiga titik di tepi sungai: hulu, tengah, dan hilir tepi sungai. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan botol berwarna gelap, kemudian ditempatkan berlawanan dengan aliran sungai untuk menampung air, diisi dan ditutup kembali untuk menghindari terbentuknya gelembung udara, kemudian dikemas. botol sampel dengan wadah terpasang, botol sampel, didinginkan wadah berisi kantong es. Tujuannya untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Pengendalian dan hindari kontaminasi pada saat dibawa ke Laboratorium Biologi FKIP Universitas Jambi.
3. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media padat dan cair, dan cara pembuatannya adalah sebagai berikut.
Nutrisi Agar (NA)
b. Kaldu Nutrisi
c. Agar-agar pati
d. Nutrisi Gelatin
e. SIM Agar
f. MR-VP-Brue
g. Simmons-Citrat-Agar jam. Tripticase-Kedelai-Agar
i. Kaldu Bromtimol Blau Laktosa
j. Kaldu Bromtimol Blau Dekstrosa
k. Kaldu sukrosa bromtimolblaue
Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian yg didapat ialah berupa pengamatan morfologi koloni bakteri, pewarnaan gram, pewarnaan spora, & uji biokimia.Berdasarkan hasil penelitian yg sudah dilakukan dihasilkan 6 isolat bakteri yg ditandai menggunakan kode isolat bakteri yaitu A1, A2, A3, A4, A5 & A6.Kemudian dihasilkan lima genus bakteri yg tidak sinkron yaitu Paracoccus, Actinomycetes, Dermatophilus, Clostridium, & Bacillus.
1. Genus Actinobacteria
Genus Actinobacteria mencakup bakteri anaerob Gram positif. Bakteri ini terdapat di sela-sela gigi, di gigi berlubang, dan pada infeksi gusi. Genus Actinomycetes memiliki beberapa spesies yang dapat menyebabkan penyakit seperti infeksi tulang, biasanya akibat infeksi pada mandibula dan rongga mulut. ini menyebabkan infeksi pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah (Yattim, 2006:96).
2. Genus Paracoccus
Semua makhluk hayati sangat bergantung dalam lingkungan sekitar, demikian juga dalam makhluk hayati yg kasad mata misalnya halnya mikroorganisme.Mikroba biasanya bisa bersifat baik juga tidak baik terhadap lingkungan. Genus Paracoccus. Berasalberdasarkan keluarga Rhodobacteracea yg termasuk bakteri kokus & gr negatif. Menurut Chairani (2016:31) mengungkapkan bahwa Genus Paracoccus berperan menjadi pelarut fosfat pada tanah. Bakteri pelarut fosfat memiliki peranan krusial pada memperbaiki tumbuhan budidaya yg mengalami defisiensi fosfor.
3. Genus Clostridium
Menurut Komala (2012:81) genus Clostridium umumnya poly ditemukan ditanah, udara, air tawar, feses & saluran pencernaan manusia.Fardiaz (1992:170) menambahkan bahwa beberapa genus Clostridium bersifat patogen & bisa mengakibatkan keracunan makanan.Selain itu pula bisa menghasilkan enterotoksin yg bisa menyerang saluran pencernaan. Infeksi bakteri ini bisa melalui hewan ternak & melalui luka yg terbuka & memar.Kumala (2004:36) pula mengungkapkan bahwa beberapa genus Clostridium bisa mengakibatkan penyakit misalnya keracunan makanan, penyakit tetani & pula diare.
1. Berdasarkan hasil penelitian identifikasi
Bakteri asal Sungai Batang Bungo, Tanjung, Kecamatan Gedan, Prefektur Bungo, Prefektur Jambi, dapat disimpulkan bahwa terdapat 5.444 genera bakteri yang berbeda yaitu Paracoccus spp. Actinomycetes, Dermatophilus, Clostridium, dan Bacillus.
Saran Penggunaan
Penelitian ini dapat dilanjutkan untuk melakukan penelitian terhadap bakteri dan mikroorganisme lain yang berperan spesifik terhadap penyakit pada air Sungai Batang Bungo di desa lain, dan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak lain mikroorganisme yang ada di air sungai Desa Batang Bungo juga bisa terus berlanjut. Masyarakat kawasan Tanjung Gedan akan menyadari pentingnya hal tersebut. Tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya pada masyarakat daerah Tanjungedang Prefektur Bungo Prefektur Jambi yang mungkin merugikan.
Anandya Savana Oharoni Putri
Mahasiswi Universitas Binawan
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis

