Opini

Kabut Asap Terulang, Mengapa Karhutla Sulit Dihentikan?

×

Kabut Asap Terulang, Mengapa Karhutla Sulit Dihentikan?

Sebarkan artikel ini

Oleh Raniza

Kabut Asap Terulang, Mengapa Karhutla Sulit Dihentikan?

DEPOKPOS – Kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap di Riau merupakan masalah yang harus mendapat perhatian serius. Setiap kali kabut asap muncul, masyarakat harus menghadapi udara yang tidak sehat dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

Hal ini membuat saya berpikir, mengapa masalah kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi, padahal dampaknya sudah dirasakan oleh banyak orang?

Menurut berita yang diterbitkan ANTARA pada 14 Oktober 2026, terdapat 11.707 kasus gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap di Pekanbaru hingga 10 Oktober 2026.

Menurut saya, angka tersebut menunjukkan bahwa kabut asap bukan masalah kecil karena dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama orang yang memiliki gangguan pernapasan, anak-anak, dan lansia.

Saya berpendapat bahwa salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana upaya pencegahan kebakaran dilakukan. Penanganan seharusnya tidak hanya berfokus pada memadamkan api setelah kebakaran terjadi, tetapi juga mencegah kebakaran sejak awal.

Pengawasan terhadap lahan rawan kebakaran perlu ditingkatkan, dan masyarakat harus lebih sadar bahwa membakar lahan dapat merugikan banyak orang.

Selain itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat dan perusahaan juga harus ikut bertanggung jawab menjaga lingkungan. Jika semua pihak hanya bertindak ketika kabut asap sudah menyebar, masalah yang sama berisiko terus berulang setiap tahun.

Dari masalah ini, bahwa kabut asap di Riau bukan hanya persoalan alam, tetapi juga berkaitan dengan kesadaran manusia dan keseriusan dalam mencegah kebakaran.

Menurut saya, solusi yang paling penting adalah melakukan pencegahan secara konsisten, memperkuat pengawasan, dan meningkatkan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

Dengan begitu, dampak kabut asap dapat dikurangi dan masyarakat bisa hidup dengan lingkungan yang lebih sehat.

Raniza