Health  

Pentingnya Mengembangkan dan Menerapkan Pendidikan Kesehatan dalam Penanganan Bayi Prematur

DEPOKPOS – Bayi yang lahir prematur adalah bayi yang biasanya berukuran lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang lahir secara normal. Kelahiran prematur menyebabkan bayi tidak memiliki waktu yang cukup untuk tumbuh dan berkembang di dalam rahim.

Karena pertumbuhannya tidak baik di dalam rahim, bayi prematur memiliki berat badan lebih ringan dan panjang badan lebih pendek dari bayi yang lahir secara normal. Oleh sebab itu, bayi yang lahir prematur berisiko mengalami gangguan kesehatan karena kondisi organ tubuhnya yang belum sempurna dan memerlukan perawatan intensif.

Penyebab pasti terjadinya bayi lahir prematur sampai saat ini masih belum diketahui dengan secara pasti. Faktor penyebab terjadinya bayi lahir secara prematur yaitu riwayat kelahiran prematur sebelumnya, perdarahan antepartum, gizi buruk, kelainan rahim, hidramnion, penyakit jantung/ penyakit kronis lainnya, hipertensi, usia ibu yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, jarak dua kehamilan yang terlalu berdekatan, paritas tinggi, infeksi, trauma pada janin yaitu cacat lahir atau bawaan, kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini, keadaan sosial ekonomi yang rendah, kebiasaan merokok, pekerjaan dan lain-lain

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Selain itu, angka kematian bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu mempunyai angka kematian 5 kali lebih tinggi dari bayi yang lahir normal. Oleh karena itu, bayi yang lahir secara prematur memerlukan perawatan khusus dibandingkan bayi yang lahir secara normal atau cukup bulan.

Kurangnya pengetahuan tentang cara menangani bayi prematur jelas menjadi penyebab kematian bayi. Perawatan bayi baru lahir satu jam pertama sangatlah penting, terutama untuk mengurangi komplikasi pada bayi yang baru lahir. Bayi prematur yang tidak dirawat dengan baik dan kurang diberi makan atau asi berisiko mengalami kelemahan mental dan tingkat kecerdasan yang rendah. Dalam merawat bayi prematur dan memastikan nutrisi yang baik menjadikan bayi prematur sehat dan cerdas.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Sedangkan dilihat dari maraknya kasus mengenai bayi prematur yang meninggal akibat dugaan malpraktik yang dilakukan oleh salah satu klinik bersalin. Pentingnya kita terutama bidan dan perawat yang memiliki peranan penting harus mengembangkan serta menerapkan pendidikan kesehatan dalam menangani bayi prematur. Karna selain untuk menghindari dalam peningkatan angka kematian bayi prematur, kita bisa menerapkan ilmu pengetahuan itu dalam menangani bayi prematur dengan baik.

Dalam kasus tersebut, disebutkan bahwa seorang bayi prematur seberat 1,5 kg meninggal dunia setelah dilahirkan. Kejadian itu diketahui di sebuah klinik, di jalan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini diakibatkan karena pelayanan klinik di anggap buruk. Selain itu juga, pihak klinik terkesan tidak memberikan pelayanan yang ramah. Melainkan memberikan pelayanan yang kurang tanggap, cuek yang tidak seharusnya diberikan kepada pasien.

Setelah proses persalinan, dokter dan perawat bukannya membawa bayi ke inkubator untuk mendapatkan perawatan intensif untuk menjaga suhu tubuhnya dan untuk membantu bayi agar terhindar dari udara dingin serta infeksi bakteri. Namun, pihak klinik malah melakukan sesi newborn photography untuk keperluan review dan konten media sosial tanpa persetujuan keluarganya. Sedangkan dari pihak keluarga memberikan statement bahwa sebelum mereka melakukan hal itu, mereka sama sekali tidak meminta izin untuk membuat konten seperti itu.

BACA JUGA:  Tak Terlihat tapi Mematikan: Bahaya Merokok yang Harus Anda Ketahui

Sedangkan penanganan pertama yang harus dilakukan terhadap bayi prematur yaitu: Seharusnya ketika bayi prematur itu lahir langsung dibawa ke ruang nicu agar mendapatkan perawatan intensif. Karena, bayi yang lahir secara prematur masih memiliki organ tubuh yang belum berkembang dengan sempurna.

Oleh karena itu, Bayi prematur akan beresiko mengalami beberapa permasalahan pada sistem tubuh, gangguan pernafasan, gangguan gizi dan juga rentan terkena infeksi, karena daya tahan tubuh yang masih lemah, kemampuan leukosit yang belum mencukupi, dan produksi antibodi yang belum sempurna.