oleh

Sunset Industri Media di Tengah Era Disrupsi

Sunset industri adalah industri yang sedang mengalami kemunduran, industri media cetak misalnya hari ini banyak di gembar-gemborkan orang tengah mengalami fase ini. Banyaknya jumlah penerbit media cetak di indonesia yang tutup atau hanya bermigrasi di media online.

Apalagi untuk situasi industri media cetak memang lebih berat dibandingkan dengan media online. Penyebab kedua, adanya migrasi pola baca sebagian masyarakat dari media cetak ke media online (internet). Penetrasi internet yang semakin dalam di kehidupan masyarakat Indonesia membuat keberadaan surat kabar semakin banyak ditinggalkan. Data asosiasi pengguna internet, jumlah penguna internet di Indoensia sudah mencapai 100 juta pengguna.

Apakah media cetak dapat bertahan dalam menghadapi media online? Boleh jadi, asumsi itu menemui kenyataan. Tapi entah kapan industri media cetak di negeri ini benar-benar lenyap, sangat sulit untuk memprediksinya.

Ditengah upaya untuk terus survive akibat kian menguatnya penetrasi (penerobosan) digital di kalangan konsumen dan iklim bisnis yang disruptif (penciptaan pasar baru), para penerbit media cetak harus semakin pandai mengatur siasat untuk tetap eksis dan berkembang. Alih-alih hanya mikir kapan bakal bangkrut atau tutup, ada baiknya diskursus diarahkan kepada mencari inovasi dan gagasan kreatif apalagi yang bisa membuat media cetak tetap hidup ditengah masyarakat.

Mungkin di era yang butuh kecepatan ini, industri media cetak juga diharapkan bisa segera dilakukan jika tengah menghadapi situasi perubahan, lewat gagasan-gagasan kreatif yang sangat mungkin bisnis media cetak masih tetap eksis walaupun tidak se eksis masa kejayaannya.

Oleh sebab itu tutup atau bangkrutnya media cetak bisa menjadi pelajaran penting bahwa penerbit tidak boleh terlambat mengantisifasi berbagai keniscayaan yang sedang berlangsung, seperti munculnya digital dan lainya. (Safira)

Komentar