DEPOKPOS – Mendirikan sebuah bisnis bukan hanya tentang menyediakan modal dan menjual produk. Ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum sebuah usaha benar-benar dijalankan.
Seorang pengusaha harus mampu menentukan keputusan yang tepat, melihat kondisi pasar, memperhitungkan risiko, dan mengetahui kebutuhan konsumen.
Pada dasarnya, pendirian bisnis dilakukan untuk menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat sekaligus mendapatkan keuntungan.
Agar usaha dapat berjalan dengan baik, pemilik bisnis perlu membuat perencanaan yang matang dan memahami bagaimana proses bisnis dijalankan.
Berdasarkan hal tersebut, pembahasan mengenai pendirian bisnis menjadi penting karena keputusan pada tahap awal dapat memengaruhi jalannya usaha.
Oleh karena itu, artikel ini membahas pengambilan keputusan bisnis, berbagai pertimbangan dalam keputusan, kondisi ketidakpastian, syarat-syarat bisnis, dan tahapan proses bisnis.
Pengambilan Keputusan Bisnis
Dalam menjalankan bisnis, seorang pengusaha akan dihadapkan dengan berbagai pilihan. Pengambilan keputusan bisnis adalah proses menentukan pilihan yang dianggap paling sesuai dengan tujuan perusahaan. Keputusan tersebut dapat berkaitan dengan produk, target konsumen, harga, lokasi usaha, maupun cara melakukan promosi.
Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membuka usaha makanan, ia harus menentukan makanan yang akan dijual, siapa target konsumennya, harga yang sesuai, lokasi usaha, serta cara mempromosikan produk. Keputusan tersebut tidak dapat dibuat secara asal. Pengusaha perlu melihat informasi yang tersedia dan mempertimbangkan keadaan pasar agar keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi usaha.
Pertimbangan dalam Mengambil Keputusan Bisnis
Sebelum memulai atau mengembangkan usaha, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar pengusaha tidak salah dalam mengambil keputusan.
Pertimbangan tersebut meliputi modal, pasar, persaingan, biaya, keuntungan, risiko, dan sumber daya manusia.
Modal: dana yang digunakan untuk menjalankan usaha.
Pasar: kebutuhan dan keinginan konsumen yang menjadi sasaran usaha.
Persaingan: kondisi bisnis lain yang menjual produk sejenis.
Biaya: seluruh pengeluaran yang dibutuhkan selama menjalankan usaha.
Keuntungan: hasil yang diharapkan dari kegiatan bisnis.
Risiko: kemungkinan terjadinya kerugian atau masalah.
Sumber daya manusia: orang-orang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis.
Dengan memperhatikan berbagai pertimbangan tersebut, pengusaha dapat lebih berhati-hati dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam menjalankan usaha.
Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian
Dunia bisnis tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Terdapat keadaan yang sulit diprediksi, seperti kenaikan harga bahan baku, penurunan jumlah pembeli, perubahan selera konsumen, atau munculnya pesaing baru. Kondisi tersebut membuat pengusaha harus siap menghadapi ketidakpastian.
Salah satu cara menghadapi ketidakpastian adalah menyiapkan beberapa pilihan atau rencana lain. Misalnya, ketika penjualan suatu produk mulai menurun, perusahaan dapat melakukan promosi yang lebih menarik, memperbaiki kemasan, meningkatkan kualitas produk, atau membuat produk baru. Dengan adanya beberapa alternatif, perusahaan tidak hanya bergantung pada satu rencana.
Selain itu, pengusaha perlu memikirkan risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian, ketika muncul masalah, perusahaan sudah memiliki gambaran mengenai langkah yang dapat dilakukan.
Syarat-Syarat Bisnis
Agar sebuah bisnis dapat berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Syarat-syarat tersebut meliputi:
a. Memiliki ide dan tujuan bisnis — Sebuah usaha harus mempunyai ide yang jelas dan tujuan yang ingin dicapai.
b. Memiliki modal — Modal digunakan untuk membeli bahan baku, peralatan, membayar sewa tempat, dan memenuhi biaya operasional lainnya.
c. Menentukan target pasar — Pengusaha harus mengetahui calon konsumennya sehingga produk yang dibuat dapat sesuai dengan kebutuhan konsumen.
d. Memiliki sumber daya manusia — Bisnis membutuhkan tenaga kerja yang mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan perusahaan.
e. Memenuhi legalitas usaha — Bisnis perlu memenuhi perizinan dan aturan hukum yang berlaku sesuai jenis dan skala usaha.
f. Memiliki strategi pemasaran — Produk yang baik perlu dipasarkan dengan baik agar dikenal dan menarik minat konsumen.
g. Memiliki perencanaan keuangan — Pengusaha harus mengatur pemasukan dan pengeluaran agar kondisi keuangan perusahaan tetap terkontrol.
Proses Bisnis
Proses bisnis merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari munculnya ide usaha sampai produk atau jasa diterima oleh konsumen. Secara sederhana, proses bisnis dapat dimulai dari ide usaha, perencanaan, penyediaan modal, produksi, pemasaran, penjualan, pelayanan kepada konsumen, dan evaluasi.
Setiap tahapan tersebut saling berhubungan. Pertama, pengusaha menentukan ide dan membuat perencanaan. Setelah itu, modal dan sumber daya disiapkan. Produk kemudian dibuat atau jasa disiapkan untuk ditawarkan kepada konsumen.
Setelah produk siap, perusahaan melakukan pemasaran dan penjualan. Pelayanan kepada konsumen juga perlu diperhatikan karena kepuasan pelanggan dapat memengaruhi keberlangsungan usaha. Tahap terakhir adalah evaluasi.
Pendirian bisnis membutuhkan persiapan yang cukup matang. Seorang pengusaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan dan mempertimbangkan kondisi pasar, persaingan, biaya, keuntungan, risiko, serta tenaga kerja.
Dalam menjalankan usaha, masalah dan perubahan kondisi pasar dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, pengusaha perlu memiliki beberapa alternatif rencana agar dapat menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Dengan memiliki tujuan yang jelas, modal yang cukup, target pasar, tenaga kerja, legalitas, strategi pemasaran, serta pengelolaan keuangan yang baik, bisnis akan memiliki dasar yang lebih kuat untuk berkembang.
Hani Maesa Putri
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Pamulang

