Health  

KISTA OVARIUM : Gejala, Penyebab, Faktor Resiko, Pencegahan, dan Pengobatan

DEPOKPOSKista adalah kantung yang dibentuk oleh jaringan membran yang berisi cairan, udara, semi-padat, dan zat lainnya. Kista dapat muncul di bawah kulit di banyak bagian tubuh.

Kista ovarium adalah tumor jinak atau ganas yang berada di ovarium. Pada ibu hamil, tumor ovarium yang cukup besar menyebabkan kelainan pada posisi janin dan menghalangi jalan masuk kepala ke panggul. Tumor ovarium yang paling umum selama kehamilan adalah kista dermoid, atau kista coklat.

Gejala Kista Ovarium

Kista ovarium kecil biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala muncul saat kista mulai membesar dan menyumbat aliran darah ke ovarium.

⦁ Perubahan Pada Siklus Menstruasi
⦁ Masalah Pencernaan
⦁ Rasa nyeri di perut bagian bawah
⦁ Kemerahan di kulit sekitar area.
⦁ Nyeri yang sering terjadi di rongga panggul, disertai rasa gatal.

Penyebab Kista Ovarium

Kista ovarium dapat disebabkan karena banyak faktor, meski pada umumnya bersifat jinak tetapi juga dapat berpotensi menjadi sel ganas.

Penyebab terjadinya kista ovarium :

⦁ Kondisi genetik
⦁ Infeksi pada panggul yang menyebar ke ovarium & saluran tuba falopi, sehingga membentuk kista.
⦁ Masalah hormon
⦁ Pernah memiliki riwayat kista.
⦁ Kondisi peradangan kronis.
⦁ Perkembangan embrio yang tidak normal.
⦁ Kelainan pada sel

Faktor Risiko :

⦁ Usia
⦁ Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
⦁ Sedang menjalani pengobatan kesuburan kandungan
⦁ Endometriosis

Pencegahan Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kondisi yang tidak dapat dicegah. Namun, kita dapat melakukan pemeriksaan panggul secara teratur untuk memeriksa perubahan, kelainan, atau masalah ovarium. Dengan cara ini, kista ovarium dapat dideteksi sejak dini.

Perhatikan juga siklus menstruasi pada diri kita. Jika melihat adanya perubahan dalam siklus menstruasi dan mengalami gejala yang tidak biasa, segera pergi ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter. Serta menjaga pola makan kita sehari hari dan mulai mengurangi makanan siap saji.

Pengobatan Kista

Kista biasanya hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Perawatan tergantung pada jenis dan ukuran kista dan usia pasien. Adapun beberapa caranya :

⦁ Melakukan pengecekan secara berkala

Pengecekan melalui pemeriksaan USG beberapa minggu atau beberapa bulan setelah mengetahui di diagnosis kista & utuk mengetahui kista tersebut sudh hilang atau masih ada.

⦁ Mengkonsumsi Pil KB

dokter memberi obat untuk mencegah ovulasi agar tidak terbentuk kista, misalnya menggunakan pil KB.

⦁ Melakukan Pemeriksaan Sonoogram

Kista diketahui dengan pemeriksaan sonogram yang dimasukkan melalui vagina atau dari luar dinding perut. Pemeriksaan dengan sonogram biasanya memerlukan waktu sekitar 30 menit dan dokter bisa mengetahui bentuk dan ukuran kista.

⦁ Pemeriksaan Menggunakan CA-125

Cara pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosa kista adalah dengan menggunakan CA-125. Terutama untuk mengetahui apakah kista mulai ada perubahan keganasan (kanserous). Tetapi kadang-kadang pada perempuan usia subur, kadar CA-125 nor- mal. Sebaiknya pemeriksaan CA-125 dilakukan pada perempuan yang berisiko tinggi menderita kanker. Operasi kista ovarium perlu dilakukan tergantung pada beberapa kondisi, antara lain, umur, ukuran kista, dan keluhan.

Gabriyela Amanda Tampubolon
Mahasiswa Prodi Keperawatan Universitas Binawan