Mengenal Akad Mudharabah

 

Menurut bahasa (etimologi) Mudharabah berasal dari kata dharb. Dalam bahasa arab kata ini memiliki banyak arti. Diantaranya, dharaba (memukul atau berjalan) dan dharaba al-qalbu (berdetak). Pengertian mumukul atau berjalan adalah suatu proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usahanya. Sementara itu menurut istilah (terminologi) Mudharabah adalah akad perjanjian antara kedua belah pihak, yang salah satu dari keduanya memberi modal kepada yang lain supaya bisa dikembangkan. Sedangkan keuntungannya dibagi antara keduanya dengan ketentuan yang disepakati.

Menurut pengertian lain, Mudharabah adalah akad kerjasama suatu usaha antara dua belah pihak dimana pihak pertama (malik, shahib, al-mal, dan lembaga keuangan syarah) yang menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak ke dua (‘amil, mudhorib, nasabah) bertindak selaku pengelola dana, keuntungan usaha dibagi diantara keduanya sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak (Fatwa DSN-MUI No.07/DSN-MUI/IV/2000). Dan apabila terjadi kerugian ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola, jika kerugian itu diakibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, maka si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Dan apabila terjadi kerugian karena proses normal dari usaha bukan karena kecurangan atau kelalaian pengelola, kerugian ditanggung sepenuhnya oleh pemilik modal dan pengelola kehilangan tenaga keahlian yang telah dicurahkan. Apabila kerugian diakibatkan kelalaian dan kecurangan pengelola maka pengelola bertanggung jawab sepenuhny

LANDASAN HUKUM MUDHARABAH

⦁ Al-Qur’an
“ Dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah SWT dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah.” (Q.S Al-Muzammil 20 [73]:20)

⦁ Hadits
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib jika memberikan dana ke mitra usahanya secara mudharabah ia mensyaratkan agar dananya tidak dibawa mengarungi lautan, munuruni lembah yang berbahaya atau membeli ternak. Jika menyalahi peraturan tersebut, yang bersangkutan bertanggungjawab atas dana tersebut. Disampaikanlah syarat- syarat tersebut kepada Rasullullah saw. dan Rasullullah pun membolehkannya. (H.R.Thabrani)

⦁ Ijma
Mudharabah telah ada sejak masa jahiliyah dan tetap dibenarkan sebagai praktik pada masa Islam. Ibnu Hajar mengatakan :

“ Yang kita pastikan adalah bahwa mudharabah telah ada pada masa Nabi SAW. Beliau mengetahui dan mengakuinya. Seandainya tidak demikian, niscaya ia sama sekali tidak boleh.”

RUKUN DAN SYARAT MUDHARABAH

Rukun Mudharabah

⦁ Pelaku akad (pemberi dan penerima harta)
Akad mudharabah akan terlaksana jika terdapat dua pihak. Pihak pertama sebagai pemilik modal (shohibul mal) dan pihak kedua sebagai pengelola usaha (mudharib atau amil).

⦁ Mauqud alaih (modal, usaha, keuntungan)
Modal ynag diserahkan oleh pihak shahibul maal (keahlian) yang dilakukan dan diserahkan oleh pelaksana usaha.

⦁ Sighat (ijab dan qobul)
Persetujuan dari kedua pihak adalah konsekuensi prinsip sama-sama rela. Dalam prinsip ini kedua pihak harus sepakat untuk Bersama menikatkan diri dalam akad mudharabah

Syarat-syarat Mudharabah

⦁ Masing-masing pihak harus memenuhi persyaratan kecakapan wakalah
⦁ Modal yang sudah diserahkan oleh pemodal akan dikelola pengusaha dan mempunyai hak tanpa campur dari pihak pemodal
⦁ Kerugian ditanggung sepenuhnya oleh pemodal, pihak pekerja juga mengalami kerugian meskipun bukan dari modal, tapi hasil dari kerjanya
⦁ Sebelum adanya pembagian keuntungan milik bersama, persentase keuntungan dan waktu pemmbagian harus disepakati bersama dan dinyatakan dengan jelas

SKEMA AKAD MUDHARABAH

Penjelasan:

⦁ Kedua belah pihak (Shahibul Mal dan Mudharib) melakukan akad mudharabah
⦁ Mudharib mengelola bisnis
⦁ Hasil dari upaya yang dilakukan. Jika ada kelebihan modal maka akan ada keuntungan dan jika ada kekurangan modal maka akan ada kerugian
⦁ Jika menguntungkan, bagian keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati dalam bentuk persentase

Ingin produk, bisnis atau agenda Anda diliput dan tayang di DepokPos? Silahkan kontak melalui WhatsApp di 081281731818

Pos terkait