Sinergi Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau

Ekonomi Syariah berakar pada prinsip-prinsip Islam yang menekankan keadilan

EKONOMI SYARIAH – Dalam era modern ini, tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa merusak lingkungan alam serta menjaga keadilan sosial. Dua paradigma yang muncul sebagai jawaban terhadap tantangan ini adalah Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau. Meskipun memiliki fokus yang berbeda, keduanya memiliki potensi untuk saling melengkapi dan menciptakan sinergi yang kuat dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan.

Ekonomi Syariah berakar pada prinsip-prinsip Islam yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan umat manusia serta lingkungan. Prinsip-prinsip seperti larangan riba (bunga), keadilan distributif, dan zakat (sumbangan amal) menjadi landasan utama dalam Ekonomi Syariah. Pada intinya, Ekonomi Syariah tidak hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan ekonomi yang berpihak pada kepentingan bersama.

Di sisi lain, Ekonomi Hijau menekankan perlindungan lingkungan alam sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan ekonomi. Dengan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, Ekonomi Hijau bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi masa depan. Prinsip-prinsip seperti penggunaan energi terbarukan, daur ulang, dan efisiensi sumber daya menjadi fokus utama dalam Ekonomi Hijau. Selain itu, Ekonomi Hijau juga mencakup aspek keadilan sosial dengan memperhatikan hak-hak masyarakat dan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.

BACA JUGA:  PTK Tambah Armada untuk Tingkatkan Kapasitas Bisnis Hulu Migas

Meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Oleh karena itu, terdapat beberapa area di mana keduanya dapat saling melengkapi dan menciptakan sinergi:

1) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan
Ekonomi Syariah menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam sebagai amanah dari Tuhan yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Dalam konteks ini, prinsip-prinsip Ekonomi Hijau seperti penggunaan energi terbarukan dan pertanian organik dapat dipadukan dengan prinsip-prinsip Ekonomi Syariah untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

BACA JUGA:  MODENA Energy Siap Dukung Program Pemerintah Maksimalkan Penggunaan Energi Terbarukan

2) Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi
Ekonomi Syariah telah terbukti efektif dalam memperluas akses keuangan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu. Dengan memanfaatkan prinsip-prinsip Ekonomi Syariah, Ekonomi Hijau dapat memperluas jangkauan dan dampaknya, misalnya melalui pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan seperti instalasi energi terbarukan bagi masyarakat pedesaan.

3) Inovasi dan Pengembangan Produk Ramah Lingkungan
Sinergi antara Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau juga dapat mendorong inovasi dalam pengembangan produk-produk yang ramah lingkungan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Contohnya adalah pengembangan produk-produk keuangan yang mengutamakan investasi pada sektor-sektor yang berkelanjutan dan bertanggung jawab secara sosial.

BACA JUGA:  MODENA Energy Siap Dukung Program Pemerintah Maksimalkan Penggunaan Energi Terbarukan

Dalam upaya mencapai pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan, sinergi antara Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau merupakan langkah yang sangat penting. Keduanya memiliki potensi besar untuk saling melengkapi dan menciptakan solusi yang holistik dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan saat ini. Dengan memanfaatkan prinsip-prinsip Ekonomi Syariah dan Ekonomi Hijau secara bersama-sama, kita dapat menuju kepada pembangunan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan alam dan keadilan sosial bagi semua umat manusia.

Oleh: Ihdina Isra Azana (Mahasiswi STEI SEBI)