oleh

Benarkah Vegetarian Rentan Alami Anemia?

Oleh: Ayu Anisadiyah, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Saat ini orang yang menganut pola makan vegetarian semakin bertambah. Orang menjadi vegetarian karena beberapa alasan, yaitu untuk meningkatkan kesehatan, agama, mengkhawatirkan kehidupan hewan atau keinginan makan karena ingin mengurangi penggunaan sumber daya lingkungan yang berlebihan. Vegetarian merupakan pola makan tanpa mengonsumsi daging hewan, seperti sapi, unggas, ikan, dan hewan lain yang dibunuh untuk diambil dagingnya. Vegetarian juga tidak mengonsumsi produk sampingan yang dihasilkan dari hewan. Namun, dalam pelaksanaannya, masing-masing vegetarian memiliki aturan spesifiknya tersendiri.

Terdapat beberapa jenis vegetarian berdasarkan makanan yang dikonsumsi. Lacto-vegetarian adalah kelompok vegetarian yang mengonsumsi produk susu tetapi tidak mengonsumsi daging dan telur. Ovo-vegetarian tidak mengonsumsi daging dan produk susu tetapi mengonsumsi telur. Kemudian, lacto-ovo adalah kelompok vegetarian yang mengonsumsi produk susu dan telur, tetapi daging tidak dikonsumsi. Kelompok pascatarian tetap mengonsumsi ikan, tetapi tidak mengonsumsi daging, produk susu, dan telur. Kelompok terakhir yaitu vegan yang tidak mengonsumsi segala jenis produk hewani.

Orang yang memiliki pola makan vegetarian berisiko mengalami kekurangan beberapa zat gizi, antara lain asam amino, protein, omega-3, omega-6, asam lemak, Vit. D, Vit. B12, kalsium, seng, tembaga, serta zat besi. Kekurangan zat besi menyebabkan orang dengan pola makan vegetarian berisiko mengalami anemia.

BACA JUGA:  Miliki Pikiran Positif selama Pandemi dengan Memperbaiki Kecerdasan Emosi

Anemia adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin didalamnya rendah. Hemoglobin berfungsi sebagai pembawa oksigen di dalam tubuh. Apabila konsentrasi hemoglobin rendah, maka akan terjadi penurunan kapasitas darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Penyebab paling umum terjadinya anemia, yaitu kekurangan zat gizi, terutama zat besi. Kelompok yang rentan mengalami anemia adalah anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, remaja putri juga termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia. Hal ini dikarenakan, remaja putri mengalami menstruasi, terlebih apabila pengetahuan mereka mengenai anemia kurang.

Kadar hemoglobin optimal yang dibutuhkan agar tidak terjadi anemia bervariasi menurut usia, jenis kelamin, dan status kehamilan. Anak berusia 6-59 bulan dikatakan anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang 11g/dL, usia 5-11 tahun dikatakan anemia apabila hemoglobinnya <11.5g/dL, usia 12-14 tahun anemia apabila kadar hemoglobinnya <12g/dL, perempuan usia ≥15 tahun yang tidak hamil dikatakan anemia apabila kadar hemoglobinnya >12g/dL, ibu hamil anemia apabila hemoglobinnya <11g/dL, sedangkan laki-laki dikatakan anemia apabila hemoglobinnya <13g/dL.

BACA JUGA:  Inilah Peran Muslimah dalam Dakwah

Zat gizi yang berisiko mengalami defisiensi pada orang dengan pola makan vegetarian adalah protein. Asupan protein yang rendah menyebabkan terganggunya pembentukan hemoglobin, sehingga transportasi zat besi terhambat dan mengakibatkan terjadinya defisiensi zat besi.

Oleh karena itu, orang dengan pola makan vegetarian rentan mengalami anemia. Akan tetapi, kejadian anemia karena pola makan vegetarian masih menjadi kontroversi di masyarakat. Masih banyak yang mempertanyakan apakah benar vegetarian rentan mengalami anemia. Akan tetapi, saat ini belum terdapat bukti ilmiah mengenai kejadian anemia pada vegetarian. Karena nyatanya anemia juga terjadi pada orang dengan pola makan non-vegetarian.

Menurut dr. Cindiawaty Pudjiadi, MARS, MS, SpGK dilansir dari detikhealth, “Meskipun stok zat besi pada kelompok vegetarian lebih rendah dibandingkan non-vegetarian, kadar zat besi mereka belum tentu ada pada level defisiensi atau kekurangan”.

American Dietetic Association juga menyebutkan bahwa meskipun vegetarian simpanan besi didalam tubuhnya lebih rendah dibandingkan orang dengan pola makan biasa, tetapi biasanya kadar hemoglobinnya berada pada jumlah normal. Hal ini dikarenakan tubuh vegetarian seiring berjalannya waktu akan beradaptasi dengan diet yang dijalani, sehingga penyerapan zat besi menjadi lebih efisien.

BACA JUGA:  Agar Anak Terhindar Pergaulan Bebas

Maka, dapat disimpulkan bahwa kelompok yang rentan mengalami anemia bukan hanya orang dengan pola makan vegetarian, tetapi semua orang dengan konsumsi protein dan zat besi yang kurang akan berisiko mengalami anemia. Oleh karena itu, perlu diperhatikan konsumsi zat gizi untuk mencegah terjadinya anemia.

Vegetarian dapat mengonsumsi sumber protein nabati, seperti tempe dan tahu, kedua jenis pangan ini selain kaya akan protein juga mengandung kalsium. Konsumsi kacang-kacangan juga perlu ditingkatkan karena mereka dapat menutup kebutuhan protein hewani. Apabila asupan zat besi tidak memungkinkan untuk didapatkan secara alami, maka zat besi dapat diperoleh melalui suplemen. Selain itu, perlu dihindari jenis makanan serta minuman yang merupakan inhibitor (penghambat) penyerapan zat besi, yaitu teh, kopi, bayam, coklat, pisang, dan kacang-kacangan. Hal ini dikarenakan, makanan-makanan tersebut mengandung tanin dan oksalat yang merupakan inhibitor penyerapan zat besi di dalam tubuh. []

Komentar

Berita lainnya