Oleh: Bunga Dwi Lestari
Perusahaan pasti membutuhkan karyawan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Namun, kebutuhan karyawan setiap perusahaan tidak selalu sama dan bisa berubah mengikuti perkembangan bisnis. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya mencari karyawan ketika sedang kekurangan tenaga kerja. Perusahaan juga perlu memikirkan sejak awal karyawan seperti apa yang akan dibutuhkan untuk menghadapi kondisi di masa depan.
Hal inilah yang membuat perencanaan sumber daya manusia (SDM) menjadi penting. Perencanaan SDM bukan hanya menentukan berapa orang karyawan yang harus direkrut. Perusahaan juga perlu melihat kemampuan karyawan yang sudah ada, pekerjaan apa yang akan berkembang, dan kemampuan apa yang nantinya akan dibutuhkan.
Kalau perusahaan tidak melakukan perencanaan dengan baik, masalah bisa muncul ketika kebutuhan tenaga kerja berubah. Misalnya, perusahaan membutuhkan karyawan dengan kemampuan teknologi tertentu, tetapi karyawan yang ada belum mempunyai kemampuan tersebut. Akhirnya perusahaan harus mencari orang baru dari luar. Padahal, bisa saja kemampuan karyawan lama dikembangkan melalui pelatihan jika sudah dipersiapkan sejak awal.
Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia juga menunjukkan bahwa persoalan SDM masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2026 jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang, dengan jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 148,19 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat sebesar 4,65 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja yang tersedia cukup besar, tetapi perusahaan tetap membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya.
Perubahan kebutuhan tersebut juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan utama pekerja akan berubah sampai tahun 2030. Artinya, kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja tidak selalu sama. Karyawan perlu terus belajar agar kemampuan yang dimiliki tetap sesuai dengan perkembangan pekerjaan.
Menurut saya, kondisi ini seharusnya membuat perusahaan lebih serius dalam melakukan perencanaan SDM. Jangan sampai perusahaan baru memikirkan kebutuhan karyawan setelah masalah muncul. Perusahaan bisa mulai dengan melihat kebutuhan tenaga kerja untuk beberapa tahun ke depan dan membandingkannya dengan kemampuan karyawan yang sudah dimiliki.
Selain merekrut karyawan baru, perusahaan juga bisa mengembangkan karyawan yang sudah ada. Pelatihan menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan karyawan. Dengan cara tersebut, karyawan tidak hanya bekerja untuk memenuhi tugas saat ini, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan pekerjaan.
Perusahaan juga perlu memperhatikan perkembangan karier karyawan. Karyawan yang memiliki kemampuan dan potensi dapat dipersiapkan untuk menempati posisi yang lebih tinggi. Hal ini menurut saya cukup penting karena perusahaan tidak harus selalu mencari orang dari luar ketika membutuhkan tenaga kerja untuk posisi tertentu.
Perencanaan SDM pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian SDM. Pimpinan perusahaan juga perlu ikut melihat kebutuhan tenaga kerja karena perencanaan SDM berkaitan dengan tujuan perusahaan. Jika kebutuhan tenaga kerja sudah diperkirakan sejak awal, perusahaan akan lebih mudah menentukan kapan harus merekrut, kapan perlu memberikan pelatihan, dan kemampuan apa yang perlu dikembangkan.
Dunia kerja akan terus mengalami perubahan. Karena itu, perusahaan juga harus ikut menyesuaikan cara dalam mengelola SDM. Mencari karyawan memang menjadi salah satu bagian penting dalam perusahaan, tetapi mempersiapkan karyawan agar mampu menghadapi kebutuhan di masa depan juga tidak kalah penting. Perencanaan SDM yang dilakukan sejak awal dapat membantu perusahaan memiliki tenaga kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perubahan yang akan dihadapi.
