oleh

Waktu yang Terasa Cepat di Saat Pandemi

Tak terasa waktu sangat terasa sangat cepat karena kini telah dimulai lembaran baru di tahun 2021 dan meninggalkan tahun 2020, namun di tahun ini sangat berbeda sekali di banding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena kita dihadapkan dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang belum pernah kita lakukan. Jika kita mengingat ke belakang, pandemi covid-19 ini telah terjadi di indonesia pada pertengahan bulan maret. Jika kita hitung sampai sekarang tentu hal itu sebenarnya bukanlah waktu yang singkat.

Namun apa penyebabnya jika waktu sangat terasa cepat?

Sebenarnya waktu akan terasa cepat atau lambat tergantung dari perasaan kita dalam menjalani aktivitas. Sebagai contoh jika kita sedang dalam ruangan untuk belajar atau sedang mengerjakan sesuatu, terkadang kita merasa bosan dengan pikiran kita dan menjadi tidak fokus disaat kita hanya berdiam diri dalam ruangan saja dengan waktu yang telah ditentukan.

Disaat perasaan bosan itulah kita merasa ingin segera untuk keluar kelas dengan sekali-kali melihat waktu, dan disaat menunggu waktu itulah kita merasa bahwa waktu akan terasa sangat lama.

Namun disaat perasaan kita sedang senang atau sangat fokus menikamati apa yang sedang kita kerjakan tanpa perlu kita memikirkan, melihat, dan menungu waktu. Maka waktu akan terasa sangat cepat.

Jika kita kaitkan dengan masa pandemi saat ini, kebanyakan dari kita melakukan aktivitas baru di dalam rumah seperti sekolah online, Work From Home, rebahan, hobi baru dan aktivitas lainnya yang hanya dihabiskan dalam rumah. Kegiatan ini pun dilakukan secara berulang-ulang setiap hari dan akan terasa serupa setiap harinya.

Hal ini menyebabkan kita hanya banyak berkomunikasi secara digital dan jarang untuk berkomunikasi secara langsung dengan banyak orang dengan suasana luar yang berbeda-beda. Sekalipun ada mungkin itu hanya dari keluarga atau teman dekat saja.

Jika hal ini terus berlangsung terlalu lama, tentu akan timbul perasaan bosan karena suasana aktivitas hanya di rumah dan hanya bertemu dengan orang yang itu-itu saja. Hal ini akan membuat kita rentan menjadi anti sosial yang hanya mengisolasi diri sendiri di rumah.

Lalu bagaimana  caranya agar perasan waktu menjadi normal? Berikut ini beberapa yang bisa kita lakukan agar suasana aktivitas kita tidak monoton setiap harinya, namun tetap menjaga protokol kesehatan di saat pandemi:

  • Melakukan aktivitas diluar ruangan lebih sering seperti bersepeda, jogging atau kegiatan bermanfaat lainnya.
  • Membuat agenda dalam rutinitas sehari-hari.
  • Mengatur pola waktu tidur agar lebih teratur.
  • Menambah pengalaman berkesan yang akan tersimpan diingatan seperti kegiatan sosial ataupun kegiatan yang bermanfaat lainnya.
  • Selalu melakukan komunikasi dan berhubungan baik dengan keluarga, tetangga, ataupun teman.
  • Dan yang terpenting adalah selalu perbanyak ibadah dan berdoa agar selalu dimudahkan hari-hari kita dan segera diangkat penyakit virus covid-19 ini. (Affan Fuhaid)