DEPOKPOS – Tanaman herbal merupakan flora atau tumbuhan yang memiliki kegunaan atau khasiat pada pengobatan kesehatan. Salah satu obat herbal merupakan tumbuhan rempah – rempah. Tanaman herbal biasa dipakai menjadi bahan penyedap masakan. Namun bisa juga dipakai untuk pengobatan & pencegahan penyakit (Yuliarti, 2010).salah satunya adalah tanaman jahe.
Jahe merupakan salah satu tumbuhan Indonesia yang memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan (Amin,A.& Waris, 2021). Jahe sering kali dijumpai pada komposisi jamu, baik menjadi bahan primer ataupun menjadi bahan tambahan pada sediaan jamu .
Jahe menggunakan nama spesies Zingiber officinale L.termasuk pada keluarga Zingiberacae menggunakan karakteristik tumbuhan berdaun tunggal, panjang daun 5 – 25 cm, lebar 1,5 – 2,5 cm, berpelepah, pertulangan daun sejajar, daun berwarna hijau gelap dalam permukaan & lebih pucat dalam bagian bawah, akar serabut, mempunyai bunga beragam berbentuk spika, panjang 30 cm, bunga berwarna putih kekuningan menggunakan bercak bercak ungu merah (Aryanti et al., 2015).
Kandungan kimia rimpang jahe yg berefek farmakologi berdasarkan ekstrak metanol diketahui bahwa jahe mengandung grup senyawa flavonoid, fenolik, triterpenoid, minyak atsiri, oleoresin terutama gingerols, shagols sesquiterpen (β-bisabolen) & monoterpen (geranial & neral) (Ibrahim et al., 2021).
Ada tiga jenis jahe yang terbagi menjadi jenis berdasarkan ukuran, bentuk, dan warna rimpangnya. Ketiga jenis jahe tersebut adalah jahe kuning atau jahe gajah, jahe putih atau jahe emprit, dan jahe merah
Jenis-jenis jahe
1. Jahe putih atau jahe emprit

Jahe putih mempunyai akar rimpang yang berukuran kecil, beruas-ruas, dan hanya sedikit bengkak. Jahe putih mengandung lebih banyak minyak atsiri dibandingkan jahe kuning sehingga membuatnya lebih pedas (Adiguna, 2014). Kandungan minyak atsiri jahe putih sebesar 1,5-3,5% (Pramudyo, 2018).
2. Jahe kuning atau jahe gajah

Jahe kuning mempunyai ciri rimpang emas. Bentuknya terlihat lebih besar, kental, dan menggembung dibandingkan jahe putih dan jahe merah (Adiguna, 2014). Kandungan minyak atsiri jahe kuning sebesar 0,82-1,66% (Pramudyo 2018).
3. Jahe merah

Jahe merah mempunyai rimpang berwarna merah. Ukurannya lebih kecil dibandingkan jahe kuning dan jahe putih. Jahe merah juga mengandung minyak atsiri dalam jumlah besar sehingga sering digunakan sebagai obat herbal (Aduguna, 2014). Kandungan minyak atsiri jahe merah sebesar 2,58–3,90% (Pramudyo, 2018).
Kandungan kimia pada jahe berfungsi untuk meredakan tanda-tanda iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya kontraksi dalam perut, sampai membantu konvoi kuliner & minuman selama berada pada pencernaan., meredakan mual yg ditimbulkan sang morning sickness, vertigo, juga efek samping pengobatan kanker (Sutardi 2017; Redi Aryanta 2019; Sari & Nasuha, 2021).
Manfaat jahe antara lain:
1. mampu meredakan nyeri haid
2. kandungan gingerolnya mencegah kanker
3. memiliki sifat anti inflamasi dan antioksidan
4. serta menjaga kesehatan jantung.
Khasiat jahe antara lain :
1. Jahe membantu menurunkan berat badan
2. mengobati osteoartritis
3. menurunkan kadar gula darah
4. mencegah kanker (terutama kanker pankreas, payudara, dan ovarium)
5. meningkatkan fungsi otak
6. mengurangi risiko berbagai infeksi, dan
7. meningkatkan kekebalan tubuh
(Nyonya Ariyata). , 2019). (Yuliningtyas, Santoso, Syauqi 2019).
Herdinda Setyaningsih
S1 Farmasi , Universitas Binawan

