Scroll untuk baca artikel
Artikel

Jangan Asal Rekrut! Ini Pentingnya Perencanaan SDM bagi Perusahaan

×

Jangan Asal Rekrut! Ini Pentingnya Perencanaan SDM bagi Perusahaan

Sebarkan artikel ini

Sqatya wibrakhma, Mahasiswa Universitas Pamulang

Jangan Asal Rekrut! Ini Pentingnya Perencanaan SDM bagi Perusahaan

DEPOKPOS – Di tengah perubahan dunia bisnis dan teknologi yang semakin cepat, perusahaan tidak cukup hanya memiliki banyak karyawan. Perusahaan membutuhkan orang yang tepat, dengan kompetensi yang tepat, pada waktu yang tepat. Di sinilah pentingnya perencanaan sumber daya manusia (SDM).

Perencanaan SDM merupakan proses untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan jumlah, kompetensi, dan kondisi bisnis perusahaan. Sayangnya, perencanaan SDM masih sering dipahami sebatas kegiatan merekrut karyawan ketika terdapat posisi yang kosong.

Padahal, keputusan untuk menambah karyawan seharusnya didasarkan pada analisis kebutuhan yang matang. Perusahaan perlu mengetahui apakah masalah produktivitas memang disebabkan kekurangan tenaga kerja atau justru karena proses kerja yang belum efektif, kurangnya pelatihan, atau teknologi yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Data BPS menunjukkan bahwa pada Mei 2026 Indonesia memiliki 155,41 juta angkatan kerja, dengan 148,19 juta orang bekerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen. Besarnya jumlah tenaga kerja tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi SDM yang besar. Namun, jumlah tenaga kerja tidak otomatis menjamin tersedianya kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Tantangan tersebut semakin besar karena perkembangan teknologi. World Economic Forum Future of Jobs Report 2025 memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan utama dalam dunia kerja akan mengalami perubahan hingga 2030. Bahkan, sekitar 63 persen perusahaan yang disurvei menyebut kesenjangan keterampilan (skills gap) sebagai salah satu hambatan utama dalam transformasi bisnis.

Karena itu, perusahaan perlu mengubah cara pandang terhadap perencanaan SDM. Fokusnya bukan hanya menghitung jumlah karyawan, tetapi juga memetakan keterampilan yang dimiliki dan keterampilan yang dibutuhkan.

Ada tiga langkah penting yang dapat dilakukan. Pertama, menganalisis kebutuhan tenaga kerja berdasarkan target dan perkembangan bisnis. Kedua, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi antara kemampuan karyawan saat ini dan kebutuhan masa depan. Ketiga, menentukan solusi, apakah melalui rekrutmen, pelatihan, upskilling, reskilling, promosi internal, atau pemanfaatan teknologi.

Menurut saya, perencanaan SDM bukan lagi sekadar fungsi administratif, tetapi sudah menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Perusahaan sebaiknya tidak terburu-buru merekrut ketika menghadapi kekurangan tenaga kerja, melainkan terlebih dahulu melihat kebutuhan, kompetensi, produktivitas, dan perkembangan teknologi. Dengan perencanaan yang tepat, perusahaan dapat menempatkan orang yang sesuai pada posisi yang sesuai sekaligus mempersiapkan karyawan menghadapi perubahan dunia kerja.

Dengan pendekatan tersebut, SDM tidak lagi dipandang sekadar sebagai biaya perusahaan, tetapi sebagai investasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Pada akhirnya, perusahaan tidak seharusnya hanya bertanya, “Berapa orang yang harus kita rekrut?” Pertanyaan yang lebih penting adalah “SDM seperti apa yang kita butuhkan agar perusahaan tetap produktif dan mampu menghadapi perubahan di masa depan?”

Perencanaan SDM yang tepat bukan hanya membantu perusahaan menghindari kekurangan atau kelebihan tenaga kerja, tetapi juga memastikan bahwa setiap karyawan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensinya.

Jangan asal rekrut. Rencanakan SDM berdasarkan data, kebutuhan bisnis, dan kompetensi masa depan.

Sqatya wibrakhma
Mahasiswa Universitas Pamulang