oleh

Bagaimana Meningkatkan Konsentrasi Belajar selama PJJ?

Pandemi Covid-19 memengaruhi seluruh segmen kehidupan dengan pendidikan sebagai salah satunya. Pada tanggal 24 maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Surat Edaran tersebut menjelaskan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan di rumah melalui daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini dilakukan agar penyebaran virus Covid-19 tidak semakin meluas.

Pembelajaran jarak jauh atau biasa kita kenal pembelajaran daring merupakan pembelajaran “dalam jaringan” sebagai terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan komputer. Bentuk pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh atau Pembelajaran daring adalah dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia seperti smartphone, laptop, maupun komputer. Beberapa aplikasi yang banyak digunakan mahasiswa di Indonesia yaitu Whatsapp, e-learning, zoom, Google meet dan Microsoft teams.

Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berjalan hingga delapan bulan di Indonesia . Sejumlah hambatan dan tantangan masih terjadi dalam prosesnya. Setiap mahasiswa memiliki daya dukung yang berbeda. Tidak semua mahasiswa memiliki akses teknologi untuk mengikuti PJJ terutama daerah 3T (daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal).. Daerah 3T merupakan daerah yang paling terluar pada wilayah Indonesia. Pada dasarnya terdapat 122 wilayah di Indonesia yang termasuk dalam wilayah 3T. Selain akses teknologi, kedala sinyal juga terjadi di beberapa wilayah dan pemahaman mahasiswa mengenai aplikasi pembelajaran yang masih kurang.

Perubahan metode pembelajaran secara offline menjadi online dalam waktu singkat tentunya memberikan dampak bagi mahasiswa. Beberapa dampak positif yang dirasakan yaitu mahasiswa dapat melaksanakan pembelajaran bersamaan dengan hal lainnya, tetap menerapkan protokol Kesehatan, tidak ada batasan waktu dalam belajar. Sedangkan dampak negatif yang dirasakan antara lain kurang memanfaatkan waktu belajar online, pembelajaran tidak maksimal, serta Kesehatan fisik dan psikologi yang terpengaruh.

BACA JUGA:  Haruskah Perempuan Berperan?

Bersama informasi akademis yang kerap dibagikan lewat media sosial, berita mengenai Covid-19 ikut tersebar secara masif dan tidak terkendali. Berita tersebut berpotensi menimbulkan social media fatigue pada mahasiswa. Kelebihan informasi telah terbukti menyebabkan social media fatigue karena membebani kognisi individu. Social media fatigue adalah perasaan subjektif pengguna media sosial yang merasa lelah, jengkel, marah, kecewa, kehilangan minat, atau berkurangnya motivasi. Hal ini berkaitan dengan interaksi di berbagai aspek penggunaan media sosial karena banyaknya konten yang ditemui. Social media fatigue menyebabkan individu kehilangan konsentrasi dan fokus terhadap apa yang harus dikerjakan. Hal ini memicu konsekuensi negatif lainnya yaitu penurunan performa belajar yang berarti mahasiswa yang belajar di rumah selama wabah Covid-19 diduga tidak mampu menampilkan kinerja yang maksimal dan mengalami penurunan prestasi.

Beberapa mahasiswa kewalahan dalam mengikuti proses pembelajaran. Proses tersebut mulai dirasa membosankan akibat monotonnya metode pembelajaran. Perkuliahan daring memang membutuhkan adaptasi dan usaha agar dapat berjalan lancar. Selain itu dibutuhkan usaha untuk memahami materi yang biasanya disampaikan secara lisan menjadi tulisan, video atau live streaming. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk beradaptasi atau menyesuaikan pola belajar dengan bentuk pembelajaran saat ini. Berikut tips untuk memaksimalkan pembelajaran daring, yaitu

BACA JUGA:  Penggunaan Aplikasi Daring bagi Pelaku UMKM Sebagai Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

⦁ Menciptakan motivasi untuk belajar
Ciptakan motivasi diri untuk belajar. Motivasi ini dapat ditimbulkan dengan membuat perjanjian pada diri sendiri, memberikan award setelah target belajar tercapai, atau memajang kata-kata motivasi di dekat meja belajar.

