Sistem Pengendalian Manajemen pada PT.KAI Commuterline JABODETABEK

DEPOKPOS – Salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis adalah membentuk sistem informasi yang baik dengan menggabungkan teknologi informasi dengan komponen-komponen seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya.

Salah satu contoh perusahaan yang saat ini sedang berkembang pesat dalam penerapan teknologi informasi adalah PT KCJ (KAI Commuter Jabodetabek).

PT KCJ merupakan salah satu perusahaan pelayanan publik yang bergerak dalam bidang pengangkutan orang darat dengan media kereta api. Anak perusahaan BUMN ini beroperasi di wilayah jabodetabek dengan tugas memberikan pelayanan perjalanan transportasi darat yang nyaman dan masal.

Pada tahun 2023 rata-rata KCJ memberangkatkan 750 ribu orang dalam setiap harinya menjadikan KCJ saat ini menjadi satu satunya alat transportasi public terbesar yang membutuhkan pelayanan yang terencana.

BACA JUGA:  Membangun Keuangan yang Kuat: 5 Langkah Mudah Menuju Kebebasan Finansial

Peranan umum teknologi informasi bagi sektor transportasi public antara lain Meningkatkan efisiensi system transportasi, Meningkatkan keselamatan, Meningkatkan mobilitas dan aksestabilitas, dan Meningkatkan koneksi antar moda transportasi.

Struktur sistem pengendalian manajemen yang termasuk dalam PT. KAI menunjukkan batas-batas tanggung jawab yang jelas, pendelegasian wewenang dan uraian tugas, serta hubungan antar bagian dalam suatu organisasi. Bagan Organisasi adalah salah satu dari persyaratan Akuntansi Tanggung Jawab.

Hal ini memberikan informasi tentang kewajiban dan tanggung jawab posisi yang dipegang oleh individu dalam organisasi, hubungan mereka dengan anggota organisasi lainnya, serta pelaporan yang ditaatinya. Dari struktur organisasi , kita dapat melihat bahwa perusahaan dengan jelas mendefinisikan bahwa tugas dan tanggung jawab mereka telah sesuai.

BACA JUGA:  Hati-Hati Bangun Tangga di Rumah, Ini Pedomannya!

Perencanaan strategis merupakan langkah awal dalam melaksanakan suatu kegiatan. Fase ini menentukan tujuan, jenis implementasi, personel dan persyaratan keuangan, waktu implementasi, dan kondisi serta peraturan yang harus dipatuhi.

PT. KAI melaksanakan rencana , strategi sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Ini termasuk target pendapatan dan efisiensi biaya, keselamatan, layanan, keselamatan dan ketepatan waktu, persiapan kereta api, infrastruktur kehandalan, implementasi berkelanjutan dari proses peningkatan kualitas (quality improvement), tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Implementasi program, Menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan, mengoptimalkan sumber daya perusahaan, mengelola operasional kereta api dan keamanan dan ketertiban, mengelola layanan pelanggan, penjualan dan layanan pelanggan, efektivitas pelaksanaan kemitraan dengan pihak luar, transportasi KA jarak jauh dan KA komuter mengoordinasikan semua bisnis perkeretaapian kegiatan di wilayah geografis, baik kegiatan unit organisasi di wilayah operasional maupun kegiatan yang dilakukan oleh unit vertikal kantor pusat , menjamin semua resiko pada proses bisnis di dalam lingkup Daerah Operasi diidentifikasi, diukur, dievaluasi, ditangani, dikendalikan dengan baik dan dikontrol sebagaimana mestinya.

Robiatul Adawiyah
Mahasiswi Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis