oleh

Manajemen Bakat untuk Auditor Syariah

Manajemen bakat auditor syariah sangatlah penting bagi organisasi untuk menarik dan mempertahankan bakat-bakat penting, sehingga dapat meningkatkan potensi dan tingkat kinerja di antara bakat selain meningkatkan tingkat keberhasilan individu dalam melakukan lingkup pekerjaan dengan menggunakan kemampuan mereka sendiri, dan untuk terus meningkatkan kemampuaan mereka sendiri.

Tingkat moderat dari konsep lanjutan produk dan layanan perbankan syariah para manajer bank sebagai bagian dari sumber daya manusia di IB memperkuat kebutuhan akan program pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang bidang tersebut untuk meningkatkan kinerja mereka dalam organisasi.

Kini, Malaysia telah berhasil megoperasikan sistem perbankan ganda di mana sistem perbankan konvensional berjalan bersamaan dengan sistem keuangan Islam meskipun keduanya diatur oleh tindakan yang berbeda, Undang-Undang Lembaga Keuangan 2013 (FSA) dan Undang-Undang Lembaga Keuangan Islam 2013 (IFSA) masing-masing. Hingga saat ini, Malaysia memegang salah satu pasar keuangan Islam paling progresif di dunia, dengan sistem keuangan Islam diperkirakan bernilai sekitar USD1 triliun dalam aset, yang lima kali lebih besar dari pada tahun 2003 (MIFC, 2018).

BACA JUGA:  Asrorun Niam Paparkan Standar Hewan Halal dalam Forum Pangan Halal Dunia

Untuk melengkapi pertumbuhan kokoh dalam bidang keuangan Islam di Malaysia, bakat profesional yang luas sangat pnting untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan industri. Oleh karena itu, seiring dengan pertumbuhan untuk produk dan layanan keuangan Islam, begitu pula permintaan untuk modal manusia keuangan Islam. Di Malaysia, posisi audit internal khusus ini ditugaskan untuk melakukan fungsi audit syariah.

Praktik audit syariah di lembaga syariah Indonesia

Kini lembaga keuangan syariah atau LKS telah berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir. Ini menimbulkan adanya permasalahan yang sesuai dengsn Syariah di LKS dan kebutuhan baru terhadap fungsi audit Syariah. Fungsinya merupakan sebagai akuntabilitas laporan keuangan yang disiapkan oleh manajemen dan juga memastikan Syariah aspek dipenuhi dengan sempurna oleh LKS.

SAR kompeten memastikan pelaksanaan kualitas fungsi audit Syariah dan melindungi kesejahteraan stakeholder berbasis agama. Fungsi audit syariah yang efektif dan baik dapat dicapai jika dilakukan oleh yang kompeten LAK yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dengan sikap dan nilai-nilai untuk melakukan tuggas tersebut positif. Dengan demikian, SAR akan memenuhi kewajiban mereka kepada Allah SWT sebagian dari tugas mereka sebagai khalifah di dunia ini.

BACA JUGA:  Indhex-ISEF 2019 Rambah Pasar Global

Audit yang sukses juga dapat dipengaruhi dengan kekuatan sumber daya manusia seperti memiliki keahlian yang kompeten dan dapat diandalkan untuk menyusun strategi rencana dan meninjau hasilnya.

Lembaga keuangan syariah memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat muslim seperti di Indonesia ini karena dapat memberikan jaminan bagi para investor, investor atau para pemangku kepentingan lainnya. Proses audit ini dapat membantu lembaga keuangan syariah dalam mengkokohkan kredibilitas dan reputasi yang mengandung konsep keprcayaaan terhadap masyarakat luas.

Perbankan atau Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) di Indonesia atau di negara lain saat ini terbagi adanya bank konvensional dan bank syariah. Kesamaan dari kedua jenis LKBB tersebut yaitu mereka sama-sama mengumpulkan dan membagikan dana dari dan kepada masyarakat.

Sebenarnya konsep perekonomian Indonesia telah mengenal konsep sentralisasi pemerintahan, dimana melalui zakat, infaq, dan shadaqoh yang dikelola pemerintah yang digunakan untuk kepentingan kemaslahatan dan kemakmuran rakyat. Namun seiring dengan perkembangnya zaman, konsep Islam tersebut mulai terkikis dengan adanya pengaruh budaya barat.

BACA JUGA:  Qazwa - Platform Pembiayaan Syariah Rintisan Mahasiswa UI untuk Usaha Mikro

Konsep perekonomian bnagsa barat sudah bertransormasi menjadi konsep perekonomian konvensional yang kita kenal seperti sekarang ini. Konsep bangsa barat ini bsudah mendominasi dan menjadi kiblat perekonomian dunia.

Praktik lembaga keuangan syariah sudah berjalan dan berkembang dengan sangat cepat di berbagai negara. Pembentukan standar pelaporan keuangan syariah juga sudah ada di masing-masing negara. Hanya saja masih belum ada pihak yang menjamin sebuah laporan keuangan tersebut.

Indonesia mulai menyusun panduan audit syariah digunakan sebagai acuan pelaksana audit syariah. Ikatan akuntan Indonesia (IAI) dan Bank Indonesia sudah menerbitkan panduan pelaksanaan audit syariah yang sudah cukup baik. Namun pernyataan Standar Akuntansi Syariah (PSAK) yang mengatur pelaksanaan akuntansi syariah ini belum membahas secara mendetail. Meski ada standar penyajian laporan keuangan syariah, namun untuk audit syariah belum dibahas secara rinci pula. Oleh karena itu, secara umum dapat disimpulkan bahwa Indonesia belum memiiki kerangka kerja pelaksana audit syariah yang sesuai dengan harapan semestinya.

Lulu Islamiyyah, STEI SEBI.

Komentar

Berita lainnya