⦁ Mengatur waktu belajar
Mengarur waktu belajar dengan efektif. Pembagian waktu belajar dapat menggunakan teknik podomoro. Teknik podomoro adalah teknik membagi waktu belajar menjadi interval bernama worksheet atau “jendela kerja” selama 25 menit. Setelah 25 menit, “jendela kerja” itu berakhir yang kemudian diselingi interval waktu istirahat.

⦁ Mengulang kembali materi
Mengerjakan tugas belum cukup untuk memahami materi. Mengulang kembali video materi yang tersedia akan meningkatkan pemahaman. Setelah menonton kembali, buatlah rangkuman atau peta konsep dari materi tersebut.

⦁ Mengerjakan hobi
Setelah selesai mengerjakan tugas, waktu yang tersedia dapat digunakan untuk melakukan hobi atau aktivitas favorit . Hal ini dapat mengembalikan suasana hati.

⦁ Komunikasi dengan orang lain
Meskipun tidak bertatap muka, komunikasi dengan teman maupun keluarga sangat penting dalam proses belajar. Komunikasi dapat memperluas pengetahuan dan meningkatkan ketajaman dalam berpikir.

Pembelajaran jarak jauh memang sangat memengaruhi performa belajar mahasiswa, terutama saat terjadi social media fatigue sulit untuk dihindari. Namun sudah selayaknya kita tetap memiliki semangat untuk beradaptasi semaksimal mungkin dengan menerapkan pembaruan pola belajar

Oleh Annisa hanan

Referensi:
Aji, W., Dewi, F., Kristen, U., & Wacana, S. (2020). DAMPAK COVID-19 TERHADAP IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI. 2(1), 55–61.
Syah, R. H. (2020). Dampak Covid-19 pada Pendidikan di Indonesia: Sekolah, Keterampilan, dan Proses Pembelajaran. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(5). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v7i5.15314
Alfabeta, P. (2009). KOMINUKASI @ 2009 , Penerbit Alfabeta , Bandung Penulis Tahun Penerbit ISBN : Munir.
Media, K., 2020. Kilas Balik Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Pandemi Covid-19 Halaman All – Kompas.Com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://nasional.kompas.com/read/2020/09/03/10063201/kilas-balik-pembelajaran-jarak-jauh-akibat-pandemi-covid-19?page=all> [Accessed 16 December 2020].
Napitupulu, R. M. (2020). Dampak pandemi Covid-19 terhadap kepuasan pembelajaran jarak jauh. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 7(1), 23–33. https://doi.org/10.21831/jitp.v7i1.32771
Argaheni, N. B. (2020). Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi COVID-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia. PLACENTUM: Jurnal Ilmiah Kesehatan Dan Aplikasinya, 8(2), 99. https://doi.org/10.20961/placentum.v8i2.43008
Tommy, M., Putera, F., & Rhussary, M. L. (2014). ( TERDEPAN , TERPENCIL DAN TERTINGGAL ) DI KABUPATEN. 144–148.
adit, a., 2020. Enam Tips Belajar Di Rumah Dari Program PINTAR Tanoto Foundation – Tanoto Foundation. [online] Tanoto Foundation. Available at: <https://tanotofoundation.org/id/news/enam-tips-belajar-di-rumah-dari-program-pintar-tanoto-foundation/> [Accessed 16 December 2020].
Media, K., 2020. Ingin Belajar Di Rumah Lebih Optimal? Ini 6 Tips Bagi Siswa Halaman All – Kompas.Com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://edukasi.kompas.com/read/2020/04/28/174620771/ingin-belajar-di-rumah-lebih-optimal-ini-6-tips-bagi-siswa?page=all> [Accessed 16 December 2020].
Belajar, T., & Pomodoro, M. (1980). Tips dan Trik. 42–43.
wicaksono, w., 2020. Special Content: Pendidikan Indonesia Kala Pandemi, Persoalan Yang Lebih Besar Daripada Sekadar Kuota Internet. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/news/read/4383685/special-content-pendidikan-indonesia-kala-pandemi-persoalan-yang-lebih-besar-daripada-sekadar-kuota-internet> [Accessed 16 December 2020].
fabriza, E., 2020. Dampak Virus COVID-19 Bagi Mahasiswa. [online] Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang. Available at: <https://www.unisbank.ac.id/v2/news/dampak-virus-covid-19-bagi-mahasiswa/> [Accessed 16 December 2020].

Komentar

Berita lainnya