Genosida yang dilakukan Israel memberikan dampak dalam kenaikan harga minyak
DEPOKPOS – Konflik Israel-Palestina yang sedang hangat diperbincangkan karena tak kunjung menemukan titik penyelesaian dan malah memperbanyak adanya korban jiwa, bahkan konflik ini tidak menunjukkan sedikitpun adanya tanda-tanda untuk melakukan perdamaian.
Dilansir dari oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), genosida ini sudah membunuh lebih dari 17 ribu warga Palestina, dan sekitar 1000 lebih warga israel. Tak juga puas, Israel semakin gencar juga kejam dalam melakukan serangan – serangan yang menewaskan banyak warga Palestina.
Genosida yang dilakukan oleh Israel tak kunjung usai, jika konflik ini terus berlanjut lalu merambat ke wilayah disekitarnya tidak hanya memengaruhi wilayah di kawasan Timur Tengah namun juga berpotensi memberi sebuah dampak buruk dalam perekonomian dunia dalam stabilitas perekonomian.
Konflik ini berpegaruh besar dalam menimbulkan risiko geopolitik yang dapat mengganggu kerjasama antarnegara dan stabilitas politik juga ekonomi, tidak hanya mencakup wilayah geografis yang terlibat dalam sengketa, tetapi juga mempengaruhi seluruh kawasan di Timur Tengah dan juga mempunyai keterlibatan yang besar di tingkat internasional.
Konflik antar negara yang dekat dengan wilayah sengketa dapat meningkatkan ketidakstabilan geopolitik secara lebih luas lagi, dan pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya jalinan ekonomi antar negara negara dalam perdagangan global juga sektor lainnya.
Dampak yang paling ditakutkan oleh masyarakat internasional adalah naiknya harga minyak yang sekarang dapat disebut sebagai kebutuhan pokok masyarakat. Seperti yang kita ketahui minyak telah berkembang menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh seluruh negara di dunia. Pasar minyak merupakan salah satu pasar dengan komoditas terbesar di dunia.
Permintaan yang tinggi yang muncul dari berbagai sektor ekonomi menciptakan pasar yang luas dengan nilai transaksi yang signifikan. Perubahan yang terjadi dalam kenaikan atau turunnya harga minyak dapat memengaruhi inflasi juga stabilitas ekonomi di banyak negara.
Bagi negara-negara yang bergantung pada impor minyak dari negara lain, mereka akan merasakan dampak besar dari perubahan ekonomi akibat dari kenaikan harga minyak. Commodity Markets Outlook Bank Dunia mengatakan bahwa, harga komoditas naik sebesar 5% pada akhir tahun 2023 karena adanya dorongan kenaikan pada harga minyak.
Genosida yang dilakukan Israel memberikan dampak dalam kenaikan harga minyak yang telah dimulai semenjak akhir bulan Oktober 2023.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah ini merupakan masalah serius di tingkat internasional karena Timur Tengah merupakan sebagian dari salah satu penghasil minyak terbesar di dunia, seperti Arab Saudi, Irak, Iran, juga Uni Emirat Arab.
Pada saat muncul sebuah insiden atau eskalasi di kawasan yang memproduksi minyak, pasar minyak selalu menjadi rentan akan hal ini. Konflik genosida yang terjadi ini dapat mempengaruhi produksi dan rute pendistribusian minyak untuk pasar global, peristiwa ini dapat memengaruhi harga minyak yang saat ini beredar di pasaran.
Jika rute pendistribusian minyak terganggu maka akan memicu ketidakstabilan harga minyak di pasar dunia. Beberapa rute yang terkait dengan ketegangan konflik ini adalah Selat hormuz, disekitarnya terdapat negara Iran yang terlibat politik dengan konflik ini.
Lalu rute Laut Mediterania yang disepanjang pantainya terdapat negara negara yang terlibat seperti Israel, Lebanon, Mesir. Konflik ini dapat mengganggu arus distribusi minyak di wilayah tersebut, yang pada akhirnya dapat mengganggu rute lainnya dalam perdagangan internasional.
Akibat konflik ini, di dunia bisnis dapat tercipta ketidakpastian dalam berinvestasi di pasar keuangan global. Pasar keuangan selalu rentan terhadap pergerakan politik dan juga ketegangan regional.
Para investor akan memberikan perhatian lebih pada perkembangan konflik ini, karena sebelum para investor berinvestasi, mereka berhati hati juga menunggu perkembangan konflik genosida ini. Hal ini dapat berpotensi menaikkan harga minyak dan mempengaruhi perdagangan pasar saham.
Dalam ketegangan ini akan menjatuhkan harga saham sementara harga minyak akan terus menerus naik tajam. Konflik ini dapat mengurangi investasi asing dan mengganggu perputaran modal yang masuk dalam kawasan tersebut, bahkan juga ke pasar lainnya yang sudah berjejaring melalui pasar ekonomi internasional.
Namun perlu diingat bahwa bukan hanya konflik ini yang memengaruhi harga minyak dalam pasar dunia, banyak variabel lain yang memiliki dampak yang sama dalam pasar minyak. Oleh karena itu hendaknya setiap negara-negara di dunia juga komunitas internasional untuk selalu bergerak mendukung dan kooperatif terkait penyelesaian konflik ini.
Perlunya mencari solusi yang bijak dan adil bagi semua pihak yang terkait agar terciptanya perdamaian dunia yang aman dan nyaman. Perdamaian dalam kasus ini sangat menguntungkan dilihat dari beberapa aspek, karena dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia menjadi lebih baik, menyelesaikan masalah pelanggaran HAM, juga memperluas kerja sama antar negara.
Anastasya Regita Cahyani
Mahasiswa