Pacaran? No Way!

Oleh: Aktif Suhartini, S.Pd.I., Anggota Komunitas Muslimah Menulis Depok

14 Febuari dijadikan hari kramat yang dinanti-nanti kaum remaja saat ini karena atas nama cinta tanggal dijadikan sebagai hari perayaan kasih sayang atau istilahnya Valentine Days yang dirayakan oleh seluruh dunia dan sudah dideklarasikan. Ajaran yang bukan tuntunan Rasulullah SAW dengan alasan bahwa sudah fitrah dan naluri manusia memiliki hasrat kepada lawan jenis maka wajar saja bila di hari itu manusia bisa melampiaskan rasa kasih sayang dan cintanya tanpa batas, tanpa aturan yang telah diciptakan oleh Sang Pencipta rasa cinta.

Bacaan Lainnya

Apabila kita meyakini bahwa Allah SWT menciptakan manusia beserta buku petunjuk selama menjalani hidup di dunia ini, maka selayaknya tidaklah pantas berprilaku pulgar berprilaku di depan umum tanpa rasa malu berkhalwat asyik bercinta dengan alasan membuktikan rasa cinta karena untuk mrnyambut hari kasih sayang. Karena budaya pacaran tak sesuai dengan tuntunan Islam.

Sungguh sangat disayangkan negara yang mayoritas Muslim, ikut teracuni dengan ajaran sekuler seperti ini. Cinta yang diberikan Allah SWT sebagai fitrah manusia seharusnya disalurkan harus sesuai dengan manual book dari Sang Pencipta manusia. Perilaku pacaran sudah dijadikan habit, dijadikan sebagai patokan kenormalan seseorang. “Normal enggak sih kamu?”, “Kenapa tidak punya pacar?” Pertanyaan itulah yang kerap muncul jika terlihat seseorang itu tidak punya pacar. Astaqfirullah. Diperintahkan kita untuk jauhi zina, tapi manusia malah menjadikannya sebagai budaya dan dinobatkan sebagai simbol pergaulan modern.

BACA JUGA:  Tersandera di Negeri Kleptokrasi

Padahal, akhir hidup dari manusia itu kematian, maka sudah sepastasnya manusia harus ridha dihukumi dengan hukum Allah SWT. Harusnya berbanggalah manusia dengan percaya diri berkata, “Kami generasi cinta Nabi.” Itu artinya, kita siap untuk mengikuti apa yang diperintahkan Nabi dan menjauhi apa yang dilarangnya. Karena Allah SWT menegaskan di dalam firman-Nya, “Apa saja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, ambillah. Apa saja yang dilarangnya, tinggalkanlah” (QS al-Hasyr: 7)

Maka, sadarlah bahwa pacaran itu budaya orang kafir yang terbiasa bergaul bebas tanpa batas karena mendekati bahkan bisa saja melakukan zina. Maka, jauhilah. Harusnya ikhlas dan berlapang dadalah menerima ajaran Rasulullah SAW bahwa dalam urusan ekspresi cinta kepada lawan jenis, sudah terdapat kamus hidup kita sebagai Muslim sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

BACA JUGA:  Tersandera di Negeri Kleptokrasi

Banyak bingitss kebaikan dan keuntungan yang akan diperoleh manusia, apabila taat dan tunduk patuh mengikuti aturan-Nya, seperti: Pertama, manusia akan dapat hidup dengan lebih tenang dan fokus mikirin masa depan untuk dunia dan akhiratnya. Tanpa harus patah hati karena diputusin pacar, meratap, nangis bombay dan hari-harinya di isi dengan rasa ingin bunuh diri karena ditinggal tambatan hati yang belum dihalalkan.

Kedua, terhindar dari keburukan. karena aktivis pacaran hanya akan menabung dosa dan mengikis pahala. Seremkan! Pikirkan di saat kita sedang pacaran tiba-tiba ajal menjemput. Naudzubillah.
Rasul SAW mengingatkan, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut. Ini karena setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua” (HR Ahmad).

Ketiga, lebih bahagia. Kenapa bisa lebih bahagia? Karena keputusan tidak pacaran menghilangkan depresi yaitu memikirkan pasangan yang belum halal dengan menjaga sepenuh hati agar tidak putus pacaran.

BACA JUGA:  Tersandera di Negeri Kleptokrasi

Keempat, kemurnian akidah terjaga. Karena Valentine Days dijadikan momen kebersamaan bersama kekasih hati. Mulai dari perayaan ulang tahun, hari jadian, perayaan tahun baru bPadahal kita tahu perayaan maksiat ini budaya orang kafir. Apabila kita mengikuti, di manakah keislaman yang kita Yakini? Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia menjadi bagian dari mereka” (HR Abu Dawud).

Soo. Pede aja lagi. Jangan takut bin enggak enak hati jika kita memilih untuk tidak pacaran. Bukannya kita menafikan rasa cinta pada lawan jenis yang merupakan fitrah Allah SWT. Namun, belum waktunya saja. Kalaupun sudah saatnya, tentu kita akan memilih pasangan sesuai petunjuk Rasul SAW yakni, melangsungkan akad nikah agar menjadi pasangan yang sah di mata hukum dan agama.

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait