oleh

Indonesia Berhasil Duduki Peringkat Dua Pengembangan Keuangan Syariah Dunia

JAKARTA – Indonesia berhasil meraih peringkat dua dalam pengembangan keuangan syariah 2020, hal tersebut dilihat berdasarkan Islamic Finance Development Indicators (IFDI) yang dikeluarkan oleh Refinitv, the Islamic Corporation for the Development (ICD) dan the Islamic Development Bank (ISDB).

Perhitungan IFDI diukur pada faktor-faktor penentu utama yang dikelompokan dalam lima bidang pembangunan. Diantaranya yaitu Pertumbuhan Kuantitatif, Pengetahuan, Tata Kelola, Kesadaran, dan Tanggung jawab sosial perusahaan.

Kepala Keuangan Islam Refinitiv, Mustafa Adil mengatakan Indonesia mengalami peningkatan yang sangat cepat dan signifikan dalam pengembangan keuangan syariah. Pada tahun-tahun Sebelumnya, IFDI Indonesia berada di posisi sepuluh di tahun 2018 dengan aset 86 miliar dolar AS dan posisi empat pada tahun 2019 dengan total aset menjadi 99 miliar dolar AS .

“Indonesia bisa bertumbuh dengan cepat dalam tiga tahun terakhir ini karena dipengaruhi beberapa hal, salah satunya pengembangan secara ekosistem yang mengangkat banyak industri,” katanya dalam konferensi pers virtual peluncuran IFDI 2020 di Jakarta, Selasa (15/12).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo dalam konferensi pers yang sama menyatakan, pencapaian ini akan memberikan optimisme bagi perbankan syariah dan keuangan syariah lainnya serta industri halal dan pasarnya.

Prestasi yang cukup baik ini tentunya tak lepas dari peran seluruh pemangku kepentingan termasuk di dalamnya peran anak muda di lembaga formal maupun non formal yang terus berkolaborasi dan berkomitmen tinggi dalam upaya mendorong perkembangan industri keuangan syariah Indonesia. (Farhan Ar’Rayyan)