DEPOK – Pakar Parenting Islam Ustadzah Yanti Tanjung menyatakan sebagai keluarga Muslim sudah selayaknya mengutamakan cinta kepada Rasulullah SAW.
“Mencintai Rasulullah SAW adalah salah satu fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki gharizah tadayyun (rasa ingin mensucikan sesuatu). Maka dari itu sebagai keluarga Muslim sudah selayaknya mengutamakan cinta kepada Rasulullah,” ungkapnya dalam Kajian Muslimah Bulanan Komunitas Muslimah Perindu Surga: Merawat Kecintaan Keluarga Muslim kepada Rasulullah SAW, Ahad (15/10/2023) di Sukamaju, Depok.
Bukti keutamaan cinta kepada Rasulullah, menurutnya, terdapat Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 6 yang artinya, “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang Mukmin dari diri mereka sendiri.”
“Maka, salah satu penyemangat kita dalam mencintai Rasulullah SAW adalah hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda, ‘Tiga perkara yang membuat seseorang akan mendapatkan manisnya iman yaitu, Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selain keduanya, mencintai saudaranya hanya karena Allah dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana benci dilemparkan dalam api’,” jelasnya di hadapan sekitar 110 peserta.
Oleh karenanya, ia pun mengajak para peserta beserta keluarganya untuk bersama-sama membuktikan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan melanjutkan risalah dakwah yang diperjuangkannya, terlebih dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini.
“Kelahiran Rasulullah SAW salah satunya adalah sebagai basyir wa nadzir bagi keseluruhan manusia, tercantum dalam Al-Qur’an surah as-Saba’ ayat 28, ‘Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya’,” jelasnya.
Selain itu, ujarnya, kelahiran Rasulullah SAW juga sebagai suri teladan bagi manusia. Sebagaimana firman Allah SWT Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 21, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Ia juga menegaskan, Nabi Muhammad SAW bukanlah manusia biasa, tetapi utusan Allah SWT yang terlahir untuk merubah peradaban manusia dari jahiliah kepada Islam kaffah.[] Sandhi Indrati
