Scroll untuk baca artikel
Artikel

Membangun Relasi Kerja “Green Flag”

×

Membangun Relasi Kerja “Green Flag”

Sebarkan artikel ini

DEPOKPOS – Di dunia kerja saat ini, gaji besar bukan lagi satu-satunya alasan seseorang betah di tempat kerja. Banyak karyawan memilih bertahan bukan semata karena angka di slip gaji, tetapi karena hubungan yang terjalin dengan orang-orang di sekitarnya. Lingkungan kerja yang aman, hangat, dan saling mendukung dapat membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Sebaliknya, relasi yang penuh tekanan dan drama justru cepat menguras energi mental. Tidak heran jika isu toxic workplace dan pentingnya menjaga kesehatan mental di tempat kerja semakin banyak mendapat perhatian publik (Bakker & de Vries, 2021).

Istilah green flag sendiri populer untuk menggambarkan tanda-tanda hubungan yang sehat dan positif. Individu yang menunjukkan green flag umumnya memiliki keterampilan komunikasi yang baik, kondisi psikologis yang cukup sehat, serta sikap yang mendukung keberlangsungan hubungan yang positif (Ratnasari & Yuanita, 2025). Meski awalnya sering digunakan dalam konteks relasi personal, konsep green flag juga relevan untuk melihat kualitas relasi di dunia kerja.

Apa Itu Relasi Kerja Green Flag?

Dalam konteks kerja, relasi green flag menggambarkan hubungan antarindividu yang ditandai oleh komunikasi terbuka, sikap saling menghargai, serta adanya dukungan emosional dan profesional. Hubungan seperti ini tidak terbentuk secara instan, melainkan berkembang dari interaksi sehari-hari yang dibangun dengan kepercayaan dan cara berkomunikasi yang sehat (Sangaswari et al., 2024).

Relasi kerja green flag juga berkaitan dengan konsep psychological safety, yaitu kondisi ketika individu merasa aman untuk menyampaikan pendapat, bertanya, atau mengakui kesalahan tanpa takut akan penilaian negatif (Edmondson & Bransby, 2023). Lingkungan kerja yang memiliki psychological safety terbukti lebih kolaboratif dan mendukung kerja tim secara optimal (Newman et al., 2020).

Ciri-ciri Relasi Kerja Green Flag

Relasi kerja yang tergolong green flag biasanya memiliki beberapa ciri yang cukup mudah dikenali, yaitu:

Aman untuk berbicara dan berbeda pendapat. Individu merasa bebas menyampaikan ide atau kekhawatiran tanpa takut dipermalukan, yang berkontribusi pada kualitas kerja tim dan proses belajar di tempat kerja (Newman et al., 2020).

Komunikasi yang asertif dan saling menghargai. Keterbukaan dan kejujuran dalam hubungan kerja, yang diwujudkan melalui komunikasi asertif, memungkinkan penyampaian pesan secara jelas tanpa menyalahkan pihak lain, sehingga dapat mendukung penyelesaian konflik dengan efektif (Chandra & Suhendri, 2025).

Adanya dukungan sosial antar rekan kerja. Dukungan sosial, baik berupa bantuan instrumental maupun emosional, membantu individu menghadapi tuntutan kerja dan mengurangi dampak stres kerja (Robbani et al., 2025).

Penghargaan terhadap batasan profesional. Hal ini terlihat dari sikap menghormati jam kerja, tidak menuntut respons di luar waktu kerja, serta memisahkan urusan profesional dan personal. Relasi kerja seperti ini mendukung keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi, serta berkaitan dengan tingkat burnout yang lebih rendah (Bakker & de Vries, 2021).

Kepercayaan dan konsistensi dalam berinteraksi. Ketika kepercayaan terbangun, kerja sama menjadi lebih lancar dan hubungan kerja terasa lebih stabil (Edmondson & Bransby, 2023).

Mengapa Relasi Kerja Green Flag Penting?

Relasi kerja yang sehat bukan sekadar tren, melainkan sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam dunia kerja saat ini. Individu yang merasa didukung secara sosial di tempat kerja cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kepuasan kerja yang lebih tinggi (Sarafino & Smith, 2011). Relasi kerja yang sehat juga berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis individu. Lingkungan kerja yang aman dan suportif berkaitan dengan tingkat work engagement yang lebih tinggi, kepuasan kerja yang lebih baik, serta risiko kelelahan kerja yang lebih rendah (Bakker & de Vries, 2021). Dengan kata lain, relasi kerja green flag tidak hanya menciptakan suasana kerja yang nyaman, tetapi juga berfungsi sebagai faktor pelindung bagi kesehatan mental pekerja.

Bagaimana Menjadi Sosok “Green Flag” di Tempat Kerja?

Membangun relasi kerja green flag dapat dimulai dari diri sendiri. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain melatih komunikasi asertif, mengembangkan empati terhadap rekan kerja, serta melakukan refleksi terhadap cara berinteraksi sehari-hari. Di tingkat tim, kebiasaan berdiskusi secara terbuka, memberikan dukungan sosial dan saling menghargai pendapat juga berperan penting dalam menciptakan psychological safety (Edmondson & Bransby, 2023).

Penutup

Penting untuk dipahami bahwa relasi kerja green flag bukan berarti lingkungan kerja yang sepenuhnya bebas konflik. Sebaliknya, relasi ini memungkinkan konflik dibahas secara terbuka dan dewasa. Relasi kerja yang sehat juga bukan hasil dari satu pihak saja, melainkan proses bersama yang dibangun secara konsisten.

Penulis
Roro Niken Putri Syawalika
Nasya Isnaini Khoisiyah
Dzikri Nur Fadlan
Muhammad Danuarta Fathurrahman

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka