Oleh: Rahma Maudilah
DEPOKPOS – Pada tahun 1998 Indonesia pernah mengalami krisis moneter yang disebabkan oleh anjloknya nilai rupiah.Krisis ini berlanjut pada runtuhnya renzim orde baru,yang mengakibatkan presiden soeharto lengser jabatan setelah menjabat selama 3 dekade.
Pada tahun tersebut perbank mengalami Krisis liquiditas dan lonjakan kredit macet sehingga terjadi kepanikan massal. Masyarakat secara berbondong bondong pergi ke bank untuk menarik uangnya.Banyak bank yang “sakit” dan membutuhkan suntikan dana,untuk menyelamatkan bank dari kebangkrut.Ketika sebuah bank bangkrut hal tersebut akan merusak sistem keuangan sebuah negara.
Apa sih Tanda bank sehat itu?
Bank sehat bukan diliat dari Gedung nya yang bagus melainkan bisa kita liat dari Tingkat Bunga,struktur kepemilikan dan pertumbuhan asset dalam sebuah bank
Secara Regulasi ,Bank sehat adalah bank yang sudah memenuhi kriteria Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dulu OJK menggunakan metode CAMELS yang kini sudah berevolusi menjadi metode RGEC (Risk Profile,Good Corporate Governance,Earnings,Capital).
Kesehatan bank secara sederhana dapat diukur dari 2 indikator utama:
- CAR (Rasio kecukupan Modal)
CAR adalah sebuah presntase modal sebuah bank yang dibandingkan dengan asset yang berisiko.Ketika sebuah bank memiliki nilai CAR yang tinggi maka bank tersebut sudah memiliki cukup modal untuk menanggung resiko kerugian.semakin tinggi nilai CAR semakin kuat pula pertahanannya dalam menghadapi krisis
- NPL (Kredit Bermasalah)
Persentasse kredit macet yang disalurkan bank. NPL minimal memiliki angka di bawah 5% untuk menujukan kredit sebuah bank berjalan dengan baik.
Efek domino sebuah bank”sakit” terhadap perekonomian
Krisis perbankan terjadi karena adanya rangkaian masalah likuiditas yang menyebabkan kredit macet,dan runtuhnya kepercayaan public yang memicu penarikan dana secara besar besaran(bank run)
Dampak nya bisa dirasakan di sektor riil.Ketika bank sakit,perusahaan tidak bisa lagi meminjam modal kepada bank sehingga mengakibatkan pabrik tutup.Terjadi PHk besar besaran ,naiknya angka pengangguran dan berakhir pada daya beli Masyarakat hancur.
Pada dasarnya bank adalah jantung sebuah negara,ketika sebauh bank itu berhenti maka runtuhlah negara tersebut.
Sistem keuangan sebauh negara akan bermasalah ketika fungsi bank hancur.Oleh karena itu sektor perbankan di Indonesia diawasi secara ketat oleh 3 komponen utama yaitu OJK, Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Perekonoman sebuah negara akan stabil ketika ada sinergi kebijakan reformasi terstuktur dan adanya penguatan ekonomi domestic.
