Peran Remaja dalam Membangun Masyarakat yang Inklusif dan Toleran

Peran Remaja dalam Membangun Masyarakat yang Inklusif dan Toleran

DEPOKPOS – Dalam era globalisasi dan interkoneksi yang semakin meningkat, peran remaja sangat dibutuhkan dalam menciptakan situasi masyarakat yang inklusif dan toleran.

Inklusif adalah situasi dimana melibatkan semua orang sehingga mereka merasa dihargai dan diterima tanpa membedakan latar belakangnya.

Sedangkan toleran adalah sikap saling menerima, dan mnenghargai perbedaan yang dimiliki antar individu atau kelompok lain, baik dalam hal keyakinan, pendapat, atau perbedaan lainnya.

Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus tanggap terhadap situasi dan kondisi saat ini. Sangat penting untuk meraka berupaya dalam menciptakan perubahan sosial yang positif agar masa depan bangsa menjadi lebih cerah.

Faktor pendukung dari upaya ini adalah pendidikan yang tepat, pergaulan yang sehat, dan lingkungan yang mendukung, agar para remaja dapat mengembangkan nilai- nilai seperti menghargai atas keberagaman yang ada, meningkatkan nilai- nilai empati terhadap sesama, dan memiliki kemampuan berinteraksi yang baik terhadap kalangan masyarakat.

BACA JUGA:  Mewujudkan Masyarakat Digital yang Cerdas dan Bertanggung Jawab di Indonesia: Tantangan dan Peluang di Era Transformasi Digital

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:

Petama, remaja dapat berupaya dalam bersungguh-sungguh untuk menempuh pendidikan, karena mereka harus sadar bahwa pendidikan sangat penting untuk mereka. Dengan adanya pendidikan, karakter mereka akan dibentuk. Dan sekolah-sekolah pun diharapkan tidak hanya berfokus pada kurikulum pengembangan ilmu akademik saja, namun juga harus menyediakan kurikulum yang mengajarkan tentang ilmu toreransi.

Kedua, remaja perlu aktif dalam organisasi-organisasi yang bermanfaat, baik di desa, kecamatan maupun kabupaten. Dengan begitu, mereka akan belajar banyak hal dan banyak bertemu dengan kalangan masyarakat. Hal ini dapat meningkatkan adanya rasa peduli bagi para remaja. Mereka bertemu dengan masyarakat yang beragam, sehingga toleransi mereka juga dapat meningkat.

BACA JUGA:  Sampah Logistik Membludak, Closed Loop Supply Chain Solusinya?

Ketiga, Remaja berperan aktif dalam mempromosikan moderasi beragama. Moderasi beragama ini merupakan salah satu aspek penting dalam membangun toleransi dan harmonisasi antar umat. Remaja dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif dan mencegah konflik kekerasan.

Keempat, pemuda sebagai pemimpin. Mereka dapat berperan sebagai pemimpin dalam gerakan-gerakan sosial yang moderat dan inklusif, yang memberikan contoh baik dalam mengamalkan toleransi dan keberagaman kepada orang lain.

Kelima, pemuda memberikan contoh konten yang baik dalam media sosial. Dengan memanfaatkan media sosial dan platform digital lainnya, remaja dapat memperluas pengaruh positif mereka ke seluruh lapisan masyarakat, contohnya adalah dengan memposting hal-hal yang bersangkutan dengan pentingnya tolerasi dan inklusifitas.

Keenam, remaja melibatkan diri merka dalam Demokrasi dan HAM. Keterlibatan remaja dalam menjaga dan mempromosikan Hak Asasi Manusia (HAM) adalah langkah penting menuju masyarakat yang adil dan beradab. Mereka menjadi suara yang menuntut perlindungan hak-hak dasar, menentang diskriminasi, dan memperjuangkan keadilan sosial.

BACA JUGA:  Menanggulangi Ancaman Keamanan Siber: Upaya Penguatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur

Kesimpulannya, peran remaja dalam membangun masyarakat yang inklusif dan toleran tidak bisa dianggap remeh. Melalui pendidikan yang mendukung, keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial, dan penggunaan media secara bijak, remaja dapat menjadi katalisator untuk perubahan yang lebih baik. Mereka adalah harapan untuk masa depan yang lebih damai, di mana setiap individu dihargai dan diberi kesempatan yang sama untuk berkembang.

Asmaul Mualifah, Mahasiswi Universitas Pamulang.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait